10 Tips Menulis Esai Networking Chevening Lengkap & Contohnya

Last Updated on 17 November 2025 by Suryo Hadi Kusumo

tips menulis esai networking chevening

Apakah Anda sedang menatap layar kosong dan merasa bingung harus mulai dari mana? Bagi ribuan pelamar beasiswa ke Inggris setiap tahunnya, esai networking seringkali menjadi batu sandungan terbesar. Padahal, jika Anda memahami formulanya, ini adalah kesempatan emas untuk bersinar. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai tips menulis esai networking Chevening yang telah terbukti meloloskan banyak kandidat ke tahap wawancara.

Berdasarkan analisis kami terhadap tren seleksi lima tahun terakhir, panitia Chevening tidak lagi sekadar mencari individu yang “mengenal banyak orang”. Sebaliknya, mereka mencari bukti konkret tentang “pengaruh” dan “kolaborasi”. Oleh karena itu, memiliki daftar kontak saja tidak cukup. Anda harus bisa menceritakan bagaimana Anda menggunakan jaringan tersebut untuk menciptakan solusi.

Selanjutnya, dalam panduan komprehensif ini, kita akan membedah anatomi esai yang menang, mulai dari kesalahan persepsi tentang networking, penerapan metode STAR yang lebih canggih, hingga contoh-contoh kalimat yang bisa Anda adaptasi. Mari kita mulai perjalanan menuju kampus impian Anda di Inggris.

Mendefinisikan Ulang “Networking” dalam Konteks Chevening

Langkah pertama dan terpenting dalam menerapkan tips menulis esai networking Chevening adalah meluruskan pola pikir (mindset). Banyak pelamar, terutama dari budaya Asia, menganggap networking sebagai aktivitas transaksional atau bahkan nepotisme. Namun, dalam kacamata Chevening, definisi ini sangat berbeda.

Secara spesifik, Chevening mendefinisikan networking sebagai kemampuan membangun hubungan profesional yang saling menguntungkan (symbiotic), jangka panjang, dan berdampak luas. Akibatnya, narasi esai Anda harus bergeser dari “siapa yang saya kenal” menjadi “apa yang kita capai bersama”.

PROMO HARI INI Kamera CCTV Mini Wifi

Kamera Pengintai Mini Wifi (Pantau Lewat HP)

Tanpa kabel, baterai awet, instalasi mudah & tersembunyi.

Ambil Voucher Diskon →

Networking Bukan Sekadar Bertukar Kartu Nama

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah pelamar hanya mencantumkan daftar nama pejabat atau tokoh penting (name-dropping). Padahal, menyebutkan bahwa Anda pernah berfoto dengan Menteri Pendidikan tidak memiliki nilai tambah jika tidak ada kolaborasi nyata. Sebaliknya, menceritakan bagaimana Anda bekerja sama dengan kepala desa untuk meningkatkan literasi anak-anak jauh lebih bernilai.

Aspek “Mempengaruhi” (Influencing Skills)

Selain itu, Chevening mencari calon pemimpin. Oleh karena itu, networking Anda harus menunjukkan kemampuan persuasi. Bagaimana Anda meyakinkan pihak lain untuk mendukung ide Anda? Bagaimana Anda memediasi konflik dalam tim? Ini adalah nuansa yang harus muncul dalam esai Anda.

Bedah Metode STAR: Rahasia Struktur Esai yang Kokoh

Salah satu tips menulis esai networking Chevening yang paling sering didengar adalah menggunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result). Namun, banyak pelamar hanya menggunakannya di permukaan. Mari kita bedah lebih dalam bagaimana mengoptimalkan metode ini agar esai Anda lebih “daging”.

1. Situation (Situasi): Setting the Scene

Pada bagian ini, Anda harus menjelaskan konteks masalah dengan singkat namun jelas. Hindari memberikan detail teknis yang tidak perlu. Fokuslah pada “kesenjangan” atau “konflik” yang memerlukan intervensi networking.

Contoh Lemah: “Saya bekerja di perusahaan X.”

Contoh Kuat: “Saat bekerja di perusahaan X, saya menyadari adanya silo komunikasi antara divisi pemasaran dan divisi teknis yang menghambat peluncuran produk.”

2. Task (Tugas): The Goal

Selanjutnya, jelaskan apa yang menjadi tujuan Anda. Apa yang ingin dicapai dari situasi tersebut? Bagian ini harus menunjukkan inisiatif Anda.

Contoh Kuat: “Tugas saya adalah menjembatani kedua divisi ini untuk mempercepat proses peluncuran produk sebesar 20%.”

3. Action (Tindakan): The Core of Your Essay

Ini adalah bagian terpenting, yang harus memakan porsi sekitar 60-70% dari paragraf Anda. Di sinilah Anda menerapkan tips menulis esai networking Chevening secara teknis. Jelaskan langkah spesifik:

  • Bagaimana Anda mendekati orang tersebut? (Email, telepon, konferensi?)
  • Apa strategi komunikasi yang Anda gunakan?
  • Bagaimana Anda menangani penolakan?

4. Result (Hasil): The Impact

Terakhir, tutup dengan dampak nyata. Gunakan angka (kuantitatif) jika memungkinkan. Selain itu, tambahkan elemen “maintenance” atau bagaimana Anda menjaga hubungan tersebut hingga hari ini.

💡 Kehabisan Kata-kata untuk Bagian Action?

Terkadang sulit mendeskripsikan tindakan kita sendiri secara profesional. Gunakan bantuan AI untuk merangkai kalimat aksi yang kuat dan persuasif.

Coba Slider AI + Chat GPT (Rp 19.000)

7 Strategi Jitu Menulis Esai Networking Chevening

Setelah memahami strukturnya, berikut adalah pendalaman strategi yang lebih taktis untuk memastikan esai Anda menonjol di mata penyeleksi.

Strategi 1: Tunjukkan Keberagaman Jaringan (Diversity)

Chevening adalah beasiswa global. Oleh karena itu, mereka menyukai kandidat yang bisa bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat. Jangan hanya menceritakan networking dengan sesama akademisi. Cobalah variasikan contoh Anda:

  • Satu contoh networking dengan pemerintah/pembuat kebijakan.
  • Satu contoh dengan komunitas akar rumput (grassroots) atau NGO.
  • Satu contoh dengan sektor swasta atau internasional.

Variasi ini menunjukkan fleksibilitas (agility) Anda dalam berkomunikasi.

Strategi 2: Fokus pada “Memberi”, Bukan Hanya “Menerima”

Networking yang sehat bersifat timbal balik (reciprocal). Salah satu tips menulis esai networking Chevening yang krusial adalah menunjukkan apa yang Anda bawa ke meja diskusi (value proposition). Apakah Anda memberikan data? Tenaga? Atau akses ke jaringan lain? Jika esai Anda hanya berisi tentang orang lain membantu Anda, Anda akan terlihat egois.

Strategi 3: Tunjukkan Durabilitas Hubungan

Hubungan profesional yang baik diuji oleh waktu. Jangan hanya menceritakan pertemuan satu kali (one-off meeting). Ceritakan bagaimana Anda memelihara hubungan tersebut selama bertahun-tahun. Misalnya, dengan rutin berbagi jurnal terbaru, mengundang mereka ke webinar, atau sekadar bertukar kabar profesional secara berkala.

Strategi 4: Hubungkan dengan Budaya Inggris

Inggris dikenal dengan budaya diplomasi dan kesopanan. Menunjukkan bahwa Anda memahami etika networking internasional—seperti ketepatan waktu, cara menulis email formal, dan mendengarkan aktif—akan memberikan nilai tambah. Ini relevan dengan konteks pendidikan di Inggris yang sangat mengedepankan diskusi dan debat yang santun.

Strategi 5: Konkretkan Rencana Masa Depan

Di paragraf penutup, Anda wajib menjawab pertanyaan: “Bagaimana Anda akan menggunakan jaringan Chevening di masa depan?”. Hindari jawaban klise seperti “Saya akan bergabung dengan grup WhatsApp alumni”.

Sebaliknya, jadilah spesifik. Misalnya: “Saya berencana menginisiasi kolaborasi riset antara universitas di Inggris dan institusi saya di Indonesia untuk meneliti isu perubahan iklim, memanfaatkan jaringan 50.000 alumni Chevening global.”

🛡️ Pastikan Esai Anda 100% Orisinal

Plagiarisme adalah dosa besar dalam aplikasi beasiswa. Cek keaslian tulisan Anda sebelum submit untuk menghindari diskualifikasi otomatis.

Cek Turnitin Harian Murah

Strategi 6: Gunakan Bahasa yang Aktif dan Kuat

Hindari kalimat pasif. Gunakan kata kerja yang menunjukkan kepemimpinan seperti: initiated, negotiated, collaborated, persuaded, facilitated, bridged. Kata-kata ini secara tidak sadar mempengaruhi persepsi penyeleksi tentang karakter Anda.

Strategi 7: Validasi dengan Pihak Ketiga

Minta teman atau mentor untuk membaca esai Anda. Tanyakan kepada mereka: “Apakah saya terdengar sombong?” atau “Apakah peran saya terlihat jelas?”. Terkadang, kita terlalu bias terhadap tulisan sendiri. Feedback eksternal sangat vital untuk penyempurnaan.

Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi

Meskipun telah membaca banyak tips menulis esai networking Chevening, pelamar masih sering jatuh ke lubang yang sama. Berikut adalah beberapa kesalahan yang harus Anda hindari dengan segala cara.

Terlalu Abstrak dan Filosofis

Memulai esai dengan definisi networking menurut kamus atau kutipan tokoh terkenal adalah pemborosan kata (word count). Langsung saja masuk ke cerita pengalaman Anda. Penyeleksi tidak butuh kuliah tentang teori networking; mereka butuh bukti praktik Anda.

Mengabaikan Hambatan

Cerita yang terlalu mulus seringkali terdengar tidak realistis. Faktanya, networking itu sulit. Ada penolakan, ada kesalahpahaman budaya, ada birokrasi. Menceritakan sedikit tentang hambatan ini dan bagaimana Anda mengatasinya justru akan membuat esai Anda lebih manusiawi dan meyakinkan.

Tidak Konsisten dengan Esai Lain

Aplikasi Chevening terdiri dari empat esai yang saling terkait (Leadership, Networking, Study in UK, Career Plan). Pastikan narasi networking Anda mendukung rencana karir Anda. Jika karir plan Anda adalah menjadi diplomat, namun contoh networking Anda hanya seputar bisnis jualan online, maka akan terlihat tidak sinkron.

Sinergi Esai Networking dengan Karir Pendidik

Bagi Anda yang berlatar belakang pendidikan atau bercita-cita menjadi guru, esai networking adalah tempat untuk menunjukkan kolaborasi lintas sektor. Misalnya, bagaimana Anda menghubungkan sekolah dengan perusahaan untuk program magang siswa, atau menghubungkan guru dengan pakar teknologi.

Keterampilan ini sangat relevan, terutama jika Anda juga membidik posisi di sektor publik nasional. Kemampuan berjejaring adalah salah satu kompetensi yang dinilai tinggi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai peluang karir di sektor pendidikan pemerintahan, Anda bisa menyimak panduan kami tentang syarat dan jadwal pendaftaran CPNS PPPK Guru 2026.

Checklist Akhir Sebelum Submit

Sebelum Anda menekan tombol “Submit”, pastikan Anda telah melakukan pengecekan akhir berikut ini:

  1. Apakah saya sudah menggunakan minimal 2-3 contoh STAR yang jelas?
  2. Apakah saya sudah menjelaskan porsi “memberi” dan “menerima” dalam hubungan tersebut?
  3. Apakah saya sudah menjelaskan bagaimana saya memelihara hubungan jangka panjang?
  4. Apakah rencana masa depan saya dengan komunitas Chevening sudah spesifik?
  5. Apakah jumlah kata sudah memenuhi syarat (minimal 450 kata, maksimal 500 kata)?
Catatan Penting: Jangan pernah meremehkan kekuatan proofreading. Kesalahan tata bahasa (grammar) kecil bisa mengganggu aliran membaca penyeleksi dan mengurangi kredibilitas profesional Anda. Gunakan alat bantu atau jasa proofreader profesional jika perlu.

Kesimpulan

Pada akhirnya, menerapkan tips menulis esai networking Chevening adalah tentang menceritakan kisah otentik Anda sebagai seorang penghubung (connector). Tidak perlu menjadi ekstrovert yang paling ramai di pesta untuk memiliki skill networking yang baik. Chevening menghargai pendekatan yang tulus, strategis, dan berdampak.

Ingatlah bahwa esai ini adalah “wawancara tertulis” Anda. Buatlah penyeleksi merasa antusias untuk bertemu Anda secara langsung dan mendengar lebih banyak tentang visi Anda. Mulailah menulis draf Anda sekarang, revisi berkali-kali, dan percayalah pada prosesnya. Semoga sukses menjemput impian kuliah di Inggris!

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Esai Networking Chevening

Apakah saya boleh menggunakan contoh networking dari media sosial (LinkedIn/Instagram)?

Boleh, asalkan Anda bisa membuktikan bahwa interaksi tersebut berlanjut ke kolaborasi profesional yang nyata (offline atau proyek konkret). Jika hanya sebatas “saling follow” atau “likes”, itu belum dianggap sebagai networking yang kuat.

Berapa porsi ideal antara networking nasional dan internasional?

Tidak ada aturan baku. Namun, jika Anda memiliki setidaknya satu pengalaman interaksi lintas budaya atau dengan orang asing, itu akan menjadi nilai tambah yang besar karena menunjukkan kesiapan Anda hidup di lingkungan global.

Apakah saya harus menyebutkan nama lengkap orang yang saya ajak networking?

Jika orang tersebut adalah tokoh publik, boleh disebutkan. Namun, jika bersifat privat, cukup sebutkan jabatannya (misal: Direktur Pemasaran di Perusahaan Multinasional). Yang terpenting adalah proses interaksinya, bukan sekadar nama besarnya.

Bagaimana jika saya fresh graduate dan belum punya banyak koneksi profesional?

Gunakan pengalaman organisasi kampus, KKN, atau magang. Fokuslah pada bagaimana Anda berinteraksi dengan dosen, mentor, atau tokoh masyarakat setempat. Chevening menilai potensi kepemimpinan, bukan hanya pencapaian yang sudah mapan.

Apakah tips menulis esai networking Chevening ini berlaku juga untuk beasiswa lain?

Secara prinsip, ya. Beasiswa seperti AAS (Australia) atau Fulbright (Amerika) juga mencari kualitas serupa. Namun, Chevening memiliki penekanan yang sangat kuat pada aspek “influence” dan “leadership” dibandingkan beasiswa lainnya.

Share this content:

Visited 9 times, 1 visit(s) today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *