Mau Tau Cara Menjadi Dosen PNS? Ini 7 Rahasianya
Last Updated on 15 November 2025 by Suryo Hadi Kusumo

Membahas
Namun, berdasarkan analisis kami terhadap proses seleksi selama bertahun-tahun,
Memahami Status ASN Dosen: PNS vs PPPK
Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk meluruskan pemahaman. Saat ini,
1. Dosen PNS (via Formasi CPNS)
Ini adalah jalur tradisional yang dicari banyak orang. Statusnya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) penuh.
Status: Pegawai Tetap.Keuntungan: Mendapatkan NIP seumur hidup, jenjang karir fungsional penuh, tunjangan kinerja, dan hak pensiun (jaminan hari tua).Batasan: Syarat usia mendaftar umumnya lebih ketat (biasanya maksimal 35 tahun untuk S2, kecuali S3).
2. Dosen PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja)
Ini adalah jalur ASN yang lebih baru. Statusnya adalah pegawai pemerintah, namun berbasis kontrak.
Status: Pegawai dengan Perjanjian Kerja (kontrak biasanya 1-5 tahun dan dapat diperpanjang).Keuntungan: Batas usia mendaftar jauh lebih fleksibel (bisa sampai 1-2 tahun sebelum batas usia pensiun). Sangat cocok untuk praktisi atau profesional yang ingin beralih karir menjadi dosen di usia matang.Batasan: Tidak mendapatkan hak pensiun seperti PNS (namun mendapat jaminan hari tua dalam bentuk lain). Fokusnya adalah pada kompetensi fungsional.
Meskipun proses seleksinya mirip,
7 Langkah dan Cara Menjadi Dosen PNS (Panduan How-To)
Proses
1. Kualifikasi Wajib: S2 Linier dan Terakreditasi
Ini adalah syarat non-negosiasi. Anda wajib memiliki ijazah Magister (S2) yang linier (sejalur) dengan S1 Anda. Contoh: S1 Teknik Informatika, S2 Ilmu Komputer. Selain itu, ijazah Anda wajib berasal dari Prodi dan Universitas yang terakreditasi BAN-PT. Ijazah yang tidak terdaftar di SIVIL (Sistem Verifikasi Ijazah Elektronik) Dikti akan otomatis ditolak.
2. Memantau Formasi di Portal SSCASN
Tidak seperti melamar kerja swasta, Anda tidak bisa mengirim lamaran kapan saja. Anda harus menunggu “formasi” (lowongan) dibuka secara resmi oleh pemerintah, biasanya setahun sekali. Semua pendaftaran terpusat di satu pintu: portal SSCASN BKN. Di sinilah Anda memilih formasi (misal: “Asisten Ahli – Dosen Sosiologi”) di universitas tujuan (misal: Universitas Indonesia).
3. Lolos Seleksi Administrasi (Filter Pertama)
Ini adalah filter birokrasi. Anda akan diminta mengunggah puluhan dokumen digital, termasuk:
- Ijazah dan Transkrip S1 & S2 (wajib linier).
- Surat lamaran, KTP, Pas Foto.
- Sertifikat Akreditasi Prodi (saat Anda lulus).
- Surat Tanda Registrasi (STR) untuk formasi rumpun ilmu kesehatan.
- Sertifikat TOEFL/TPA (jika disyaratkan oleh instansi/universitas).
Di tahap ini, pastikan juga tesis S2 Anda original. Meskipun tidak dicek langsung, rekam jejak akademik yang bersih sangat penting. Memiliki skor Turnitin yang rendah pada karya tulis Anda adalah sebuah keharusan di dunia akademik.
🔍 Jaga Integritas Akademik Anda
Pastikan Tesis S2 dan karya ilmiah Anda lolos cek plagiarisme. Ini adalah modal awal karir dosen yang bersih.
Cek Akun Turnitin Harian/Bulanan4. Lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
Inilah “dinding” pertama yang menggugurkan 80% pelamar. SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan hasilnya transparan. Anda harus lolos *passing grade* (nilai ambang batas) untuk TIGA materi sekaligus:
TWK (Tes Wawasan Kebangsaan): Nasionalisme, Integritas, Bela Negara.TIU (Tes Intelegensi Umum): Logika, numerik, verbal. Ini sering jadi penjegal utama.TKP (Tes Karakteristik Pribadi): Pelayanan publik, profesionalisme, jejaring kerja.
5. Menghadapi Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Dosen
Jika Anda lolos SKD, Anda akan masuk ke SKB. Inilah tes yang sesungguhnya untuk
SKB 1: Microteaching (Simulasi Mengajar)
Anda akan diminta mengajar di depan panelis (dosen senior/Kaprodi) selama 15-20 menit. Mereka tidak hanya menilai penguasaan materi, tetapi juga:
💡 Tampil Beda Saat Microteaching!
Jangan hanya ceramah. Gunakan kuis interaktif di akhir sesi microteaching Anda untuk membuktikan Anda dosen modern.
Cek Langganan Quizizz (Rp 9.310)SKB 2: Wawancara (User & Psikotes)
Wawancara akan berfokus pada motivasi, komitmen Tridharma (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian), dan rencana riset Anda. Anda harus bisa “menjual” diri Anda sebagai peneliti yang akan berkontribusi pada akreditasi prodi.
SKB 3: Tes Tambahan (Opsional)
Beberapa PTN besar (seperti UI, UGM, ITB) mungkin menambahkan tes keahlian bidang (tes tertulis) atau tes TPA/TOEFL internal dengan standar yang lebih tinggi.
6. Pemberkasan dan Pengangkatan
Setelah dinyatakan “Lulus” (integrasi nilai SKD dan SKB), perjuangan belum selesai. Anda akan melalui tahap pemberkasan NIP/NI PPPK yang panjang dan rumit. Kesabaran Anda akan diuji di sini.
7. Mengurus NIDN dan Tridharma
Begitu Anda resmi diangkat dan mendapat SK, tugas pertama Anda adalah segera mengurus NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional). NIDN adalah “KTP” Anda sebagai dosen, yang menjadi syarat untuk mengajar, meneliti, dan mengurus jenjang karir (Asisten Ahli, Lektor, dst.). Anda bisa membaca lebih lanjut tentang tugas ini di panduan umum menjadi dosen.
Analisis Video: Realita Karir Dosen Secara Umum
Meskipun kita fokus pada
Kesalahan Fatal yang Menggagalkan Pelamar Dosen PNS
Berdasarkan analisis kami, ada beberapa blunder yang sering menggagalkan pelamar:
Meremehkan SKD (TIU): Banyak lulusan S2 yang sangat pintar di bidangnya, namun lupa cara berhitung cepat atau logika verbal. Mereka gagal lolos *passing grade* TIU dan tidak pernah sampai ke tahap SKB.Tidak Linier: Ini adalah dosa administrasi terbesar. S1 Sastra Inggris, S2 Manajemen. Anda mendaftar formasi Dosen Manajemen. Sistem akan menolak karena S1 Anda tidak linier.CV Kosong Publikasi: Saat wawancara SKB, Anda ditanya “Rencana riset Anda apa?”. Jika Anda tidak bisa menunjukkan bukti (minimal Tesis S2 yang sudah dipublikasi), Anda akan kalah dengan pelamar yang CV-nya penuh artikel SINTA.Berkas Administrasi Tidak Lengkap: Akreditasi Prodi kedaluwarsa, Ijazah belum dilegalisir, dll. Birokrasi tidak mengenal kata “maaf”.
Kesimpulan
Jalur ini tidak untuk semua orang. Namun, jika Anda memiliki *passion* Tridharma dan kesabaran untuk mengikuti sistem, menjadi Dosen ASN adalah pencapaian karir yang sangat membanggakan.
Pertanyaan Umum (FAQ) Tentang Cara Menjadi Dosen PNS
Perbedaan utama ada di status dan hak. Dosen PNS (via CPNS) adalah pegawai tetap dengan hak pensiun. Dosen PPPK adalah pegawai kontrak (bisa diperpanjang) dengan batas usia pelamar lebih fleksibel, namun tidak mendapat hak pensiun (mendapat jaminan hari tua).
Gaji pokok PNS (Golongan III/b) relatif standar. Namun, pendapatan utama dosen PNS berasal dari Tunjangan Kinerja (Tukin) di PTN masing-masing, Tunjangan Profesi (Serdos) setelah lulus sertifikasi, dan honor dari penelitian (hibah).
Tidak. Syarat kualifikasi akademik minimal untuk dosen S1 dan Diploma adalah Magister (S2). Formasi S1 mungkin ada untuk Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), tapi bukan untuk Dosen.
Hampir pasti tidak bisa. Linieritas (kesesuaian S1-S2) adalah syarat administrasi yang sangat ketat dalam seleksi CPNS Dosen dan akan diperiksa oleh sistem saat pendaftaran.
SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) adalah tes awal untuk semua CPNS (TWK, TIU, TKP). SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) adalah tes lanjutan yang spesifik untuk formasi Dosen, biasanya terdiri dari microteaching, wawancara, dan tes keahlian bidang.
Share this content:







