3 Kategori Contoh Soal Perbandingan Umur 2 Orang Rumus Cepat & Lengkap

Last Updated on 17 November 2025 by Suryo Hadi Kusumo

soal TKP HOTS CPNS, latihan TKP CPNS 2025, tes karakteristik pribadi, contoh soal TKP, pembahasan TKP HOTS

Matematika sering kali dianggap sebagai momok yang menakutkan bagi sebagian besar pelajar maupun peserta seleksi kerja. Salah satu topik yang paling sering muncul dan kerap menjebak peserta adalah materi perbandingan, khususnya yang berkaitan dengan usia. Faktanya, pencarian mengenai contoh soal perbandingan umur 2 orang selalu meningkat tajam menjelang musim ujian nasional atau seleksi CPNS. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang merasa kesulitan memahami logika dasar di balik soal-soal tersebut.

Sebenarnya, kunci utama untuk menaklukkan soal cerita matematika bukanlah menghafal rumus yang rumit, melainkan memahami pola kalimat dan menerjemahkannya ke dalam model matematika sederhana. Berdasarkan analisis kami terhadap soal-soal ujian dalam lima tahun terakhir, variasi soal umur ini hanya berputar pada tiga dimensi waktu: masa lalu, masa kini, dan masa depan. Jika Anda mampu memegang konsep dasar ini, soal serumit apa pun akan terasa mudah.

Selanjutnya, artikel panduan komprehensif ini akan membedah tuntas logika berpikir, rumus cepat, dan puluhan contoh soal perbandingan umur 2 orang yang dilengkapi dengan pembahasan mendalam. Kami akan memandu Anda langkah demi langkah, mulai dari level pemula hingga level soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang sering muncul di tes kompetensi dasar.

Konsep Fundamental: Logika Matematika Umur

Sebelum kita melompat ke latihan soal, sangat krusial untuk membangun pondasi pemahaman yang kuat. Banyak peserta gagal bukan karena tidak bisa berhitung, tetapi karena salah dalam menyusun persamaan. Dalam konteks matematika perbandingan umur, terdapat dua hukum mutlak yang tidak boleh dilanggar.

Hukum 1: Selisih Umur Selalu Tetap (Konstan)

Prinsip pertama yang wajib Anda ingat adalah selisih umur. Jika hari ini Anda berusia 20 tahun dan adik Anda berusia 15 tahun, maka selisih umur kalian adalah 5 tahun. Sepuluh tahun lagi, umur Anda menjadi 30 dan adik Anda 25, selisihnya tetap 5 tahun. Bahkan, 50 tahun lagi pun selisihnya akan tetap sama. Oleh karena itu, jika soal menyebutkan selisih umur di masa lalu, Anda bisa langsung menggunakannya untuk perhitungan masa kini.

PROMO HARI INI Kamera CCTV Mini Wifi

Kamera Pengintai Mini Wifi (Pantau Lewat HP)

Tanpa kabel, baterai awet, instalasi mudah & tersembunyi.

Ambil Voucher Diskon →

Hukum 2: Waktu Berjalan Serentak

Prinsip kedua adalah kesetaraan waktu. Jika umur A bertambah 5 tahun, maka umur B juga pasti bertambah 5 tahun. Tidak mungkin umur A bertambah sementara umur B tetap. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah peserta lupa menambahkan variabel waktu pada kedua subjek saat menyusun persamaan matematika.

Rumus Cepat dan Metode Substitusi

Untuk menyelesaikan contoh soal perbandingan umur 2 orang dengan efisien, Anda memerlukan strategi yang tepat. Metode eliminasi dan substitusi adalah teknik standar yang diajarkan di sekolah, namun dalam konteks ujian dengan waktu terbatas, kita membutuhkan cara yang lebih taktis.

Rumus dasar yang sering digunakan sebagai jalan pintas adalah:

Nilai Ditanya = (Perbandingan Ditanya / Perbandingan Diketahui) x Nilai Nyata Diketahui

Adapun nilai nyata yang diketahui bisa berupa jumlah umur keduanya atau selisih umur keduanya. Jika yang diketahui adalah jumlah umur, maka penyebutnya adalah jumlah angka perbandingan. Sebaliknya, jika yang diketahui adalah selisih umur, maka penyebutnya adalah selisih angka perbandingan.

🚀 Latih Kecepatan Berhitung Anda!

Gunakan platform kuis interaktif untuk mengasah logika matematika dan kecepatan mengerjakan soal perbandingan.

Coba Akun Quizizz Premium

Kategori 1: Perbandingan Umur Dasar (Masa Kini)

Pada level ini, kita akan membahas soal yang hanya melibatkan satu dimensi waktu, yaitu masa sekarang. Tipe soal ini adalah yang paling dasar dan menjadi fondasi untuk mengerjakan soal yang lebih kompleks.

Soal 1:
Perbandingan umur Ani dan Budi saat ini adalah 3 : 5. Jika jumlah umur mereka adalah 48 tahun, berapakah umur Budi?

Lihat Pembahasan

Diketahui:
Rasio Ani : Budi = 3 : 5
Jumlah Rasio = 3 + 5 = 8
Jumlah Umur Nyata = 48 tahun

Penyelesaian:
Karena yang diketahui adalah jumlah umur, maka kita gunakan jumlah rasio sebagai pembagi.
Umur Budi = (Rasio Budi / Jumlah Rasio) x Total Umur
Umur Budi = (5 / 8) x 48
Umur Budi = 5 x 6 = 30 tahun.

Soal 2:
Selisih umur Ayah dan Ibu adalah 5 tahun. Jika perbandingan umur mereka adalah 9 : 8, berapakah umur Ayah?

Lihat Pembahasan

Diketahui:
Rasio Ayah : Ibu = 9 : 8
Selisih Rasio = 9 – 8 = 1
Selisih Umur Nyata = 5 tahun

Penyelesaian:
Karena yang diketahui adalah selisih, maka pembaginya adalah selisih rasio.
Umur Ayah = (Rasio Ayah / Selisih Rasio) x Selisih Umur
Umur Ayah = (9 / 1) x 5
Umur Ayah = 45 tahun.

Kategori 2: Perbandingan Melibatkan Dimensi Waktu (Masa Lalu & Depan)

Tingkat kesulitan mulai meningkat di sini. Soal tipe ini biasanya menggunakan kata kunci seperti “5 tahun yang lalu” atau “3 tahun yang akan datang”. Di sinilah prinsip “Waktu Berjalan Serentak” harus diterapkan dengan disiplin.

Soal 3:
Lima tahun yang lalu, perbandingan umur Rina dan Susi adalah 3 : 1. Jika umur Rina sekarang adalah 20 tahun, berapakah umur Susi sekarang?

Lihat Pembahasan

Analisis Logika:
Kita harus membawa umur Rina ke masa lalu (5 tahun lalu) agar sesuai dengan rasio yang diketahui.

Langkah 1: Hitung umur Rina 5 tahun lalu.
Umur Rina (dulu) = 20 – 5 = 15 tahun.

Langkah 2: Gunakan perbandingan untuk mencari umur Susi (dulu).
Rasio Rina : Susi = 3 : 1.
Umur Susi (dulu) = (1/3) x 15 = 5 tahun.

Langkah 3: Kembalikan umur Susi ke masa sekarang.
Umur Susi (sekarang) = 5 + 5 = 10 tahun.

Soal 4:
Dua tahun yang akan datang, umur Pak Budi akan menjadi 3 kali lipat umur anaknya. Jika umur anaknya sekarang adalah 10 tahun, berapakah umur Pak Budi saat ini?

Lihat Pembahasan

Langkah 1: Tentukan umur anak di masa depan.
Umur anak (masa depan) = 10 + 2 = 12 tahun.

Langkah 2: Hitung umur Pak Budi di masa depan berdasarkan perbandingan.
Umur Pak Budi (masa depan) = 3 x Umur Anak = 3 x 12 = 36 tahun.

Langkah 3: Tarik mundur ke masa sekarang.
Umur Pak Budi (sekarang) = 36 – 2 = 34 tahun.

📚 Jangan Sampai Kehabisan Kertas Coretan!

Matematika butuh latihan tangan. Pastikan Anda memiliki stok buku catatan yang cukup untuk berlatih ribuan soal.

Beli Buku Catatan Murah

Kategori 3: Soal Cerita Kompleks (HOTS)

Soal kategori HOTS (Higher Order Thinking Skills) biasanya menggabungkan beberapa variabel atau kondisi. Tipe soal inilah yang sering muncul dalam seleksi CPNS (TIU) dan tes potensi akademik. Anda dituntut untuk membangun model matematika dari cerita yang panjang.

Soal 5:
Umur Hasan 4 tahun lebih tua dari umur Elsa. Sepuluh tahun yang akan datang, jumlah umur keduanya adalah 64 tahun. Berapakah umur Hasan sekarang?

Lihat Pembahasan

Model Matematika:
Misalkan H = Hasan, E = Elsa.
Persamaan 1: H = E + 4 (Hasan lebih tua 4 tahun)
Persamaan 2: (H + 10) + (E + 10) = 64 (Kondisi 10 tahun lagi)

Penyederhanaan Persamaan 2:
H + E + 20 = 64
H + E = 44

Substitusi Persamaan 1 ke Persamaan 2:
(E + 4) + E = 44
2E + 4 = 44
2E = 40
E = 20 tahun.

Mencari Umur Hasan:
H = E + 4 = 20 + 4 = 24 tahun.

Soal 6:
Perbandingan umur Ibu dan Nenek 5 tahun lalu adalah 2 : 3. Lima tahun yang akan datang, perbandingan umur mereka menjadi 3 : 4. Berapakah umur Ibu sekarang?

Lihat Pembahasan

Analisis:
Misalkan umur Ibu sekarang = I, Nenek sekarang = N.
Kondisi 1 (5 thn lalu): (I – 5) / (N – 5) = 2 / 3
=> 3(I – 5) = 2(N – 5) => 3I – 15 = 2N – 10 => 3I – 2N = 5 (Persamaan i)

Kondisi 2 (5 thn lagi): (I + 5) / (N + 5) = 3 / 4
=> 4(I + 5) = 3(N + 5) => 4I + 20 = 3N + 15 => 4I – 3N = -5 (Persamaan ii)

Eliminasi:
Kalikan (i) dengan 3: 9I – 6N = 15
Kalikan (ii) dengan 2: 8I – 6N = -10
Kurangkan kedua hasil: (9I – 8I) = 15 – (-10)
I = 25.
Jadi, umur Ibu sekarang adalah 25 tahun.

🤖 Bingung? Tanya AI Saja!

Gunakan teknologi AI untuk memecahkan soal matematika langkah demi langkah. Sangat membantu saat belajar mandiri di rumah.

Cek Slider AI + Chat GPT

Tips dan Trik Mengerjakan Soal Perbandingan Saat Ujian

Mengetahui cara menghitung saja tidak cukup jika Anda kehabisan waktu. Dalam ujian seperti CPNS, kecepatan adalah segalanya. Berikut adalah beberapa strategi praktis yang bisa Anda terapkan:

1. Gunakan Teknik “Tebak Cerdas” (Scanning Options)

Seringkali, Anda tidak perlu menghitung sampai selesai. Lihatlah angka perbandingan. Jika ditanya umur Budi dan perbandingannya adalah 5, maka umur Budi pasti kelipatan 5. Cek opsi jawaban, jika hanya ada satu angka yang kelipatan 5, itulah jawabannya. Anda hemat waktu 2 menit!

2. Fokus pada Selisih

Jika soal terlihat rumit dengan banyak angka tahun, kembalilah ke prinsip “Selisih Tetap”. Hitung selisih umur di masa lalu, lalu gunakan angka itu untuk mencari umur di masa sekarang. Ini jauh lebih cepat daripada membuat dua persamaan linear yang rumit.

3. Visualisasi dengan Tabel

Untuk soal yang melibatkan perubahan waktu (dulu, sekarang, nanti), buatlah tabel sederhana di kertas buram. Kolom tabel berisi nama orang, dan baris tabel berisi periode waktu. Ini membantu otak Anda mengorganisir data dan mencegah kesalahan hitung akibat kebingungan variabel.

Relevansi Materi Ini dengan Seleksi Kerja dan Pendidikan

Mengapa kita harus repot-repot belajar perbandingan umur? Materi ini bukan sekadar teori di atas kertas. Dalam tes potensi akademik (TPA) untuk masuk S2, seleksi BUMN, hingga tes CPNS, logika perbandingan selalu muncul.

Kemampuan menyelesaikan soal tipe ini menunjukkan bahwa Anda memiliki logika berpikir yang runut dan kemampuan analisis masalah yang baik. Bagi Anda yang berprofesi sebagai pendidik atau sedang mengejar sertifikasi, penguasaan materi dasar matematika seperti ini juga sangat vital. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengembangan karir di bidang pendidikan, Anda bisa membaca artikel kami tentang syarat dan jadwal pendaftaran CPNS PPPK Guru 2026.

Kesimpulan

Menaklukkan contoh soal perbandingan umur 2 orang sebenarnya menyenangkan jika Anda sudah menemukan polanya. Ingatlah bahwa matematika adalah bahasa logika yang konsisten. Dengan memegang teguh dua prinsip utama—selisih umur tetap dan waktu berjalan serentak—Anda sudah memegang 50% kunci jawaban.

Mulailah berlatih secara konsisten. Jangan hanya membaca pembahasan, tetapi cobalah mengerjakan ulang soal tersebut tanpa melihat kunci jawaban. Semakin sering Anda berlatih, semakin tajam intuisi matematika Anda. Selamat belajar dan semoga sukses menaklukkan ujian!

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Soal Perbandingan Umur

Apakah mungkin hasil perhitungan umur berupa bilangan desimal/pecahan?

Dalam konteks soal ujian standar (seperti CPNS atau sekolah), umur biasanya selalu bilangan bulat. Jika Anda menemukan hasil desimal (misal 12,5 tahun), coba cek kembali perhitungan Anda, kemungkinan ada kesalahan hitung.

Bagaimana cara cepat membedakan variabel dalam soal cerita yang panjang?

Gunakan inisial nama. Jika soal menyebut “Andi dan Budi”, gunakan variabel A dan B, jangan X dan Y. Ini mencegah kebingungan di akhir perhitungan saat harus menentukan nilai siapa yang dicari.

Apakah rumus “n tahun yang lalu” selalu dikurang?

Ya, secara matematis “n tahun yang lalu” berarti (Umur Sekarang – n). Sebaliknya, “n tahun yang akan datang” berarti (Umur Sekarang + n). Konsistensi tanda operasi ini sangat penting.

Apa yang harus dilakukan jika soal tidak menyebutkan “jumlah” atau “selisih”?

Biasanya soal akan memberikan kondisi lain, seperti “umur A adalah dua kali umur B”. Ini bisa diubah menjadi persamaan substitusi (A = 2B). Gunakan persamaan ini untuk menggantikan salah satu variabel.

Share this content:

Visited 14 times, 1 visit(s) today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *