7 Cara Susun RPS Dosen Update dengan ChatGPT Anti Ribet

Cara Susun RPS Dosen Update dengan ChatGPT

Halo Bapak/Ibu Dosen, rekan sejawat yang luar biasa! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semangat Tridharma-nya masih menyala, meskipun kita semua tahu bahwa musim awal semester adalah musim “lembur nasional” bagi para dosen. Mengapa? Karena ada satu makhluk administrasi yang harus kita taklukan: Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

Jujur saja, menyusun atau merevisi RPS itu seringkali memakan waktu lebih banyak daripada persiapan mengajarnya sendiri. Kita harus memikirkan CPL, CPMK, Sub-CPMK, hingga metode pembelajaran yang sesuai dengan IKU (Indikator Kinerja Utama). Belum lagi kalau Kaprodi minta update kurikulum berbasis OBE (Outcome Based Education). Rasanya ingin lambaikan tangan ke kamera. Tapi tenang, di era disrupsi ini, kita bisa bekerja lebih cerdas. Kita sudah membahas fundamentalnya di artikel cara menggunakan ChatGPT 4 untuk skripsi, jurnal, dan penelitian akademis. Kali ini, kita akan spesifik membedah Cara Susun RPS Dosen Update dengan ChatGPT agar tugas administratif ini bisa selesai “sat-set” tanpa mengurangi kualitas akademis.

Transformasi Administrasi: Dari Manual ke AI Assistant

Sebelum kita masuk ke teknis, mari samakan persepsi. Menggunakan AI untuk menyusun RPS bukan berarti kita malas atau menyerahkan tanggung jawab akademik ke robot. Sama sekali bukan. Menurut Wikipedia, ChatGPT adalah model bahasa yang dilatih dengan data teks yang masif. Kita memanfaatkannya sebagai “Asisten Pribadi” untuk merapikan struktur, mencari ide metode pembelajaran, dan menyusun kalimat taksonomi Bloom yang pas.

Tugas kita sebagai dosen adalah menjadi “Pilot” yang mengarahkan ke mana mata kuliah ini akan dibawa. AI hanyalah “Co-Pilot” yang membantu navigasi detailnya.

⚠️
Penting untuk Diingat! ChatGPT tidak mengetahui Kurikulum Prodi spesifik di kampus Bapak/Ibu. Jangan pernah meminta AI membuat RPS dari nol tanpa memberikan konteks CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) prodi Anda. Hasilnya pasti akan ngawur dan tidak selaras dengan visi misi prodi. Prinsipnya: Garbage In, Garbage Out.

Langkah 1: Siapkan “Bahan Baku” (CPL dan CPMK)

Langkah pertama dalam Cara Susun RPS Dosen Update dengan ChatGPT adalah menyiapkan input data. Anda harus memegang dokumen kurikulum prodi.

Copy CPL yang dibebankan pada mata kuliah Anda, dan CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) yang sudah ditentukan. Ini adalah “rel” kereta apinya. AI akan membantu kita membuat gerbongnya (Sub-CPMK dan Materi).

PROMO HARI INI Kamera CCTV Mini Wifi

Kamera Pengintai Mini Wifi (Pantau Lewat HP)

Tanpa kabel, baterai awet, instalasi mudah & tersembunyi.

Ambil Voucher Diskon →

Contoh Prompt Awal:

“Saya adalah dosen pengampu mata kuliah [Nama MK]. Mata kuliah ini memiliki bobot [SKS] SKS. CPL Prodi yang dibebankan adalah: [Paste CPL]. CPMK mata kuliah ini adalah: [Paste CPMK].

Tugas Anda: Bertindaklah sebagai Ahli Kurikulum Pendidikan Tinggi. Bantu saya membreakdown CPMK tersebut menjadi Sub-CPMK untuk 14 kali pertemuan (di luar UTS dan UAS). Pastikan penggunaan Kata Kerja Operasional (KKO) sesuai dengan Taksonomi Bloom level [Sebutkan Level, misal C4-C6].”

Langkah 2: Integrasi Metode Pembelajaran Kekinian (Case Method & PjBL)

Tuntutan IKU 7 mewajibkan kita menggunakan metode pembelajaran partisipatif dan kolaboratif, seperti Case Method atau Project Based Learning (PjBL). Seringkali kita buntu ide, kasus apa yang relevan?

Di sinilah AI bersinar. Anda bisa meminta ide studi kasus yang relevan dengan tren industri saat ini. Ini mirip dengan cara kita mencari gap penelitian bab 1 skripsi, di mana kita mencari masalah nyata untuk dijadikan bahan kajian.

Prompt Ide Metode Pembelajaran:

“Untuk pertemuan ke-5 dengan topik [Topik Pertemuan], saya ingin menggunakan metode Case Method. Berikan saya 3 contoh studi kasus nyata yang relevan dengan industri saat ini yang bisa didiskusikan mahasiswa di kelas. Sertakan juga pertanyaan pemantik diskusinya.”
Agar penyusunan RPS ini lebih presisi dan logika kurikulumnya terjaga (mengingat RPS teksnya panjang), saya sangat menyarankan Bapak/Ibu menggunakan model AI yang “context window”-nya besar seperti Claude AI. Dia lebih teliti daripada ChatGPT versi gratis.
Cek Akun Claude AI (Lebih Cerdas Susun Kurikulum)

Langkah 3: Merancang Indikator dan Rubrik Penilaian

Bagian paling melelahkan dari RPS adalah membuat kolom “Indikator Penilaian” dan “Kriteria/Rubrik”. Kita sering terjebak menulis “Mahasiswa mampu menjelaskan X” berulang-ulang.

Anda bisa mengotomatisasi ini. Jika mata kuliah Anda melibatkan survei atau penggunaan kuesioner, Anda bisa melihat referensi prompt chatgpt buat kuesioner skala likert otomatis untuk mengadaptasi kriteria penilaian sikap atau keterampilan sosial.

Prompt Rubrik Penilaian:

“Buatkan rubrik penilaian analitik untuk tugas presentasi kelompok pada pertemuan ke-7. Kriteria penilaian harus mencakup: Penguasaan Materi (40%), Kemampuan Komunikasi (30%), dan Kualitas Visual Slide (30%). Buat dalam format tabel dengan skala skor 1-4 (Sangat Kurang, Kurang, Baik, Sangat Baik) beserta deskripsi perilakunya.”

Langkah 4: Update Referensi Pustaka (Daftar Bacaan)

RPS yang baik adalah RPS yang referensinya up to date (maksimal 5-10 tahun terakhir). ChatGPT bisa membantu menyarankan buku atau topik jurnal terbaru, meskipun kita harus tetap memverifikasinya di Google Scholar.

Jika mata kuliah Anda bersifat kualitatif, Anda mungkin perlu merekomendasikan buku-buku metodologi terbaru. Anda bisa mendapat inspirasi dari artikel bisakah ChatGPT mengkodekan data kualitatif untuk melihat tren tools analisis data terbaru yang bisa dimasukkan ke dalam materi ajar.

Prompt Update Referensi:

“Sarankan 5 buku teks (textbook) dan topik jurnal internasional terbaru (tahun 2020 ke atas) yang relevan untuk mata kuliah [Nama MK]. Fokuskan pada perkembangan teknologi terbaru di bidang ini.”

Langkah 5: Membuat Skenario Aktivitas Mahasiswa (Student Learning Experience)

Dalam kurikulum OBE, yang ditekankan adalah apa yang dilakukan mahasiswa, bukan apa yang dilakukan dosen. Kolom “Pengalaman Belajar Mahasiswa” harus diisi detail.

Anda bisa meminta AI merancang aktivitas yang interaktif. Misalnya, menggunakan kuis online.

Untuk mendukung pengalaman belajar yang interaktif sesuai RPS yang kita susun, penggunaan tools gamifikasi sangat disarankan. Masukkan penggunaan tools ini dalam kolom “Media Pembelajaran” di RPS Bapak/Ibu:
Akun Quizizz Super (Kuis Interaktif)

Tips Dosen Senior: Validasi dan Human Touch

Meskipun Cara Susun RPS Dosen Update dengan ChatGPT ini sangat cepat, ada beberapa hal yang wajib Bapak/Ibu periksa manual:

  1. Alokasi Waktu: AI sering salah hitung menit (misal 1 SKS = 50 menit tatap muka + 60 menit terstruktur + 60 menit mandiri). Pastikan hitungannya pas.
  2. Ketersediaan Sarana: Jangan sampai AI menyarankan praktik lab canggih padahal alatnya belum ada di kampus kita.
  3. Gaya Bahasa: Sesuaikan bahasa di RPS dengan template baku kampus masing-masing.

Kesimpulan

Rekan-rekan dosen, administrasi akademik adalah bagian tak terpisahkan dari profesi kita. Namun, jangan sampai waktu kita habis hanya untuk menyusun dokumen, sehingga waktu untuk riset dan membimbing mahasiswa jadi berkurang.

Dengan memanfaatkan AI dalam penyusunan RPS, kita bisa menghemat waktu hingga 70%. Sisa waktu tersebut bisa kita gunakan untuk meningkatkan kualitas materi ajar, menulis jurnal, atau sekadar recharging energi agar tetap prima di depan kelas. Teknologi hadir untuk melayani kita, bukan sebaliknya.

Selamat mencoba menyusun RPS gaya baru, semoga semester depan perkuliahannya makin seru dan bermakna!

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar RPS dan AI

Apakah RPS hasil generate ChatGPT bebas plagiasi?

RPS adalah dokumen administratif yang bersifat umum (public domain dalam kurikulum), jadi isu plagiasi tidak seketat karya ilmiah. Namun, pastikan struktur dan isinya disesuaikan dengan format unik kampus Anda agar tidak terlihat generik.

Bisakah ChatGPT membuat soal UAS dan UTS sekalian?

Sangat bisa! Setelah RPS jadi, Anda bisa meminta: “Berdasarkan Sub-CPMK pertemuan 1-7 di atas, buatkan 5 soal essay untuk UTS dengan level kognitif C4 (Menganalisis) beserta kunci jawaban singkatnya.”

Bagaimana cara memastikan RPS sesuai dengan kurikulum OBE?

Kunci OBE adalah keselarasan (Constructive Alignment). Minta AI untuk mengecek: “Apakah metode asesmen yang saya pilih sudah mampu mengukur ketercapaian Sub-CPMK yang ditetapkan?”. AI akan memberikan analisis logisnya.

Apakah perlu berlangganan GPT-4 untuk menyusun RPS?

Untuk RPS yang sederhana, versi gratis cukup. Tapi jika Anda ingin mengunggah dokumen Kurikulum Prodi (PDF) dan meminta AI menganalisisnya secara utuh (context window besar), versi berbayar atau Claude AI jauh lebih direkomendasikan.

Share this content:

Visited 4 times, 1 visit(s) today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *