Menjadi Dosen Harus Lulusan Apa? Ini 5 Syarat Wajibnya

Pertanyaan “menjadi dosen harus lulusan apa?” adalah pertanyaan paling fundamental yang kami terima. Jawabannya sederhana namun bercabang:
Berdasarkan analisis kami, banyak
Mengapa Kualifikasi Pendidikan Dosen Diatur Ketat?
Profesi dosen adalah jabatan profesional yang standar kualifikasinya diatur langsung oleh Undang-Undang, yaitu
Selain itu, kualifikasi ijazah ini berdampak langsung pada:
- Legalitas Mengajar: Menentukan apakah Anda sah secara hukum untuk mengajar di level tertentu (D3, S1, atau S2).
- Administrasi Kepegawaian: Menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional).
- Jenjang Karir (Jafung): Menentukan apakah Anda bisa naik pangkat dari Asisten Ahli ke Lektor, Lektor Kepala, hingga Guru Besar.
- Akreditasi Prodi: Jumlah dosen S3 berbanding dosen S2 adalah salah satu indikator utama dalam penilaian akreditasi oleh BAN-PT.
Jawaban Tuntas: Menjadi Dosen Harus Lulusan Apa?
Jadi, mari kita bedah satu per satu, menjadi dosen harus lulusan apa berdasarkan level dan tujuannya. Jawabannya tidak satu, melainkan tiga (S1, S2, dan S3), dengan fungsi yang sangat berbeda.
Level 1: Lulusan S1 (Sarjana) – Apakah Bisa Jadi Dosen?
Jawaban singkat:
UU Guru dan Dosen secara eksplisit mensyaratkan kualifikasi minimal S2. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menyamakan “Asisten Dosen” dengan “Dosen”.
Lulusan S1 mungkin bisa berkarir di lingkungan kampus, tetapi statusnya adalah:
- Asisten Dosen (Asdos): Biasanya mahasiswa S2 yang membantu dosen S3, atau lulusan S1 berprestasi yang direkrut sementara (status kontrak, non-NIDN) sambil menunggu S2.
- Asisten Praktikum / Laboran: Lulusan S1 atau D4 yang bertugas membantu di laboratorium.
- Tutor (Kasus Khusus): Di beberapa institusi seperti Universitas Terbuka, S1 dengan pengalaman kerja mumpuni bisa menjadi Tutor Non-PNS, tapi bukan Dosen Tetap.
Jadi, jika pertanyaan Anda adalah “apakah s1 bisa jadi dosen tetap?”, jawabannya adalah tidak.
Level 2: Lulusan S2 (Magister) – Syarat Minimal Mendaftar
Inilah jawaban legal atas pertanyaan “menjadi dosen harus lulusan apa?”. Ya, Anda
Dengan ijazah S2, Anda memenuhi
- Mendaftar formasi CPNS Dosen (Asisten Ahli).
- Melamar sebagai Dosen Tetap Yayasan (PTS).
- Mendapatkan NIDN.
- Mengajar mahasiswa di program Diploma (D3/D4) dan Sarjana (S1).
Namun, S2 adalah
Level 3: Lulusan S3 (Doktor) – Syarat Wajib untuk Berkarir
Di sinilah letak kunci karir jangka panjang. Menjadi dosen harus lulusan apa jika ingin menjadi Guru Besar (Profesor)? Jawabannya adalah
Kualifikasi S3 adalah
- Mengajar mahasiswa program Pascasarjana (Magister S2 dan Doktor S3).
- Mengurus kenaikan pangkat dari Lektor ke Lektor Kepala.
- Mengurus kenaikan pangkat dari Lektor Kepala ke Guru Besar (Profesor).
Praktik terbaik adalah: Jika Anda serius ingin berkarir sebagai dosen, anggaplah S3 sebagai bagian dari paket. Universitas top tier (PTN-BH) bahkan kini memprioritaskan pelamar S3 untuk rekrutmen awal.
Syarat Krusial Selain Ijazah: “Linieritas”
Oke, Anda sudah S2. Apakah otomatis bisa melamar? Belum tentu. Ada satu “monster” administrasi bernama
Apa Itu Linieritas Ijazah Dosen?
Linieritas adalah kesesuaian atau kesinambungan rumpun ilmu antara ijazah S1, S2, dan (nantinya) S3 Anda. Ini diatur ketat oleh Dikti.
Contoh Linier:
- S1 Teknik Informatika -> S2 Ilmu Komputer (Linier)
- S1 Akuntansi -> S2 Akuntansi (Linier)
- S1 Ilmu Komunikasi -> S2 Kajian Media (Linier)
Contoh Tidak Linier (Fatal):
- S1 Sastra Inggris -> S2 Manajemen SDM (Tidak Linier)
- S1 Teknik Sipil -> S2 Hukum Bisnis (Tidak Linier)
Jika S1 dan S2 Anda tidak linier, Anda akan ditolak mentah-mentah oleh sistem saat pendaftaran CPNS atau pengajuan NIDN. Ini adalah jebakan yang harus dihindari sejak memilih jurusan S2.
Bagaimana Jika Lulusan Luar Negeri? (Penyetaraan)
Menjadi dosen harus lulusan apa jika ijazah saya dari luar negeri? Tetap S2 atau S3, namun ada syarat tambahan:
Anda tidak bisa langsung menggunakan ijazah dari Harvard atau Oxford untuk melamar CPNS Dosen. Anda wajib mengajukan penyetaraan ijazah secara online ke Kemdikbudristek (via aplikasi Ijazah LN) untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) Penyetaraan. Proses ini memakan waktu, jadi lakukan jauh-jauh hari sebelum pendaftaran dibuka.
Analisis Video: Realita Karir Seorang Dosen
Memahami kualifikasi ijazah adalah satu hal. Memahami mentalitas dan realita pekerjaan adalah hal lain. Video di bawah ini memberikan gambaran yang jujur tentang suka duka profesi ini.
Analisis Ahli: Perhatikan apa yang dibahas narasumber. Fokusnya bukan pada ijazah, melainkan pada *passion* (hasrat) dan realita Tridharma (Pengajaran, Penelitian, Pengabdian). Di menit-menit awal (sekitar 0:30 hingga 1:15), narasumber menjelaskan motivasi yang seringkali meleset dari realita. Ini penting, karena perjalanan S2 dan S3 untuk memenuhi kualifikasi pendidikan untuk dosen adalah perjalanan yang berat dan butuh motivasi internal yang kuat.
Kualifikasi Non-Ijazah yang Menentukan Kelulusan
Anggaplah ijazah S2 Linier Anda adalah “tiket” untuk masuk ke stadion seleksi. Namun, untuk memenangkan pertandingan (lolos seleksi), Anda butuh kualifikasi lain. Praktik terbaik adalah membangun portofolio ini selama Anda studi S2.
1. Portofolio Publikasi Ilmiah (Mata Uang Akademik)
Saat wawancara SKB Dosen, panelis akan lebih tertarik pada Tesis S2 Anda daripada IPK S2 Anda. Seorang kandidat dengan IPK 3.7 tapi sudah mengubah Tesisnya menjadi 1 artikel jurnal SINTA akan jauh lebih unggul daripada IPK 4.0 yang Tesisnya “mati” di perpustakaan.
Publikasi adalah bukti bahwa Anda bisa meneliti. Oleh karena itu, integritas akademik (lolos cek plagiarisme) adalah harga mati. Pastikan Tesis dan draf artikel Anda bersih.
Jaga Orisinalitas Tesis Anda
Jangan sampai karir Anda dimulai dengan noda plagiarisme. Pastikan Tesis dan artikel Anda lolos cek Turnitin.
Cek Akun Turnitin Harian/Bulanan2. Kemampuan Mengajar (Microteaching)
Dosen bukan hanya peneliti, tapi juga pengajar. Saat SKB Dosen, Anda akan diuji melalui *microteaching* (simulasi mengajar 10-15 menit). Panelis akan menilai apakah Anda kaku, membosankan, atau justru interaktif dan menguasai kelas.
Kandidat yang bisa menggunakan alat bantu modern (seperti kuis interaktif) untuk menciptakan *engagement* akan mendapatkan nilai plus yang sangat besar.
Tampil Beda Saat Microteaching
Jangan ceramah! Buktikan Anda dosen modern dengan kuis interaktif. Panelis akan terkesan dengan metode Anda.
Cek Langganan Quizizz (Rp 9.310)Kesimpulan: Jadi, Menjadi Dosen Harus Lulusan Apa?
Sebagai kesimpulan, jawaban atas “menjadi dosen harus lulusan apa” adalah:
Minimal Lulusan S2 (Magister) Linier: Ini adalah syarat mutlak untuk mendaftar, mengajar S1/D3, dan mendapatkan NIDN.Wajib Lulusan S3 (Doktor) Linier: Ini adalah syarat mutlak untuk berkarir jangka panjang, naik pangkat ke Lektor Kepala/Guru Besar, dan mengajar Pascasarjana.
Ijazah S1 tidak bisa digunakan untuk mendaftar sebagai Dosen Tetap. Jika Anda serius, fokuslah pada S2 yang linier dan mulailah membangun portofolio publikasi sejak dini. Untuk gambaran karir yang lebih utuh, Anda bisa membaca panduan lengkap cara menjadi dosen.
Pertanyaan Umum (FAQ) Seputar Kualifikasi Ijazah Dosen
Kualifikasi minimal untuk menjadi dosen (mengajar S1/Diploma) adalah lulusan Magister (S2) atau yang setara dan wajib linier dengan S1-nya.
Tidak bisa untuk menjadi Dosen Tetap (pemilik NIDN). Lulusan S1 mungkin bisa menjadi Asisten Dosen, Asisten Laboratorium, atau Tutor (Dosen Non-PNS), namun bukan Dosen Tetap sesuai UU Guru dan Dosen.
Linieritas adalah kesesuaian atau kesinambungan rumpun ilmu antara ijazah S1, S2, dan S3. Contoh: S1 Akuntansi -> S2 Akuntansi. Jika tidak linier (misal: S1 Teknik -> S2 Hukum), Anda akan ditolak saat seleksi administrasi.
Tentu saja bisa. Justru sebagian besar dosen (selain di FKIP) adalah lulusan S2 non-pendidikan (ilmu murni/terapan). Yang penting adalah kualifikasi S2 Anda linier dengan S1 dan formasi yang Anda lamar.
Wajib lulusan Doktor (S3). Sesuai aturan terbaru, karir dosen S2 akan berhenti (mandek) di jenjang Lektor. Anda tidak bisa naik ke Lektor Kepala atau Guru Besar tanpa ijazah S3.
Share this content:








