Cara Cari Jurnal Internasional Valid Pakai ChatGPT (Anti Hoax)

Halo rekan-rekan mahasiswa pejuang Deadline! Masih semangat atau sudah mulai menatap langit-langit kamar sambil bertanya “Kapan wisuda?”. Saya sering sekali dapat curhatan dari mahasiswa bimbingan saya. Katanya, “Pak, saya minta ChatGPT carikan jurnal, dikasih judul dan nama penulisnya. Pas saya cari di Google Scholar, kok nggak ada ya? Zonk!”.
Nah, ini penyakit umum. Banyak yang mengira AI itu mesin pencari (Search Engine), padahal dia adalah model bahasa. Dia bisa “berhalusinasi” mengarang judul jurnal yang terdengar sangat ilmiah tapi fiktif. Di artikel ini, kita akan bedah tuntas strategi dan cara cari jurnal internasional valid pakai ChatGPT yang benar-benar real, bukan jurnal gaib. Tapi sebelum kita masuk ke teknik “daging”-nya, pastikan kalian sudah paham mindset dasar penggunaan AI di kampus lewat artikel rahasia memaksimalkan AI untuk pendidikan. Kalau mindset-nya benar, alatnya akan sakti.
Kenapa ChatGPT Sering Memberikan Jurnal Palsu?
Sebelum kita bahas solusinya, kalian harus tahu dulu masalahnya. ChatGPT (terutama versi gratisan/GPT-3.5) dilatih dengan data teks sampai tahun tertentu, tapi dia tidak terhubung langsung ke database real-time seperti Scopus atau Web of Science secara native.
Jadi, kalau kalian pakai prompt: “Carikan 5 jurnal internasional tentang Digital Marketing tahun 2024 beserta link-nya”, kemungkinan besar dia akan mengarang bebas. Dia menggabungkan kata-kata yang logis, tapi tidak faktual.
Jangan pernah Copy-Paste daftar pustaka mentah-mentah dari hasil generate ChatGPT ke skripsi kalian tanpa verifikasi manual. Itu namanya bunuh diri akademis. Dosen penguji bisa mengecek validitas referensi dalam hitungan detik. Jika ketahuan satu saja palsu, kredibilitas seluruh skripsi kalian hancur.
Strategi 1: Gunakan ChatGPT sebagai “Generator Kata Kunci” (Keyword Generator)
Ini adalah cara paling aman dan valid. Alih-alih minta jurnalnya, mintalah “Kata Kunci” atau “Search String” untuk kalian pakai di database resmi.
Langkah-langkahnya:
- Ceritakan topik skripsi kalian ke ChatGPT.
- Minta dia membuatkan Boolean Operator (AND, OR, NOT).
Contoh Prompt:
“Saya sedang meneliti tentang ‘Pengaruh Artificial Intelligence terhadap Kinerja Karyawan Bank’. Buatkan saya string pencarian (Boolean Search Strings) yang kompleks untuk saya masukkan ke kolom pencarian Scopus atau Google Scholar agar mendapatkan jurnal internasional yang spesifik dan relevan.”
Nanti AI akan memberi output seperti: ("Artificial Intelligence" OR "AI" OR "Machine Learning") AND ("Employee Performance" OR "Job Performance") AND ("Banking Sector" OR "Financial Industry"). Tinggal copy string itu ke Google Scholar, dan Boom! Jurnal yang keluar pasti valid karena dicari mesin pencari asli.
Strategi 2: Teknik “Summary First, Search Later”
Cara cari jurnal internasional valid pakai ChatGPT yang kedua adalah dengan meminta konsepnya dulu. Kalian bisa bertanya tentang siapa tokoh (Grand Theory) yang terkenal di bidang tersebut.
Prompt:
“Siapa peneliti terkemuka atau teori apa yang paling sering dikutip terkait topik ‘Green Supply Chain Management’ dalam 5 tahun terakhir?”
Setelah ChatGPT menyebut nama (misal: Sarkis, Zhu), barulah kalian cari nama tersebut di Google Scholar. Ini meminimalisir halusinasi karena nama tokoh besar biasanya terekam kuat di memori AI. Teknik ini juga sangat membantu saat kalian bingung menentukan metodologi, seperti yang pernah saya bahas di panduan teknis penggunaan ChatGPT 4.
Claude Ai Pro (Analisis Lebih Tajam dari ChatGPT)
Strategi 3: Memanfaatkan Plugins (Khusus GPT-4)
Kalau kalian punya akses ke versi berbayar, hidup kalian akan jauh lebih mudah. Ada fitur bernama Plugins atau sekarang disebut GPTs. Cari plugin bernama Consensus, ScholarAI, atau Scispace.
Plugin ini menghubungkan otak ChatGPT langsung ke database jurnal asli. Jadi kalau kalian minta: “Carikan jurnal tentang dampak media sosial pada kesehatan mental remaja”, dia akan menarik data real lengkap dengan link DOI yang bisa diklik.
Masih ragu apakah penggunaan tools canggih ini etis atau tidak? Kalian bisa baca diskusi mendalam saya tentang kelayakan AI dalam penulisan akademis. Spoiler: Boleh, asal tahu batasannya.
Strategi 4: Analisis Abstrak (Bedah Jurnal)
Setelah kalian dapat file PDF jurnal (dari cara manual atau plugin), ChatGPT sangat sakti untuk membantu membacanya. Kalian nggak perlu baca 20 halaman full bahasa Inggris yang bikin pusing.
Caranya:
- Copy bagian Abstrak, Pendahuluan, dan Kesimpulan.
- Paste ke ChatGPT dengan prompt: “Rangkum jurnal ini. Apa Research Gap-nya? Apa metodologinya? Dan apa temuan utamanya? Jelaskan dalam bahasa Indonesia yang mudah dimengerti.”
Ini akan mempercepat proses Literature Review kalian berkali-kali lipat. Kalau kalian butuh mempresentasikan hasil review jurnal ini di kelas atau sidang, kalian bisa intip trik cara membuat presentasi dengan AI biar slide-nya nggak ngebosenin.
Cek Turnitin Harian (Wajib Sebelum Sidang!)
Atau butuh hiburan edukatif biar gak stres ngerjain skripsi?
Akun Quizizz Premium (Refresh Otak)
Kesalahan Fatal Mahasiswa Saat Mencari Jurnal
Sebagai dosen, saya sering melihat kesalahan pola pikir. Mahasiswa mencari jurnal yang “Judulnya Persis Sama” dengan judul skripsi mereka. Padahal itu salah besar! Kalau judulnya persis sama, berarti penelitian kalian tidak ada kebaruannya (Novelty).
Gunakan ChatGPT untuk mencari jurnal yang variabelnya sama, tapi objek atau metode-nya beda. Itulah celah penelitian kalian. Mintalah saran ke AI: “Saya meneliti topik X, berikan saran variabel moderasi atau mediasi yang jarang diteliti tapi potensial.”
Kesimpulan
Jadi, cara cari jurnal internasional valid pakai ChatGPT kuncinya bukan pada meminta “Link”, tapi meminta “Strategi Pencarian” atau “Analisis Konten”. Jadikan AI sebagai kompas, bukan sebagai perpustakaan.
Ingat, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Jangan habiskan waktu berbulan-bulan cuma buat nyari satu jurnal sempurna. Gunakan teknologi, percepat prosesnya, validasi datanya, dan segera daftar sidang. Semangat, pejuang toga!
Share this content:








