5 Tantangan Mengikuti PPG Daring Terberat yang Bikin Peserta Berguguran

tantangan mengikuti ppg daring

Tantangan mengikuti PPG daring adalah serangkaian hambatan teknis dan non-teknis yang dihadapi peserta, meliputi kendala koneksi internet yang tidak stabil, manajemen waktu yang bentrok dengan jam mengajar, serta beban tugas administrasi yang tinggi dalam sistem LMS.

Banyak guru yang memasuki gelanggang Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan optimisme tinggi, namun mendadak syok ketika berhadapan dengan realita di lapangan. Mereka mengira kuliah online itu fleksibel dan santai. Padahal, tantangan mengikuti PPG daring itu ibarat ombak besar yang datang silih berganti. Tidak sedikit rekan sejawat yang akhirnya “tumbang” di tengah jalan, entah karena sakit fisik, kelelahan mental (burnout), atau menyerah karena masalah teknis yang tak kunjung usai.

Nah, agar Anda memiliki mental baja dan persiapan yang matang sebelum “berperang”, di artikel ini saya akan membongkar 5 tantangan terberat yang pasti akan Anda hadapi. Kita tidak hanya akan bicara masalahnya, tapi juga strategi menaklukkannya. Karena bagi seorang guru profesional, tidak ada masalah tanpa solusi. Untuk strategi belajarnya secara umum, Anda bisa menyandingkan tulisan ini dengan panduan belajar PPG daring yang sudah saya bahas sebelumnya.

5 Hantaman Realita yang Wajib Diwaspadai

Berikut adalah rincian tantangan mengikuti PPG daring yang sering membuat peserta geleng-geleng kepala, beserta cara mengatasinya:

1. Kendala Teknis: Musuh Tak Kasat Mata

Ini adalah musuh nomor satu. Sedang asyik presentasi di depan dosen via Zoom, tiba-tiba listrik padam atau sinyal WiFi hilang karena hujan deras. Rasanya ingin menangis!
Solusi: Selalu siapkan Plan B. Punya kuota cadangan di HP untuk tethering adalah kewajiban. Jika Anda tinggal di daerah susah sinyal, pertimbangkan untuk menumpang sementara di rumah kerabat atau sekolah yang sinyalnya kuat selama jam Vicon.

2. Perang Manajemen Waktu (Sekolah vs Kuliah)

Anda dituntut menjadi manusia super. Pagi mengajar siswa, siang kuliah, sore rapat sekolah, malam mengerjakan tugas LMS. Tantangan mengikuti PPG daring terbesar adalah membagi fokus. Seringkali tugas sekolah terbengkalai atau sebaliknya.
Solusi: Komunikasikan dengan Kepala Sekolah sejak awal. Minta izin pengurangan beban administrasi tambahan atau tukar jam mengajar jika memungkinkan.

PROMO HARI INI Kamera CCTV Mini Wifi

Kamera Pengintai Mini Wifi (Pantau Lewat HP)

Tanpa kabel, baterai awet, instalasi mudah & tersembunyi.

Ambil Voucher Diskon →

3. Beban Tugas LMS yang “Menggunung”

Jangan kaget jika setiap hari ada tagihan Lembar Kerja (LK) baru. Belum selesai LK 1.1, sudah muncul LK 1.2. Belum lagi tugas membuat video, refleksi, dan tes formatif. Jika ditunda sehari saja, tumpukannya akan menjadi horor.
Solusi: Cicil tugas. Manfaatkan setiap celah waktu (jam istirahat, jeda sholat) untuk mencicil, meski hanya satu paragraf.

4. Laptop “Kentang” yang Menjerit

Aplikasi Vicon (Zoom/Gmeet) memakan memori besar. Jika laptop Anda spesifikasinya pas-pasan, bersiaplah menghadapi layar freeze (macet) atau laptop panas berlebih. Ini sangat menghambat produktivitas, terutama saat fase editing video PPL.
Solusi: Bersihkan laptop dari file sampah sebelum PPG dimulai. Jika memungkinkan, upgrade RAM atau gunakan aplikasi edit video di HP yang lebih ringan.

5. Culture Shock Digital (Gagap Teknologi)

Terutama bagi guru senior, adaptasi dengan LMS, Google Drive, Canva, dan aplikasi perekam layar bisa menjadi mimpi buruk. Perasaan “tidak bisa” seringkali menurunkan kepercayaan diri.
Solusi: Jangan malu bertanya. Dekati rekan guru muda yang melek teknologi atau cari tutorial di YouTube. Teknologi itu bisa dipelajari, asalkan mau mencoba.

Studi Kasus: Si Pasrah vs Si Adaptif

Mari kita lihat bagaimana dua guru merespons tantangan mengikuti PPG daring yang sama: Sinyal Buruk.

Pak Budi (Si Pasrah): Saat sinyal di rumahnya hilang saat ujian, beliau hanya diam panik dan menunggu sinyal kembali. Akibatnya, waktu ujian habis dan beliau gagal submit jawaban. Beliau menyalahkan PLN dan Provider Internet.

Bu Siti (Si Adaptif): Menyadari cuaca mendung, Bu Siti sudah menyiapkan modem cadangan dan power bank untuk router WiFi. Saat listrik padam, beliau langsung beralih ke tethering HP dalam hitungan detik. Beliau tetap tenang dan berhasil menyelesaikan ujian tepat waktu. Bu Siti tidak melawan tantangan, tapi bersiap menghadapinya.

Penting! Jangan memaksakan diri begadang setiap malam. Kelelahan fisik (burnout) adalah pembunuh motivasi nomor satu. Tidur cukup minimal 5 jam adalah investasi agar otak tetap encer saat mengerjakan tugas.

Rekomendasi Alat:

Untuk mengatasi kendala audio saat Vicon di tempat bising (misal numpang di sekolah), gunakan Mic Clip-on Wireless. Dan jika laptop Anda lemot untuk riset, gunakan Claude AI di HP untuk membantu merangkum materi dengan cepat.

Siapkah Mental Anda Diuji?

Pada akhirnya, tantangan mengikuti PPG daring adalah ujian mentalitas. Sertifikat pendidik bukan hanya selembar kertas, tapi bukti ketangguhan Anda melewati masa-masa sulit. Jika Anda bisa bertahan melewati badai teknis dan tugas ini, Anda layak disebut guru profesional.

Dari kelima tantangan di atas, mana yang paling Anda takutkan? Sinyal jelek? Atau laptop rusak? Coba bagikan kekhawatiran Anda di kolom komentar, mari kita cari solusi teknisnya bersama-sama.

Untuk memantau persyaratan perangkat dan teknis terbaru, selalu cek panduan resmi di laman PPG Kemdikbud.

Pertanyaan Umum (FAQ)

  1. Bagaimana jika laptop saya rusak di tengah PPG?
    Segera cari pinjaman atau gunakan komputer sekolah. Jangan menunggu servis yang lama. Komunikasikan kondisi ini kepada dosen agar dimaklumi jika ada keterlambatan sesaat, tapi tugas tetap wajib masuk.
  2. Apakah kuota internet ditanggung pemerintah?
    Beberapa tahun terakhir ada bantuan kuota belajar, namun jumlahnya terbatas dan tidak selalu ada. Sebaiknya anggarkan dana pribadi khusus untuk kuota internet sebagai investasi pendidikan Anda.
  3. Apa yang harus dilakukan jika tertinggal tugas karena sakit?
    Kesehatan adalah prioritas. Segera lapor ke admin kelas LPTK dengan menyertakan surat dokter. Biasanya akan ada kebijakan perpanjangan waktu (dispensasi), namun tugas tetap harus diselesaikan.
  4. Bisakah mengerjakan tugas lewat HP saja?
    Sangat tidak disarankan. Tampilan LMS di HP terbatas dan mengetik makalah panjang di HP sangat tidak efisien. HP sebaiknya hanya digunakan untuk pemantauan notifikasi atau komunikasi grup WA.

Share this content:

Visited 7 times, 1 visit(s) today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *