7 Contoh Tugas Perkuliahan PPG Paling Sering Muncul dan Cara Mengerjakannya

contoh tugas perkuliahan ppg

Contoh tugas perkuliahan PPG umumnya mencakup analisis masalah pembelajaran (LK 1.1), kajian literatur (LK 1.2), pengembangan perangkat ajar inovatif, hingga pembuatan video praktik mengajar dan laporan Best Practice.

Bagi calon mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), bayangan tentang tugas-tugas yang menumpuk seringkali menjadi momok yang menakutkan. Apakah tugasnya hanya membuat makalah seperti zaman S1 dulu? Atau sekadar merangkum buku? Ternyata tidak sesederhana itu, Sobat! Contoh tugas perkuliahan PPG dirancang sangat spesifik untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan keterampilan teknis guru abad 21. Banyak peserta yang “kena mental” di minggu pertama karena kaget melihat format Lembar Kerja (LK) yang menuntut analisis mendalam, bukan sekadar jawaban teoritis.

Nah, agar Anda bisa mencuri start dan menyiapkan mental (serta file-file pendukung) lebih awal, di artikel ini saya akan membedah 7 jenis tugas yang pasti akan Anda temui di LMS. Kita akan lihat detailnya satu per satu agar Anda tidak meraba-raba dalam gelap. Untuk memahami konteks beban kerjanya secara keseluruhan, Anda juga bisa membaca ulasan tentang tugas wajib peserta PPG yang sudah saya bahas sebelumnya.

7 Jenis Tugas Utama yang Wajib Anda Taklukan

Berikut adalah rincian contoh tugas perkuliahan PPG yang menjadi menu sehari-hari mahasiswa PPG, baik Dalam Jabatan (Daljab) maupun Prajabatan. Siapkan catatan Anda!

1. LK 1.1 Identifikasi Masalah (Fondasi Utama)

Ini adalah tugas pembuka yang paling krusial. Anda diminta membuat tabel yang berisi daftar masalah nyata yang terjadi di kelas Anda. Masalahnya harus mencakup aspek pedagogik, literasi, dan numerasi.
Contoh Isian: “80% siswa kelas 5 mengalami kesulitan dalam operasi hitung pecahan (Numerasi).”
Tips: Jangan mengarang masalah! Gunakan data nilai ulangan atau observasi nyata agar mudah dianalisis di tahap selanjutnya.

2. LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (Riset Kecil)

Setelah menemukan masalah, Anda harus mencari tahu “kenapa” masalah itu terjadi. Di sinilah kemampuan riset Anda diuji. Contoh tugas perkuliahan PPG ini mewajibkan Anda mencari Kajian Literatur (jurnal ilmiah) dan melakukan Wawancara (dengan Kepala Sekolah, Guru Senior, atau Pakar/Pengawas).
Output: Kutipan jurnal yang relevan dan transkrip hasil wawancara yang mendukung analisis penyebab masalah.

PROMO HARI INI Kamera CCTV Mini Wifi

Kamera Pengintai Mini Wifi (Pantau Lewat HP)

Tanpa kabel, baterai awet, instalasi mudah & tersembunyi.

Ambil Voucher Diskon →

3. LK 2.1 & 2.2 Penentuan Solusi (Problem Solving)

Setelah tahu penyebabnya, Anda harus menentukan solusi. Apakah mau pakai model Problem Based Learning (PBL)? Atau Project Based Learning (PjBL)? Anda harus memberikan alasan kuat mengapa memilih solusi tersebut.
Tantangan: Solusi harus inovatif dan berbasis teknologi (TPACK). Tidak boleh solusi konvensional seperti “Ceramah bervariasi”.

4. Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Modul Ajar Lengkap)

Ini adalah paket lengkap. Anda diminta menyusun RPP (Modul Ajar), Bahan Ajar (Handout), Media Pembelajaran (PPT/Video), LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), dan Instrumen Penilaian (Kisi-kisi & Rubrik).
Catatan: Perangkat ini nantinya akan digunakan untuk PPL. Jadi, buatlah seserius mungkin karena akan direvisi berkali-kali oleh dosen.

5. Video Praktik Pembelajaran (Editing Skill)

Contoh tugas perkuliahan PPG yang paling menguras storage laptop adalah ini. Anda harus merekam praktik mengajar di kelas (durasi asli 2×35 menit atau lebih), lalu mengeditnya menjadi video berdurasi 15 menit.
Isi Video: Harus memuat Pendahuluan, Inti (Sintaks model pembelajaran terlihat jelas), dan Penutup. Video tidak boleh goyang dan suara harus jernih.

6. Laporan Best Practice (Metode STAR)

Di akhir siklus, Anda wajib membuat laporan praktik baik. Formatnya baku menggunakan metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi).
Isi Laporan: Menceritakan keberhasilan Anda dalam mengatasi masalah siswa menggunakan metode yang sudah dipilih. Ini seringkali menjadi syarat kelulusan uji kinerja.

7. Jurnal Refleksi Dwi Mingguan

Tugas ini bersifat rutin. Anda diminta menuliskan refleksi tentang apa yang dipelajari, perasaan saat belajar, dan rencana ke depan. Model refleksinya beragam, ada model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) atau model Deal.

Penting! Jangan pernah meremehkan referensi jurnal untuk LK 1.2. Siapkan akun Google Scholar atau Garuda Kemdikbud dari sekarang agar Anda tidak panik mencari jurnal pendukung saat deadline mepet.

Rekomendasi Alat:

Untuk membantu Anda mencari referensi jurnal atau merangkum materi modul dengan cepat (sebagai bahan tugas LK), gunakan kecerdasan buatan dari Claude AI. Dan pastikan suara di video praktik Anda terdengar jelas oleh dosen penilai dengan menggunakan Mic Clip-on Wireless.

Siapkah Anda Mengerjakan Semua Itu?

Melihat daftar contoh tugas perkuliahan PPG di atas mungkin membuat Anda sedikit pusing. Tapi percayalah, ribuan guru sudah melewatinya dan berhasil lulus. Kuncinya adalah dicicil dan jangan menunda. Pahami pola tugasnya: Analisis Masalah -> Cari Solusi -> Buat Perangkat -> Praktik -> Refleksi. Siklusnya selalu begitu.

Dari ke-7 tugas tersebut, mana yang menurut Anda paling menantang? Membuat video? Atau mencari jurnal ilmiah? Coba bagikan kekhawatiran Anda di kolom komentar, mari kita bedah strateginya bersama-sama.

Untuk format template LK yang paling valid dan terbaru, selalu unduh langsung dari LMS resmi saat perkuliahan dimulai di PPG Kemdikbud.

Pertanyaan Umum (FAQ)

  1. Apakah format LK 1.1 selalu sama setiap tahun?
    Secara substansi sama (identifikasi masalah), namun format kolom tabelnya bisa sedikit berubah tergantung kebijakan Dirjen GTK tahun berjalan. Selalu pakai template dari dosen.
  2. Bolehkah menggunakan video pembelajaran orang lain untuk tugas?
    Dilarang keras! Video praktik pembelajaran (PPL) harus menampilkan wajah Anda sendiri sedang mengajar siswa di kelas Anda. Menggunakan video orang lain adalah pelanggaran berat (plagiasi).
  3. Bagaimana jika saya tidak bisa mengedit video?
    Anda harus belajar dasar-dasarnya. Tidak perlu pakai Adobe Premiere yang berat, cukup gunakan aplikasi HP seperti CapCut atau Kinemaster. Yang dinilai adalah konten pembelajarannya, bukan efek sinematiknya.
  4. Apakah laporan Best Practice harus dipublikasikan?
    Disarankan iya. Biasanya mahasiswa diminta mengunggahnya di Guru Berbagi atau media sosial sebagai bentuk diseminasi karya kepada rekan sejawat.

Share this content:

Visited 7 times, 1 visit(s) today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *