7 Materi Tes Substantif PPG 2025 & Strategi Jitu Lolos Seleksi
Last Updated on 18 December 2025 by Suryo Hadi Kusumo

Materi Tes Substantif PPG adalah rangkaian ujian seleksi yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan dasar literasi, numerasi, dan penguasaan konten bidang studi calon mahasiswa Pendidikan Profesi Guru. Ujian ini berfungsi sebagai saringan utama untuk memastikan bahwa calon guru tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga kemampuan logika dan pemahaman bacaan yang mumpuni sebelum memasuki masa pendidikan profesi.
Saya tahu betul bagaimana perasaan Sobat Edu saat ini, mungkin ada rasa cemas membayangkan soal-soal yang tidak terduga atau takut nilai jatuh di bawah ambang batas kelulusan yang ditetapkan panitia. Sebenarnya, ketakutan itu muncul bukan karena kita kurang pintar, melainkan seringkali karena kita belum memegang peta jalan atau kisi-kisi yang tepat sasaran untuk tahun ini. Banyak rekan guru atau calon mahasiswa yang akhirnya gagal bukan karena tidak menguasai pelajaran sekolah, tetapi karena terjebak pada manajemen waktu saat mengerjakan soal literasi yang bacaannya sangat panjang dan melelahkan mata. Oleh karena itu, di sini saya akan membedah secara tuntas apa saja yang benar-benar harus dipelajari agar persiapan Sobat Edu tidak sia-sia dan lebih terarah. Mari kita ubah rasa cemas itu menjadi persiapan strategi yang matang dan terukur.
Apa Itu Tes Substantif PPG Pahami Medan Perang
Sebelum kita terjun menghafal soal, saya ingin mengajak Sobat Edu untuk memahami “medan perang” kita terlebih dahulu. Banyak peserta yang langsung sibuk mencari bocoran soal tanpa memahami filosofi di balik tes ini. Padahal, memahami struktur ujian adalah separuh dari kemenangan itu sendiri. Materi Tes Substantif PPG tahun ini memiliki karakteristik yang cukup unik karena menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS), bukan sekadar ingatan hafalan semata.
Perbedaan Krusial Tes Substantif vs Tes Akademik
Seringkali saya mendapat pertanyaan dari mahasiswa bimbingan saya mengenai beda kedua tes ini. Faktanya, tes substantif memiliki cakupan yang lebih luas dan mendasar dibandingkan tes akademik biasa. Jika tes akademik murni menguji kedalaman ilmu sesuai jurusan (misalnya Biologi murni atau Matematika murni), maka tes substantif menggabungkan kemampuan konten tersebut dengan kemampuan dasar manusia dalam memproses informasi.
Dalam Materi Tes Substantif PPG, Sobat Edu tidak hanya diminta untuk menjawab “apa” dan “siapa”, melainkan “mengapa” dan “bagaimana”. Tujuannya adalah mencari calon guru yang adaptif. Kementerian Pendidikan membutuhkan sosok guru yang bisa memahami data (literasi) dan angka (numerasi) karena nantinya guru harus mampu membaca rapor pendidikan dan data perkembangan siswa. Jadi, jangan kaget jika soal yang keluar nanti terasa lebih menekankan pada logika berpikir daripada rumus rumit yang jarang dipakai.
Struktur Soal dan Alokasi Waktu Terbaru
Manajemen waktu adalah kunci. Berdasarkan pengalaman dan data dari seleksi periode sebelumnya, alokasi waktu yang diberikan sangatlah ketat. Sobat Edu biasanya akan dihadapkan pada total waktu sekitar 150 menit untuk menyelesaikan seluruh rangkaian soal.
Komposisinya umumnya terbagi menjadi bagian kemampuan dasar literasi, kemampuan dasar numerasi, dan penguasaan konten bidang studi. Kesalahan fatal yang sering saya temui adalah peserta terlalu asyik di bagian literasi karena teksnya menarik, sehingga kehabisan waktu di bagian numerasi atau bidang studi. Oleh karena itu, strategi “skip and mark” atau lewati dan tandai sangat saya sarankan. Jangan terpaku pada satu soal sulit lebih dari dua menit. Ingat, bobot nilai soal mudah dan soal sulit seringkali sama dalam perhitungan skor akhir.
⚠️ Penting! Jangan pernah meremehkan durasi membaca soal cerita. Latihlah kecepatan membaca (skimming) Sobat Edu minimal satu bulan sebelum tes, karena Materi Tes Substantif PPG seringkali menyajikan teks hingga 3-4 paragraf untuk satu pertanyaan saja.
3 Pilar Utama Materi Tes Substantif 2025
Sekarang mari kita bedah “daging” dari artikel ini. Agar Sobat Edu bisa lolos, fokuslah pada tiga pilar utama yang menyusun kerangka ujian ini. Saya telah merangkumnya agar lebih mudah dipahami dan dipraktikkan.
Literasi dan Numerasi Jebakan yang Sering Diabaikan
Banyak yang berpikir bahwa karena mereka jurusan Bahasa Indonesia, maka bagian literasi pasti aman. Atau karena jurusan Matematika, bagian numerasi pasti mudah. Faktanya, data menunjukkan banyak peserta gagal justru di bidang yang mereka anggap mereka kuasai. Mengapa ini bisa terjadi?
Dalam konteks Materi Tes Substantif PPG, Literasi bukan sekadar pelajaran Bahasa Indonesia. Ini adalah kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi validitas argumen, dan menyimpulkan ide pokok dari teks yang kompleks—bisa berupa teks sastra maupun teks informasi ilmiah. Sobat Edu harus mampu membedakan fakta dan opini dalam waktu singkat.
Begitu juga dengan Numerasi. Ini bukan soal matematika murni dengan rumus integral atau limit yang rumit. Numerasi di sini adalah kemampuan mengaplikasikan konsep bilangan, aljabar, geometri, dan data dalam konteks kehidupan nyata. Contohnya, membaca grafik pertumbuhan penduduk, menghitung diskon belanja logis, atau memprediksi pola deret. Soal-soal ini dirancang menjebak dengan narasi yang panjang. Jadi, kuncinya adalah temukan angka kuncinya, abaikan narasi pengecoh, dan hitung dengan logika sederhana.
Penguasaan Konten Bidang Studi
Pilar ketiga ini adalah yang paling spesifik sesuai dengan jurusan yang Sobat Edu lamar. Jika Sobat Edu melamar untuk PGSD, maka Materi Tes Substantif PPG yang akan keluar mencakup lima mata pelajaran pokok SD (Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan PKn) namun dalam level pendalaman materi yang lebih tinggi.
Berbeda dengan soal ujian sekolah, soal konten bidang studi di PPG dirancang untuk menguji pemahaman konsep fundamental. Misalnya, untuk calon guru IPA, soalnya mungkin tidak menanyakan “apa rumus fotosintesis”, tetapi menyajikan data percobaan tanaman di tempat gelap dan terang, lalu meminta Sobat Edu menyimpulkan variabel yang berpengaruh. Ini menuntut pemahaman konsep yang kuat, bukan sekadar hafalan. Saran saya, buka kembali buku-buku pengantar ilmu atau textbook dasar kuliah semester awal, karena di sanalah konsep-konsep murni ini biasanya dibahas secara mendalam.
Kisi Kisi dan Contoh Soal Simulasi Singkat
Setelah memahami pilar utamanya, mari kita masuk ke wilayah yang lebih praktis. Saya tidak akan memberikan bocoran soal ilegal, namun saya akan memberikan gambaran pola soal yang valid berdasarkan kisi-kisi resmi agar Sobat Edu tidak kaget saat hari H nanti. Membedah pola ini jauh lebih efektif daripada menghafal kunci jawaban yang belum tentu keluar.
Bedah Contoh Soal Literasi Analisis Teks
Dalam bagian literasi Materi Tes Substantif PPG, Sobat Edu seringkali akan disuguhkan teks argumentasi atau eksposisi tentang isu pendidikan atau lingkungan.
Bayangkan ada sebuah teks tentang “Dampak Pembelajaran Daring terhadap Karakter Siswa”. Soalnya tidak akan sesederhana “Apa judul teks di atas?”. Soal yang muncul biasanya berbunyi: “Berdasarkan paragraf kedua, manakah pernyataan yang paling melemahkan argumen penulis tentang efektivitas daring?”.
Di sini, Sobat Edu harus menggunakan logika kritis. Triknya adalah cari kata kunci “melemahkan” atau “mendukung”. Seringkali opsi jawaban semuanya benar secara fakta, tetapi hanya satu yang relevan dengan konteks pertanyaan. Inilah seni menaklukkan soal literasi: jangan hanya membaca, tapi “interogasi” teks tersebut.
Bedah Contoh Soal Bidang Studi Studi Kasus Pembelajaran
Untuk konten bidang studi, soal seringkali dikemas dalam bentuk kasus pembelajaran di kelas. Misalnya untuk calon guru SD, soalnya mungkin berbunyi: “Pak Budi ingin mengajarkan konsep pecahan kepada siswa kelas 4 yang kesulitan memahami angka abstrak. Media apa yang paling tepat digunakan?”.
Jawaban yang tersedia mungkin beragam mulai dari video, buku paket, hingga buah apel asli. Dalam konteks Materi Tes Substantif PPG, jawaban terbaik biasanya adalah yang paling kontekstual dan konkret (sesuai teori perkembangan kognitif Piaget). Jadi, pilihlah jawaban yang menunjukkan pemahaman pedagogi, bukan sekadar teori materi murni.
Strategi Hacking Skor Lolos Passing Grade
Kita harus realistis, tujuan utama kita adalah lolos passing grade atau nilai ambang batas. Tidak perlu sempurna, yang penting “selamat”. Banyak peserta yang gugur karena perfeksionis ingin mengerjakan semua soal dengan benar namun kehabisan waktu.
Berapa Target Nilai Aman yang Harus Dikejar
Meskipun panitia sering melakukan penyesuaian setiap tahunnya, umumnya skor aman bergerak di angka presentase tertentu dari total soal. Namun, jangan terpaku pada angka minimal. Sobat Edu harus memasang target pribadi minimal 70% benar di setiap sub-tes.
Mengapa 70%? Karena sistem penilaian Materi Tes Substantif PPG seringkali menggunakan pembobotan. Soal yang dianggap sulit (dan jarang dijawab benar oleh peserta lain) bisa jadi memiliki bobot nilai lebih tinggi. Oleh karena itu, pastikan Sobat Edu mengamankan poin di soal-soal low hanging fruit (soal mudah) dan setidaknya berjuang di beberapa soal high order thinking.
Manajemen Waktu Teknik Skip and Mark
Teknik ini adalah penyelamat hidup saya dan banyak mahasiswa bimbingan saya. Jangan pernah bertarung dengan ego. Jika dalam 60 detik Sobat Edu belum menemukan titik terang pada sebuah soal numerasi yang rumit, segera skip (lewati) dan mark (tandai) untuk dikerjakan nanti jika ada sisa waktu.
Faktanya, waktu yang Sobat Edu habiskan untuk berkutat pada satu soal sulit bisa digunakan untuk menjawab tiga soal mudah lainnya dengan benar. Ingat, satu soal sulit tidak akan membuat Sobat Edu lulus jika mengorbankan lima soal mudah yang tidak sempat terbaca.
Langkah Taktis Persiapan Harian Jelang Ujian
Agar persiapan Sobat Edu terstruktur dan tidak overwhelmed, saya telah menyusun langkah-langkah praktis yang bisa mulai diterapkan hari ini juga. Berikut adalah panduan step-by-step menaklukkan ujian ini:
- Lakukan Diagnostik Mandiri Cobalah kerjakan satu paket try out lengkap tanpa berhenti. Lihat di mana kelemahan Sobat Edu. Apakah skor jeblok di Numerasi? Atau justru di Bidang Studi? Petakan kelemahan ini agar waktu belajar Sobat Edu efisien fokus pada yang kurang saja.
- Bedah Kisi-Kisi Resmi Terbaru Unduh kisi-kisi resmi dari laman Kemendikbud. Cocokkan topik-topik yang tertera dengan buku catatan kuliah lama Sobat Edu. Fokuslah mendalami konsep dasar dari topik yang sering muncul dalam Materi Tes Substantif PPG tahun-tahun sebelumnya.
- Simulasi “Kondisi Perang” Minimal dua kali seminggu, kondisikan diri seolah sedang ujian sungguhan. Matikan HP, kunci kamar, dan kerjakan soal dengan timer ketat. Biasakan otak bekerja di bawah tekanan waktu agar saat hari H mental Sobat Edu sudah baja.
- Istirahatkan Otak H-1 Ujian Ini terdengar sepele tapi vital. Belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) hanya akan membuat memori jangka pendek penuh tapi logika tumpul. H-1 gunakan untuk relaksasi agar kondisi fisik prima.
📢 Rekomendasi Alat Pendukung: Untuk membantu Sobat Edu merangkum materi kuliah yang menumpuk dengan cepat, saya menyarankan penggunaan alat AI produktivitas. Selain itu, jika Sobat Edu nanti lulus dan masuk fase UKIN (Uji Kinerja), Sobat Edu akan butuh alat rekam yang stabil untuk video pembelajaran.
- Slider AI + Chat GPT (Bantu rangkum materi & buat flashcard otomatis):Link Produk
- Tripod HP Stabilizer (Wajib punya untuk rekam simulasi mengajar & UKIN nanti):Link Produk
Pertanyaan Umum Seputar Tes PPG
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang paling sering mampir ke meja diskusi saya terkait seleksi ini. Semoga bisa menjawab keraguan Sobat Edu.
Apakah Soal Tes Substantif Sesuai dengan Jurusan S1 Saya
Ya dan tidak. Untuk bagian Konten Bidang Studi, soal akan disesuaikan dengan program studi PPG yang Sobat Edu pilih (linier dengan S1). Namun, untuk bagian Literasi dan Numerasi, soalnya bersifat umum (general) dan sama untuk semua peserta. Inilah mengapa penguasaan Materi Tes Substantif PPG harus seimbang antara kemampuan umum dan spesifik.
Berapa Lama Masa Berlaku Hasil Tes Substantif
Berdasarkan aturan periode sebelumnya, hasil tes ini biasanya hanya berlaku untuk satu periode seleksi gelombang tersebut. Jika Sobat Edu belum rezeki lolos tahun ini, maka tahun depan wajib mengikuti tes dari awal lagi. Oleh karena itu, maksimalkan kesempatan emas ini sebaik mungkin.
Apakah Ada Sistem Minus untuk Jawaban Salah
Sampai informasi terakhir yang saya himpun, sistem penilaian pada seleksi PPG umumnya tidak menerapkan sistem nilai minus (betul +1, salah 0). Jadi, rule of thumb-nya adalah: Jangan biarkan ada jawaban kosong! Jika waktu sudah habis dan Sobat Edu buntu, gunakan insting untuk memilih jawaban yang paling logis. Mengisi semua nomor memperbesar peluang statistik Sobat Edu untuk menambah poin.
Siapkan Diri Menjadi Guru Profesional Masa Depan
Perjalanan menjadi guru profesional memang tidak karpet merah, tetapi percayalah, setiap peluh yang Sobat Edu teteskan saat mempelajari Materi Tes Substantif PPG ini akan terbayar lunas saat melihat senyum anak didik di kelas nanti. Tes ini hanyalah gerbang awal untuk menyaring siapa yang benar-benar punya ketangguhan mental dan ketajaman intelektual untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Jangan jadikan ujian ini sebagai beban, tapi jadikan sebagai ajang pembuktian kompetensi diri. Sobat Edu sudah melangkah sejauh ini, sayang sekali jika menyerah hanya karena kurang persiapan. Ambil buku catatan, atur strategi, dan mulailah belajar dengan cerdas mulai hari ini. Saya doakan Sobat Edu semua lolos dengan nilai terbaik dan segera mengenakan jas almamater PPG kebanggaan. Semangat berjuang, Sobat Edu!
Artikel Kami Yang Lain :
Share this content:








