7 Tips Manajemen Waktu Perkuliahan PPG Paling Ampuh Agar Tidak Stres

Manajemen waktu perkuliahan PPG adalah seni mengatur prioritas antara tugas sinkronus (Vicon) dan asinkronus (LMS) di sela-sela kewajiban mengajar, dengan tujuan menyelesaikan tagihan akademik tanpa mengorbankan kesehatan fisik dan mental.
Bagi sebagian besar guru, tantangan terbesar dalam mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) bukanlah materi yang sulit, melainkan waktu yang terasa sangat sempit. Bayangkan, Anda harus mengajar siswa dari pagi hingga siang, lalu lanjut kuliah online hingga sore, dan malamnya harus begadang mengerjakan tugas Lembar Kerja (LK). Tanpa strategi manajemen waktu perkuliahan PPG yang solid, risiko mengalami kelelahan ekstrem (burnout) hingga putus di tengah jalan sangatlah tinggi. Saya sering melihat rekan sejawat yang akhirnya jatuh sakit karena memaksakan diri tanpa pola pengaturan waktu yang benar.
Nah, agar Anda tetap “waras” dan bisa menikmati proses belajar ini hingga mendapatkan sertifikat pendidik, di artikel ini saya akan membagikan 7 strategi taktis yang sudah terbukti ampuh. Kita akan belajar cara “mencuri” waktu dan bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras. Strategi ini sangat relevan terutama bagi Anda yang ingin menghindari drama tugas menumpuk seperti yang sering terjadi dalam pengalaman ikut PPG daring banyak peserta sebelumnya.
7 Strategi Jitu Mengatur Waktu Antara Sekolah dan Kuliah
Berikut adalah langkah-langkah praktis dalam menerapkan manajemen waktu perkuliahan PPG agar produktivitas Anda tetap terjaga:
1. Terapkan Teknik “Time Boxing”
Jangan biarkan tugas PPG “mengalir” seharian tanpa batas. Kotak-kotakkan waktu Anda. Misal: Jam 05.00-06.00 khusus baca modul (Golden Hour). Jam 07.00-12.00 fokus mengajar di sekolah. Jam 13.00-16.00 fokus Vicon. Jam 19.00-21.00 fokus mengerjakan LK. Di luar jam itu, larang diri Anda memikirkan tugas.
2. Manfaatkan “Curi Waktu” di Sekolah
Jika ada jam kosong mengajar atau jam istirahat, jangan dipakai untuk mengobrol santai di ruang guru. Gunakan 30-60 menit tersebut untuk menyicil tugas-tugas ringan seperti merespons forum diskusi LMS atau mencari referensi jurnal. Akumulasi waktu curian ini sangat berdampak besar pada beban kerja malam hari.
3. Stop Jadi Perfeksionis (Done is Better Than Perfect)
Ini penyakit utama guru. Dalam manajemen waktu perkuliahan PPG, kesempurnaan adalah musuh produktivitas. Jika target nilai Anda adalah lulus (minimal B), jangan habiskan waktu 5 jam hanya untuk menghias slide presentasi agar estetik. Fokus pada substansi konten, selesaikan, lalu kirim. Anda bisa memperbaikinya nanti jika ada revisi.
4. Prioritaskan Tugas Berdasarkan Deadline (Matriks Eisenhower)
LMS PPG penuh dengan tugas. Pilah mana yang Urgent & Important (misal: LK yang deadline malam ini) dan mana yang bisa ditunda (misal: video praktik yang deadline minggu depan). Kerjakan yang mendesak dulu, jangan terjebak mengerjakan tugas yang mudah tapi deadline-nya masih lama.
5. Komunikasikan dengan Kepala Sekolah dan Rekan
Jangan berjuang sendirian dalam diam. Sampaikan jadwal PPG Anda kepada Kepala Sekolah dan minta keringanan beban administrasi tambahan jika memungkinkan. Rekan sejawat biasanya juga akan memaklumi jika Anda sedikit “menghilang” dari kegiatan sosial sekolah demi fokus kuliah.
6. Gunakan Teknologi untuk Otomatisasi
Jangan mengetik manual hal-hal yang bisa diotomatisasi. Gunakan fitur Voice Typing di Google Docs untuk menulis draf tugas saat Anda lelah mengetik. Gunakan aplikasi manajemen referensi untuk daftar pustaka. Teknologi ada untuk mempercepat kerja Anda.
7. Jadwalkan Istirahat Secara Sengaja
Otak yang lelah bekerja lebih lambat. Masukkan jadwal tidur minimal 6 jam dan istirahat sejenak (micro-break) dalam rencana harian Anda. Guru yang sehat akan mengerjakan tugas 2x lebih cepat daripada guru yang mengantuk.
Studi Kasus: Si Lembur vs Si Taktis
Mari kita bandingkan efektivitas dua guru dalam menerapkan manajemen waktu perkuliahan PPG.
Pak Andi (Si Lembur): Beliau mengerjakan tugas tanpa jadwal. Seringkali baru mulai mengerjakan LK jam 9 malam setelah anak tidur. Karena kelelahan, beliau sering tertidur di depan laptop dan tugas belum selesai. Pagi harinya beliau mengajar dengan mata merah dan mood berantakan.
Bu Siti (Si Taktis): Beliau bangun 1 jam lebih awal untuk membaca modul. Saat jam istirahat sekolah, beliau sudah membuat kerangka jawaban LK. Saat Vicon, beliau fokus mencatat poin penting agar tidak perlu mengulang rekaman. Jam 9 malam, Bu Siti sudah selesai upload tugas dan bisa istirahat total. Hasilnya, Bu Siti lulus dengan nilai Cumlaude tanpa sakit.
Penting! Hindari mengerjakan tugas di akhir pekan (Weekend) jika memungkinkan. Gunakan Sabtu-Minggu untuk recharge energi bersama keluarga atau hobi, agar hari Senin Anda siap tempur kembali dengan baterai penuh.
Rekomendasi Alat:
Untuk membantu Anda merangkum materi modul tebal dalam hitungan detik (hemat waktu baca!), gunakan kecerdasan Claude AI. Dan pastikan komunikasi Vicon lancar tanpa gangguan suara dengan Mic Clip-on Wireless.
Siapkah Anda Mengambil Kendali Waktu?
Pada akhirnya, manajemen waktu perkuliahan PPG bukan tentang memiliki waktu lebih banyak, tapi tentang mengelola fokus yang terbatas. Dengan menerapkan strategi di atas, Anda tidak hanya menyelamatkan nilai akademik Anda, tapi juga menyelamatkan kewarasan Anda sebagai manusia. Ingat, PPG hanyalah satu fase, jangan sampai fase ini merusak kesehatan jangka panjang Anda.
Dari ketujuh strategi di atas, mana yang menurut Anda paling sulit dilakukan konsisten? Bangun pagi buta? Atau menolak tugas tambahan di sekolah? Coba bagikan tantangan Anda di kolom komentar, mari kita cari solusinya bersama.
Untuk melihat jadwal resmi sinkronus dan asinkronus agar Anda bisa menyusun rencana, selalu cek notifikasi di LMS PPG Kemdikbud.
Pertanyaan Umum (FAQ)
- Berapa jam sehari rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk PPG?
Rata-rata peserta menghabiskan 6-8 jam per hari. Ini mencakup belajar mandiri (pagi), Vicon (siang-sore), dan pengerjaan tugas (malam). Ini setara dengan jam kerja penuh. - Apakah boleh izin tidak ikut Vicon karena ada rapat sekolah?
Boleh, tapi terbatas. Kehadiran Vicon (Presensi) memiliki bobot penilaian. Jika terlalu sering izin, nilai partisipasi akan anjlok. Sebaiknya komunikasikan bentrok jadwal ini dengan Kepala Sekolah. - Bagaimana cara mengatur waktu saat PPL (Praktik Lapangan)?
Saat PPL, beban bergeser ke persiapan mengajar dan editing video. Gunakan akhir pekan untuk syuting atau editing agar hari kerja bisa fokus pada administrasi dan refleksi. - Apakah tugas PPG ada yang dikerjakan berkelompok?
Ada, terutama saat diskusi ruang kolaborasi. Manfaatkan kerja kelompok untuk membagi beban riset, tapi pastikan setiap anggota berkontribusi agar beban tidak menumpuk di satu orang (biasanya ketua).
Share this content:








