7 Langkah Tutorial Rahasia Agnes AI untuk Riset Akademik Kilat
Last Updated on 23 December 2025 by Suryo Hadi Kusumo

Agnes AI adalah teknologi “Sistem Operasi Kantor” terbaru dari Singapore Sapiens Technology. Platform ini berbasis multi-agent, memungkinkan pengguna mengaktifkan hingga 200 agen otonom sekaligus melalui fitur Wide Research.
Berbeda dengan chatbot standar, platform ini mengintegrasikan kolaborasi waktu nyata (real-time) via Agora, pembuatan presentasi otomatis, dan memori proyek kontekstual dalam satu ekosistem kerja terpadu. Tujuannya jelas: meningkatkan produktivitas riset dan manajemen tugas secara drastis.
Sobat Edu, pernah tidak merasa kepala mau pecah karena harus membuka sepuluh tab browser sekaligus saat mengerjakan penelitian atau materi ajar? Faktanya, kita sering terjebak dalam lingkaran setan produktivitas: satu layar untuk Zoom, satu layar untuk Word, dan layar lain untuk mencari referensi yang tak kunjung ketemu.
Rasa lelah itu nyata. Metode kerja lama ini sudah sangat tidak efisien untuk era digital yang serba cepat. Namun, bayangkan jika sobat Edu memiliki asisten super cerdas yang bisa disuruh membaca ratusan jurnal, merangkum data pasar, bahkan membuat slide presentasi dalam satu perintah suara. Inilah mengapa kita perlu membedah tuntas strategi penggunaan teknologi ini melalui tutorial rahasia Agnes AI berikut agar sobat Edu tidak tertinggal.
Mengapa Agnes AI Bukan Sekadar Chatbot Biasa?
Banyak yang mengira ini hanyalah aplikasi tanya jawab standar. Padahal, jika sobat Edu menyelami tutorial rahasia Agnes AI ini lebih dalam, sobat akan menemukan bahwa ini adalah sebuah Sistem Operasi Kantor berbasis kecerdasan buatan (AI).
Berbeda dengan alat lain yang bekerja secara terpisah, Agnes AI dirancang untuk menggantikan fragmentasi alat kerja kita.
Update Terkini (Desember 2025): Kabar paling gokil adalah kemitraan strategis mereka dengan Agora.
Apa artinya buat kita? Artinya, Agnes AI kini memiliki fitur AI Group Chat dengan latensi (jeda waktu) yang sangat rendah. Sobat Edu bisa berkolaborasi secara real-time tidak hanya dengan sesama manusia, tetapi juga dengan agen AI di dalam satu ruang obrolan. Jadi, rasanya seperti punya asisten dosen atau asisten peneliti yang duduk di samping kita, siap sedia 24 jam tanpa mengeluh lelah.
Bedah Fitur Wide Research: Mengerahkan 200 Agen Cerdas
Salah satu poin paling krusial dalam tutorial rahasia Agnes AI ini adalah fitur Wide Research atau Riset Luas. Bayangkan sobat Edu sedang menyusun disertasi atau laporan strategi bisnis UMKM. Biasanya, kita butuh waktu berminggu-minggu untuk mengumpulkan data, bukan?
Nah, dengan fitur ini, sobat Edu bisa mengaktifkan hingga 200 agen AI sekaligus! Mereka bekerja layaknya tim riset lapangan yang disebar ke seluruh penjuru internet. Tugas spesifik mereka meliputi:
- Melakukan sintesis data dari ribuan sumber kredibel.
- Menyusun dokumen strategi yang komprehensif.
- Melakukan riset pasar mendalam yang sulit dilakukan manusia dalam waktu singkat.
Oleh karena itu, bagi sobat Edu yang berprofesi sebagai dosen atau mahasiswa tingkat akhir, fitur ini adalah “senjata rahasia” yang wajib dikuasai.
Panduan Teknis: Cara Mengaktifkan Mode Riset Agnes AI
Agar sobat Edu bisa langsung praktik, berikut adalah langkah demi langkah teknis dalam menjalankan riset mendalam menggunakan Agnes AI. Ikuti panduan ini agar hasil yang didapatkan maksimal.
1. Instalasi dan Pengaturan Awal
Unduh aplikasi Agnes AI yang tersedia untuk iOS, Mac, Windows, atau VisionOS. Pastikan sobat Edu membuat akun dan masuk (login) ke dasbor utama.
(Tips: Versi Desktop Windows/Mac lebih disarankan untuk manajemen data yang kompleks).
[Placeholder Gambar: Screenshot tampilan Dashboard Utama Agnes AI saat pertama kali login]
2. Mengaktifkan Mode Wide Research
Jangan langsung mengetik di kolom chat biasa! Lakukan langkah ini:
- Cari menu “Agents” atau “Research Mode” di sidebar.
- Aktifkan opsi (toggle) Wide Research.
- Di sini, sobat Edu akan melihat opsi untuk mengerahkan beberapa agen AI. Atur parameter hingga maksimal kapasitas agen yang tersedia (hingga 200 agen untuk akun pro).
3. Membuat Prompt Terstruktur (Contoh Nyata)
Masukkan perintah dengan sangat spesifik. Jangan hanya menyuruh “Cari info tentang X”. Gunakan struktur seperti contoh prompt di bawah ini untuk hasil level akademik:
Contoh Prompt Riset:
“Lakukan analisis pasar tentang tren penggunaan LMS di universitas Indonesia tahun 2024-2025. Gunakan 50 agen untuk mencari data primer dari berita, jurnal, dan laporan resmi pemerintah. Sintesiskan hasilnya menjadi dokumen strategi pengembangan kurikulum yang terdiri dari: Tren Utama, Tantangan Implementasi, dan Prediksi 2026.”
4. Eksekusi dan Kolaborasi di CoVibe
Biarkan sistem bekerja. Sambil menunggu hasil, sobat Edu bisa mengundang rekan dosen ke dalam fitur CoVibe untuk memantau progres agen tersebut secara real-time. Di sini, sobat bisa berdiskusi langsung sembari data diolah.
5. Ekspor ke Presentasi Instan
Setelah data terkumpul dalam bentuk dokumen teks, gunakan perintah “Convert to HIX AI Slides”. Fitur ini akan mengubah laporan panjang tersebut menjadi materi ajar (slide deck) yang rapi dan siap dipresentasikan di kelas esok hari.
Fitur Unggulan & Spesifikasi Teknis
Berikut adalah ringkasan fitur yang membedakan Agnes AI dengan kompetitor, dirangkum agar sobat Edu lebih mudah memahaminya:
| Komponen / Fitur | Deskripsi Teknis | Manfaat Praktis (Untuk Dosen & Bisnis) |
| Pengembang | Singapore Sapiens Technology | Jaminan dukungan teknis dari developer yang fokus pada solusi kantor masa depan. |
| Wide Research | Multi-agent System (hingga 200 agen) | Riset data mendalam (Deep Dive) selesai dalam hitungan menit, bukan minggu. |
| HIX AI Slides | Generator presentasi otomatis | Mengubah dokumen (Word/PDF) atau teks mentah menjadi slide siap pakai. Hemat waktu desain. |
| CoVibe (Agora) | Integrasi Chat Low-Latency | Diskusi real-time antara manusia dan AI tanpa jeda yang mengganggu (anti-lemot). |
| Project Memory | Long-term Context Window | AI mengingat konteks diskusi minggu lalu. Tidak perlu menjelaskan ulang masalah dari nol. |
📢 Rekomendasi Alat Pendukung
Agar hasil riset dan materi ajar sobat Edu makin maksimal dan terhindar dari plagiasi, kombinasikan penggunaan Agnes AI dengan alat berikut:
- Slider AI + Chat GPT: Gunakan ini untuk mempercantik visual slide jika hasil default Agnes AI dirasa terlalu kaku.
- Turnitin / Plagiarism Checker: Wajib! Pastikan naskah akademik hasil bantuan AI tetap orisinal. Gunakan AI sebagai asisten riset, bukan penulis utama.
Siap Meningkatkan Produktivitas Akademik?
Menerapkan tutorial rahasia Agnes AI dalam rutinitas harian memang membutuhkan adaptasi di awal. Namun, melihat kemampuan “sistem operasi kantor” ini yang mampu menggabungkan riset, penulisan, dan desain presentasi dalam satu alur kerja, rasanya sayang jika dilewatkan.
Ingat sobat Edu, teknologi hadir bukan untuk menggantikan peran kita sebagai pendidik atau pembelajar, melainkan untuk membebaskan kita dari tugas-tugas repetitif yang memakan waktu.
Mulailah bereksperimen dengan fitur 200 agen dan kolaborasi Agora ini. Jangan biarkan kesibukan administrasi menghalangi sobat Edu untuk menciptakan karya-karya brilian yang berdampak.
FAQ (Pertanyaan Umum)
1. Apakah tutorial ini bisa diterapkan di perangkat seluler?
Ya, tentu saja! Platform Agnes AI tersedia di iOS. Namun, untuk fitur Wide Research yang berat dan manajemen dokumen yang kompleks, penggunaan di Windows atau Mac akan memberikan pengalaman yang jauh lebih optimal.
2. Apa bedanya Agnes AI dengan ChatGPT atau Claude?
Perbedaan utamanya adalah posisi Agnes AI sebagai “Sistem Operasi Kantor” dan fitur Multi-Agent. Jika ChatGPT fokus pada percakapan tunggal, Agnes AI mengelola ratusan agen yang bekerja simultan untuk menyelesaikan satu proyek besar.
3. Apakah aman menggunakan Agnes AI untuk data penelitian rahasia?
Agnes AI memiliki protokol keamanan standar. Namun, hindari mengunggah data pribadi yang sangat sensitif (seperti NIK, data keuangan detail, atau paten yang belum rilis) ke platform AI publik mana pun tanpa enkripsi tambahan.
Share this content:







