5 Trik Mengerjakan Soal Hubungan X dan Y TIU CPNS Paling Cepat Tanpa Pusing
Last Updated on 2 December 2025 by Suryo Hadi Kusumo

Soal hubungan x dan y TIU CPNS adalah jenis soal Perbandingan Kuantitatif yang meminta peserta menentukan relasi antara dua variabel (apakah X > Y, X < Y, X = Y, atau hubungan tidak dapat ditentukan) berdasarkan informasi yang diberikan.
Banyak peserta yang merasa percaya diri saat bertemu soal jenis ini karena terlihat pendek dan sederhana. Namun, hati-hati! Soal hubungan x dan y TIU CPNS seringkali menyimpan “ranjau” logika. Terkadang angkanya terlihat mudah dihitung, tapi ternyata ada syarat tersembunyi (seperti bilangan negatif atau pecahan) yang luput dari perhatian. Akibatnya, banyak peserta yang menjawab dengan yakin, tapi ternyata salah konsep. Padahal, soal tipe ini adalah lumbung poin jika Anda tahu triknya.
Nah, agar Anda tidak menjadi korban jebakan “X dan Y” di tes nanti, di artikel ini saya akan membedah strategi mengerjakannya tanpa perlu coret-coretan panjang. Kita akan belajar cara menggunakan logika matematika praktis untuk menghemat waktu. Pemahaman ini sangat krusial untuk melengkapi bekal Anda yang sebelumnya mungkin sudah mempelajari peta materi di artikel tes TIU berisi apa saja. Yuk, kita bedah rahasianya!
5 Model Soal Hubungan X dan Y yang Sering Keluar
Dalam seleksi CPNS, variasi soal hubungan x dan y TIU CPNS sebenarnya bisa dipetakan. Berikut adalah 5 model utama yang wajib Anda waspadai:
1. Model Operasi Hitung Sederhana (Pecahan/Desimal)
Biasanya X dan Y disajikan dalam bentuk pecahan yang perlu disederhanakan.
Contoh: X = 1/3 dari 60, Y = 12,5% dari 160.
Trik: Jangan hitung sampai koma. Gunakan pendekatan pecahan istimewa. 12,5% itu 1/8. Jadi Y = 160/8 = 20. X = 20. Maka X = Y.
2. Model Pangkat dan Akar (Eksponen)
Ini jebakan klasik. Perhatikan apakah pangkatnya genap atau ganjil.
Ingat: Jika X² = 64, maka X bisa 8 atau -8. Jika Y = 8, maka hubungannya bisa X=Y atau X < Y. Jawabannya seringkali “Hubungan tidak dapat ditentukan”.
3. Model Aljabar Substitusi
Anda diberi persamaan, misal a + b = 10 dan a – b = 4. Lalu ditanya hubungan X = a dan Y = b.
Trik: Gunakan eliminasi/substitusi cepat. Jangan cari nilai detail jika bisa dilihat dari tandanya saja.
4. Model Himpunan/Rentang Nilai
Diketahui 2 < X < 6 dan 4 < Y < 8.
Peserta sering langsung ambil nilai tengah. Padahal, harus dicek semua kemungkinan (batas bawah dan atas). Seringkali jawabannya “Tidak dapat ditentukan” karena rentangnya beririsan.
5. Model Soal Cerita (Kecepatan/Waktu)
X adalah waktu tempuh A, Y adalah waktu tempuh B. Anda harus paham rumus dasar Jarak = Kecepatan x Waktu. Fokus pada logika perbandingan terbalik (Makin cepat, waktu makin sedikit).
Studi Kasus: Si Gegabah vs Si Kritis
Mari kita lihat bagaimana dua peserta mengerjakan satu soal hubungan x dan y TIU CPNS yang menjebak.
Soal: X = -3² dan Y = (-3)²
Rudi (Si Gegabah): Rudi berpikir, “Ah, sama-sama tiga kuadrat, pasti hasilnya 9.” Dia langsung memilih jawaban X = Y. Dia lupa aturan tanda kurung dalam matematika.
Sari (Si Kritis): Sari paham konsep dasar.
X = -3² artinya -(3×3) = -9 (Minus tidak ikut dikuadratkan).
Y = (-3)² artinya (-3) x (-3) = 9 (Minus ikut dikuadratkan jadi positif).
Kesimpulan: -9 < 9, jadi X < Y.
Sari mendapatkan poin penuh karena teliti membaca notasi matematika.
Penting! Jika Anda menemukan soal perbandingan variabel tanpa keterangan tambahan (misal: “a dan b adalah bilangan bulat positif”), jangan asumsikan mereka positif! Coba masukkan angka negatif atau nol untuk menguji konsistensi hubungan X dan Y.
Rekomendasi Alat:
Agar logika Anda terasah cepat dalam membedakan jebakan aljabar seperti kasus di atas, sering-seringlah latihan drilling soal di Akun Quizizz Premium. Dan jika bingung konsep dasarnya, tanya penjelasannya ke Claude AI.
3 Trik Logika Tanpa Menghitung Detail
Mengerjakan soal hubungan x dan y TIU CPNS tidak harus selalu menghitung sampai hasil akhir. Gunakan logika ini untuk menghemat waktu:
1. Sederhanakan Kedua Ruas
Jika X = 1234 x 5 dan Y = 1234 x 6, Anda tidak perlu mengalikan. Coret angka yang sama (1234). Sisanya 5 dan 6. Jelas 5 < 6, maka X < Y. Cari elemen yang sama dan abaikan.
2. Gunakan Angka Penguji (0, 1, -1)
Jika soalnya berupa persamaan aljabar (misal X = a² dan Y = a³), jangan hanya coba angka 2. Coba masukkan angka 0, 1, atau bilangan negatif. Jika hasilnya tidak konsisten (kadang X besar, kadang Y besar), maka jawabannya pasti “Hubungan tidak dapat ditentukan”.
3. Perhatikan Pembilang dan Penyebut
Untuk pecahan: Jika pembilang sama, lihat penyebutnya. Semakin besar penyebut, nilai makin kecil.
Contoh: X = 10/21, Y = 10/19.
Karena 21 > 19, maka nilai X justru lebih kecil. X < Y. Logika ini jauh lebih cepat daripada pembagian bersusun.
Siapkah Anda Mengamankan Poin Ini?
Intinya, soal hubungan x dan y TIU CPNS adalah bonus poin bagi mereka yang teliti, tapi neraka bagi yang ceroboh. Kuncinya adalah tenang, sederhanakan bentuk soal, dan waspada terhadap tanda negatif atau kurung. Jangan biarkan soal yang terlihat mudah ini malah menjadi penyebab kegagalan Anda.
Dari kelima model soal di atas, mana yang paling sering membuat Anda bingung? Model eksponen pangkat? Atau model himpunan rentang nilai? Coba tuliskan di kolom komentar, mari kita diskusikan cara termudahnya.
Untuk latihan soal resmi dan kisi-kisi terbaru, pastikan Anda selalu mengacu pada materi yang selaras dengan standar BKN di website resmi BKN.
Pertanyaan Umum (FAQ)
- Apa jawaban yang harus dipilih jika X dan Y nilainya berubah-ubah?
Pilih opsi “Hubungan X dan Y tidak dapat ditentukan”. Ini adalah jawaban valid jika dengan memasukkan angka berbeda, hasil perbandingannya tidak konsisten (misal kadang X>Y, kadang X<Y).
- Apa jawaban yang harus dipilih jika X dan Y nilainya berubah-ubah?
- Berapa waktu maksimal untuk mengerjakan satu soal perbandingan?
Maksimal 40-50 detik. Soal tipe ini biasanya dirancang untuk dikerjakan cepat dengan logika, bukan hitungan rumit. Jika lewat 1 menit, kemungkinan cara Anda salah atau terlalu manual.
- Berapa waktu maksimal untuk mengerjakan satu soal perbandingan?
- Apakah perlu menghafal rumus bangun datar untuk soal ini?
Perlu sedikit dasar. Kadang X adalah Luas Persegi dan Y adalah Keliling Lingkaran. Anda harus tahu rumusnya untuk bisa membandingkan nilainya dengan cepat.
- Apakah perlu menghafal rumus bangun datar untuk soal ini?
- Bagaimana jika soalnya membandingkan dua diskon berbeda?
Gunakan logika harga akhir. X = Diskon 50%+20% (Total diskon 60%), Y = Diskon 65%. Jelas Y lebih besar potongannya (harga barang lebih murah). Tapi hati-hati yang ditanya “Besar Diskon” atau “Harga Bayar”.
Share this content:




![Cek Linearitas Ijazah S1 D4 P3K Guru 2026 [Terbukti Akurat]](https://edusivitas.com/wp-content/uploads/2025/10/1000115363-1-768x768.jpg)


