5 Cara Ubah Daftar Pustaka Ke APA 7 Style ChatGPT Anti Salah

Halo rekan-rekan mahasiswa pejuang skripsi yang saya banggakan. Bagaimana kabar naskahnya? Sudah masuk Bab berapa? Atau malah sedang terjebak di fase paling membosankan dalam sejarah penulisan ilmiah: Merapikan Daftar Pustaka?
Jujur saja, sebagai dosen, saya sering menemukan naskah skripsi yang isinya “daging” banget, analisisnya tajam, tapi begitu masuk halaman belakang alias Daftar Pustaka, isinya seperti kapal pecah. Font-nya beda-beda, ada yang pakai tahun di depan, ada yang judulnya miring ada yang tegak. Padahal, kerapian referensi itu mencerminkan kedisiplinan seorang peneliti. Di era sekarang, kalian tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam memelototi buku panduan manual. Kita sudah membahas cara menggunakan ChatGPT 4 untuk skripsi, jurnal, dan penelitian akademis secara umum, dan sekarang kita akan bedah spesifik tentang Cara Ubah Daftar Pustaka Ke APA 7 Style ChatGPT. Trik ini bisa menyelamatkan mata kalian dari kelelahan dan menyelamatkan naskah kalian dari coretan spidol merah dosen.
Kenapa Harus APA 7th Edition? Apa Bedanya?
Sebelum kita suruh AI bekerja, kalian harus paham dulu standar yang kita tuju. American Psychological Association (APA) Style edisi ke-7 adalah standar emas penulisan ilmiah saat ini. Banyak mahasiswa masih terjebak di APA edisi 6.
Perbedaan vitalnya ada pada:
- Tidak perlu lagi menulis “Retrieved from” atau “Diakses dari” sebelum URL (kecuali ada tanggal akses).
- Menuliskan semua nama penulis hingga 20 orang (dulu cuma sampai 7, sisanya pakai et al).
- Kota penerbit buku tidak perlu dicantumkan lagi.
Detail-detail kecil inilah yang sering luput. Dalam prinsip etika Penelitian, format sitasi yang benar adalah bentuk penghormatan kita terhadap karya orang lain.
Langkah 1: Kumpulkan “Bahan Mentah” yang Berantakan
Langkah pertama dalam Cara Ubah Daftar Pustaka Ke APA 7 Style ChatGPT adalah mengumpulkan semua link, judul buku, atau catatan kaki yang kalian punya. Tidak perlu rapi dulu. Namanya juga bahan mentah.
Mungkin kalian mengambil referensi dari berbagai sumber saat sedang mencari gap penelitian bab 1 skripsi. Kumpulkan URL jurnalnya, judul bukunya, atau DOI-nya dalam satu file notepad.
Langkah 2: Prompt “Librarian Persona” (Kunci Presisi)
Jangan cuma ketik: “Rapikan daftar pustaka ini.” Hasilnya bakal standar banget. Gunakan prompt yang memerintahkan AI berperan sebagai Pustakawan Senior.
Copy prompt ini:
“Bertindaklah sebagai Editor Jurnal Internasional dan Ahli Pustaka yang sangat teliti terhadap format APA 7th Edition.
Saya memiliki daftar referensi mentah di bawah ini (campuran antara buku, jurnal, dan website). Tugas Anda:
1. Ubah formatnya menjadi APA 7 Style yang sempurna.
2. Urutkan secara alfabetis (A-Z).
3. Perhatikan penggunaan huruf miring (Italic) pada nama jurnal dan judul buku.
4. Pastikan penulisan DOI atau URL sesuai standar APA 7 (https://doi.org/…).
5. Jika ada data yang kurang (misal nama kota atau volume jurnal), berikan tanda [DATA KURANG] agar saya bisa cek manual.
Berikut daftarnya: [PASTE DAFTAR PUSTAKA MENTAH]”
Prompt ini memaksa AI untuk tidak “sok tahu”. Jika datanya kurang, dia akan jujur, sehingga kalian bisa melengkapinya. Ini jauh lebih aman daripada AI mengarang data.
Langkah 3: Handling Referensi yang Rumit (Prosiding & Skripsi)
Seringkali referensi kita bukan cuma buku, tapi juga skripsi kakak tingkat atau prosiding seminar. Formatnya beda lagi. Jika kalian sebelumnya melakukan riset kualitatif dan bingung mengutip transkrip wawancara, kalian bisa cek artikel bisakah ChatGPT mengkodekan data kualitatif untuk memahami konteks sitasi data primer.
Untuk referensi jenis skripsi/tesis, tambahkan instruksi khusus pada prompt:
“Khusus untuk referensi yang berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi, pastikan formatnya mengikuti pola: Nama Penulis. (Tahun). *Judul Skripsi* [Skripsi tidak diterbitkan/Master’s thesis]. Nama Universitas.”
Cek Akun Claude AI (Lebih Teliti Format APA 7)
Langkah 4: Koreksi “Sentence Case” vs “Title Case”
Ini kesalahan yang paling sering saya coret. Di APA 7, judul artikel jurnal menggunakan Sentence case (huruf besar hanya di awal kalimat), sedangkan Nama Jurnal menggunakan Title Case (Huruf Besar Di Setiap Kata).
ChatGPT kadang terbawa format teks asli kalian. Lakukan Double Check dengan prompt susulan:
“Cek kembali hasil di atas. Pastikan judul artikel menggunakan ‘sentence case’ (huruf kecil semua kecuali kata pertama dan setelah tanda titik dua), dan Nama Jurnal menggunakan ‘Title Case’ dan dicetak miring. Perbaiki jika ada yang salah.”
Langkah 5: Penanganan Link DOI dan URL
Zaman dulu, URL jurnal itu panjang-panjang dan bikin daftar pustaka jadi jelek. Di APA 7, kita disarankan menggunakan format DOI yang bersih.
Misalnya kalian mengutip jurnal tentang metode survei setelah membaca artikel prompt chatgpt buat kuesioner skala likert otomatis, pastikan linknya rapi.
Prompt Pembersih URL:
“Jika ada URL yang terlalu panjang, tolong jangan dipendekkan sendiri (jangan pakai bit.ly). Tapi jika tersedia DOI, ubah formatnya menjadi https://doi.org/xxxx. Jika tidak ada DOI, biarkan URL aslinya aktif.”
Langkah 6: Copas ke Word (Setting Hanging Indent)
Ingat, ChatGPT mengeluarkan output berupa teks biasa, bukan format Microsoft Word. Jadi, “Hanging Indent” (baris kedua menjorok ke dalam) tidak akan muncul otomatis di chat.
Trik Dosen:
- Copy hasil dari ChatGPT.
- Paste ke MS Word (pilih Keep Text Only).
- Blok semua daftar pustaka.
- Tekan `Ctrl + T` di keyboard (Shortcut untuk Hanging Indent).
- Rapikan spasi antar baris.
Akun Turnitin Harian (Cek Plagiasi Aman & Murah)
Kenapa Tidak Pakai Mendeley/Zotero Saja?
Mungkin ada yang bertanya, “Pak, kenapa ribet pakai ChatGPT? Kan ada Mendeley?”. Betul sekali. Mendeley dan Zotero adalah alat manajemen referensi terbaik.
Namun, ChatGPT berguna ketika:
- Kalian lupa memasukkan metadata ke Mendeley sejak awal dan tenggat waktu tinggal 1 jam lagi.
- Daftar pustaka kalian berasal dari website atau dokumen pemerintah yang tidak terdeteksi otomatis oleh plugin Mendeley.
- Kalian hanya ingin merapikan format manual yang sudah terlanjur diketik di Word.
Jadi, gunakan Cara Ubah Daftar Pustaka Ke APA 7 Style ChatGPT sebagai alat “Emergency” atau alat *polishing* terakhir.
Kesimpulan
Teman-teman mahasiswa, kerapian daftar pustaka adalah bentuk apresiasi kita terhadap ilmu pengetahuan. Jangan sampai skripsi yang kalian kerjakan berbulan-bulan dengan cucuran keringat dan air mata (mungkin juga darah), nilainya turun cuma gara-gara titik koma salah tempat.
Manfaatkan AI untuk mengerjakan hal-hal teknis yang membosankan seperti formatting ini, supaya otak kalian bisa fokus pada hal yang lebih penting: Mempertahankan argumen saat sidang nanti. Teknologi ada untuk memudahkan, bukan untuk membuat kita malas. Gunakan dengan bijak, teliti ulang hasilnya, dan segera selesaikan skripsi itu!
Selamat mencoba, semoga daftar pustakanya rapi jali dan langsung di-ACC!
Share this content:








