7 Cara Mengerjakan Tugas PPG Paling Efektif Agar Nilai Sempurna Tanpa Revisi

Cara mengerjakan tugas PPG yang efektif adalah dengan menerapkan sistem manajemen dokumen yang rapi, memahami rubrik penilaian sebelum menulis, dan menjaga “benang merah” (konsistensi) dari identifikasi masalah hingga solusi pembelajaran.
Banyak peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang merasa kewalahan bukan karena materi yang terlalu sulit, melainkan karena tidak memiliki strategi taktis dalam menyelesaikan tagihan LMS. Seringkali, peserta langsung terjun mengetik jawaban tanpa membaca instruksi dengan teliti, yang akhirnya berujung pada revisi berkali-kali dari dosen. Jika Anda tidak tahu cara mengerjakan tugas PPG dengan cerdas, Anda akan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menatap layar kosong atau memperbaiki kesalahan format yang sepele.
Nah, agar energi Anda tidak habis percuma dan hasil yang didapatkan maksimal (nilai di atas *passing grade*), di artikel ini saya akan membagikan 7 langkah strategis yang sudah teruji. Kita akan bedah teknisnya mulai dari menyiasati Lembar Kerja (LK) hingga produksi video. Untuk memahami jenis-jenis tugas apa saja yang menanti Anda, sebaiknya baca dulu referensi tentang tugas wajib peserta PPG agar gambaran medannya lebih jelas.
7 Strategi Taktis Menuntaskan Tugas Tanpa Begadang
Berikut adalah panduan langkah demi langkah tentang cara mengerjakan tugas PPG agar Anda bisa tetap produktif tanpa mengorbankan waktu istirahat:
1. Bedah Rubrik Penilaian Terlebih Dahulu
Ini adalah rahasia para juara. Sebelum mulai mengetik satu kata pun, unduh dan baca “Rubrik Penilaian” untuk tugas tersebut. Dosen menilai berdasarkan rubrik, bukan perasaan. Jika rubrik meminta “minimal 3 referensi jurnal”, maka pastikan Anda mencantumkannya. Jangan bekerja buta.
2. Unduh Template Resmi dan Jangan Ubah Format
LMS biasanya menyediakan template LK (Lembar Kerja) dalam format Word. Unduh file tersebut dan kerjakan langsung di dalamnya. Jangan mengubah margin, font, atau menghapus kolom kecuali diperbolehkan. Kerapian format adalah kesan pertama yang dinilai dosen.
3. Jaga “Benang Merah” Antar Tugas
Dalam cara mengerjakan tugas PPG, konsistensi adalah kunci. Masalah yang Anda angkat di LK 1.1 harus nyambung dengan eksplorasi penyebab di LK 1.2, dan harus diselesaikan dengan solusi di LK 2.1. Jangan ganti topik di tengah jalan karena akan membuat Anda kerja dua kali dari nol.
4. Gunakan Prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi)
Jangan mengerjakannya dari nol (blank canvas). Cari referensi tugas angkatan sebelumnya atau contoh dari internet sebagai pemantik ide. Tapi ingat, Tiru dan Modifikasi, BUKAN Copy-Paste. Sesuaikan konteks masalah dengan kondisi sekolah Anda sendiri agar orisinalitas terjaga.
5. Manfaatkan Teknologi untuk Efisiensi
Gunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley untuk daftar pustaka otomatis. Gunakan Voice Typing di Google Docs jika tangan pegal mengetik. Manfaatkan Tools AI untuk mencari ide atau merapikan kalimat (paraphrasing) agar terhindar dari plagiasi.
6. Strategi Produksi Video yang Efisien
Untuk tugas video PPL, jangan merekam durasi 2 jam penuh jika memori terbatas. Rekam per segmen penting (Pembukaan, Inti, Penutup). Gunakan aplikasi edit video di HP yang ringan (seperti CapCut) jika laptop tidak mumpuni. Pastikan audio jelas, karena audio yang buruk sering jadi alasan pengurangan nilai.
7. Cek Plagiasi Mandiri Sebelum Submit
Sebelum mengunggah ke LMS, cek dulu tugas Anda menggunakan plagiarism checker gratisan atau berbayar. Pastikan tingkat kemiripan di bawah 30% (atau sesuai ketentuan kampus). Ini menyelamatkan Anda dari tuduhan menyontek.
Studi Kasus: Si Manual vs Si Digital
Mari kita lihat perbandingan efektivitas antara dua guru dalam menerapkan cara mengerjakan tugas PPG ini.
Pak Budi (Si Manual): Beliau mengetik daftar pustaka secara manual satu per satu. Saat mencari jurnal, beliau membaca seluruh isi jurnal. Akibatnya, untuk satu tugas LK 1.2, beliau butuh waktu 3 hari. Beliau sering begadang dan hasilnya masih sering direvisi karena format kutipan salah.
Bu Siti (Si Digital): Beliau menggunakan Mendeley untuk sitasi sekali klik. Saat mencari jurnal, beliau hanya membaca abstrak dan kesimpulan (skimming). Beliau juga menggunakan AI untuk membantu merumuskan kalimat analisis yang tajam. Hasilnya, Bu Siti menyelesaikan tugas yang sama dalam 3 jam dengan kualitas konten yang lebih padat dan rapi.
Penting! Jangan pernah menekan tombol “Submit” atau “Turn In” di LMS jika Anda belum yakin 100%. Sekali terkirim, beberapa sistem LMS mengunci akses edit. Gunakan fitur “Draft” jika masih ingin mengecek ulang nanti.
Rekomendasi Alat:
Untuk mempercepat proses riset materi dan parafrase kalimat agar lolos plagiasi (seperti strategi Bu Siti), gunakan bantuan Claude AI. Dan pastikan suara video PPL Anda terdengar profesional tanpa noise dengan Mic Clip-on Wireless.
Siapkah Anda Bekerja Lebih Cerdas?
Pada akhirnya, cara mengerjakan tugas PPG bukan tentang siapa yang paling rajin mengetik, tapi siapa yang paling cerdas mengatur strategi. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda tidak hanya menghemat waktu, tapi juga meningkatkan kualitas portofolio Anda sebagai guru profesional. Ingat, kesehatan Anda sama pentingnya dengan nilai tugas.
Dari ketujuh strategi di atas, mana yang menurut Anda paling membantu atau paling sulit dilakukan? Manajemen referensi atau editing video? Coba bagikan pengalaman atau pertanyaan Anda di kolom komentar, mari kita diskusikan solusinya.
Untuk panduan teknis penggunaan LMS yang spesifik, selalu rujuk manual book yang disediakan di portal PPG Kemdikbud.
Pertanyaan Umum (FAQ)
- Format file apa yang biasanya diminta untuk upload tugas?
Sebagian besar tugas LK diminta dalam format PDF untuk menghindari perubahan format saat dibuka dosen. Namun, perhatikan instruksi spesifik, kadang ada yang meminta link Google Drive. - Bolehkah menggunakan RPP lama yang sudah pernah saya buat?
Tidak disarankan. RPP/Modul Ajar di PPG harus disesuaikan dengan format terbaru (Kurikulum Merdeka/K13 Revisi) dan harus berbasis masalah/proyek inovatif. RPP lama biasanya masih konvensional. - Berapa batas toleransi plagiasi di Turnitin?
Umumnya LPTK menetapkan batas maksimal 20% hingga 30%. Jika lebih dari itu, Anda wajib melakukan parafrase ulang pada bagian yang terdeteksi merah. - Apakah ketepatan waktu pengumpulan mempengaruhi nilai?
Sangat berpengaruh. LMS mencatat waktu pengumpulan hingga detik. Pengumpulan terlambat (Late Submission) biasanya otomatis ditandai merah oleh sistem dan bisa mengurangi poin kedisiplinan.
Share this content:








