Berapa Skor IELTS untuk Beasiswa? Ini 5 Rahasia Jitu 2025

Ini adalah pertanyaan abadi yang menghantui setiap pemburu beasiswa:
Mengapa Tidak Ada Satu Angka Ajaib untuk Skor IELTS?
Jawaban singkatnya: karena beasiswa dan universitas adalah dua entitas berbeda. Mari kita bedah kebingungan ini.
Faktor 1: Beasiswa vs. Universitas (Sang Penentu Sebenarnya)
Program Beasiswa (misal: LPDP, Chevening): Mereka adalah *penyandang dana*. Mereka memberi Anda uang. Mereka memiliki persyaratan minimal mereka sendiri. Misalnya, LPDP mungkin menetapkan minimal 6.5.Universitas (misal: Oxford, Manchester): Mereka adalah *penyelenggara pendidikan*. Mereka memberi Anda ilmu dan ijazah. Mereka juga punya persyaratan minimal sendiri.
Masalahnya, untuk
Oleh karena itu,
Faktor 2: Perbedaan Program Studi (Sains vs. Sastra)
Bahkan di dalam satu universitas, persyaratannya berbeda. Program yang membutuhkan kemampuan bahasa dan analisis tingkat tinggi (seperti Hukum, Sastra, Jurnalisme, Filsafat) akan meminta skor yang jauh lebih tinggi daripada program yang lebih teknis (seperti Teknik Sipil atau Matematika).
Contoh S2 Teknik di Imperial College: Mungkin meminta 6.5 (min. 6.0).Contoh S2 Media di LSE: Sangat mungkin meminta 7.0 (min. 6.5 di Writing).
Faktor 3: Peringkat Universitas (Top Tier vs. Mid Tier)
Ini jelas. Semakin tinggi peringkat dan prestise universitas, semakin tinggi standar mereka. Skor 7.5 adalah hal yang wajar diminta oleh Oxford atau Cambridge untuk banyak program humaniora. Sementara universitas di peringkat 200-an dunia mungkin sangat menerima skor 6.5.
Rincian Skor IELTS untuk Beasiswa Populer (Chevening, LPDP, dll.)
Sekarang, mari kita bedah
Target Skor IELTS untuk Beasiswa LPDP
LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah andalan pelajar Indonesia.
Program Reguler: Biasanya mensyaratkan skor IELTS *overall* minimal6.5 .Program Afirmasi: Seringkali memiliki syarat yang lebih rendah, misalnya6.0 (tergantung kebijakan tahunan).Program Targeted/Prioritas (untuk Universitas Top Dunia): Jika Anda mendaftar ke universitas dalam daftar top 10 LPDP, mereka seringkali mensyaratkan skor yang lebih tinggi, seperti7.0 , atau hanya mengikuti syarat universitas (yang pasti lebih tinggi dari 6.5).
Target Skor IELTS untuk Beasiswa Chevening
Ini adalah kasus yang paling sering disalahpahami. Dulu,
Sejak beberapa tahun lalu, Beasiswa Chevening
Artinya,
Target Skor IELTS untuk Beasiswa AAS (Australia)
Australia Awards Scholarship (AAS) memiliki standar yang jelas dan tegas. Untuk pelamar S2 (Master) dari Indonesia, mereka umumnya mensyaratkan:
- Skor IELTS *overall* minimal
6.5 . Tidak ada komponen skor (Listening, Reading, Writing, Speaking) yang boleh di bawah6.0 .
Ini adalah contoh bagus dari beasiswa yang menetapkan standar *per komponen*, yang lebih ketat daripada sekadar standar *overall*.
Target Skor IELTS untuk Beasiswa Eropa (DAAD, Eiffel, StuNed)
Poin Kunci: Rangkuman Skor Minimal Beasiswa
LPDP: Minimal 6.5 (Reguler), tapi selalu ikuti syarat universitas.Chevening: Tidak ada syarat dari beasiswa. 100% ikut syarat universitas (bisa 6.5, 7.0, atau 7.5).AAS: Minimal 6.5 (dengan minimal 6.0 di semua komponen).Eropa: Rata-rata 6.5 – 7.0, sangat tergantung program.
Analisis Ahli: Membedah Kebingungan Syarat IELTS Chevening
Kebingungan terbesar dalam topik
Video di bawah ini adalah sumber daya yang luar biasa karena membahas langsung “jebakan” ini. Pembicara menjelaskan dengan sangat baik perbedaan antara *syarat administrasi Chevening* (yang tidak lagi mencantumkan IELTS di awal) dan *syarat penerimaan universitas* (yang 100% wajib).
Tonton analisis lengkap: Syarat Bahasa Inggris Chevening di YouTube
Lebih dari Sekadar Skor ‘Overall’: Pentingnya Skor per Komponen
Mengapa? Karena mereka tahu seorang mahasiswa bisa saja jago *Listening* dan *Reading* (keterampilan pasif), tetapi lemah dalam *Writing* dan *Speaking* (keterampilan aktif). Padahal, di program S2, Anda akan dituntut untuk menulis esai ribuan kata dan aktif berdebat di kelas. Kemampuan menulis dan berbicara sangat krusial, dan ini seringkali menjadi penentu kelulusan, seperti halnya kemampuan analisis dalam panduan skripsi yang komprehensif.
Standar Umum Skor Minimal per Komponen
Program Standar (misal: Teknik, Sains): Sering meminta *overall* 6.5, dengan tidak ada komponen di bawah6.0 .Program Intensif Bahasa (misal: Hukum, Media): Sering meminta *overall* 7.0, dengan tidak ada komponen di bawah6.5 , dan kadang *Writing* minimal7.0 .
[How-To] 5 Langkah Menentukan Target Skor IELTS Pribadi Anda
Jadi, lupakan pertanyaan umum “Berapa skor IELTS untuk beasiswa?”. Mulailah bertanya, “Berapa skor IELTS yang *saya* butuhkan?”.
Langkah 1: Buat Daftar 3-5 Universitas Impian Anda
Spesifik. Jangan hanya “studi di Inggris”. Tulis: “S2 Media di LSE”, “S2 Teknik Sipil di Imperial”, “S2 Pendidikan di UCL”.
Langkah 2: Kunjungi Situs Web Universitas (Halaman ‘English Requirements’)
Setiap universitas memiliki halaman ini. Cari program studi Anda. Catat dengan teliti: Berapa skor *overall*? Dan berapa skor *minimal per komponen*?
Langkah 3: Cek Syarat Beasiswa Incaran Anda
Buka situs web LPDP, Chevening, atau AAS. Bandingkan syarat mereka dengan syarat universitas. Misalnya, LPDP minta 6.5, tapi universitas Anda minta 7.0.
Langkah 4: Ambil Angka Tertinggi + Paling Ketat
Dari semua riset Anda, ambil patokan yang paling tinggi. Jika universitas Anda minta 7.0 (min. 6.5 per band) dan LPDP minta 6.5, maka target Anda
Langkah 5: Tambahkan “Skor Aman” (Safety Net)
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Berapa skor IELTS minimal untuk beasiswa LPDP?
Untuk Program Reguler, umumnya minimal 6.5. Namun, Anda tetap harus memenuhi syarat universitas tujuan Anda, yang bisa jadi lebih tinggi (misal: 7.0).
2. Berapa skor IELTS minimal untuk beasiswa Chevening?
Chevening sendiri
3. Apakah skor 6.5 cukup untuk studi di Inggris?
Cukup untuk banyak universitas dan program S2, terutama di bidang sains dan teknik. Namun, untuk universitas top (Oxbridge, LSE, Imperial) atau program intensif bahasa (Hukum, Media, Sastra), skor 6.5
4. Apakah TOEFL ITP atau Duolingo bisa menggantikan IELTS?
Umumnya
5. Lebih penting skor overall atau skor per komponen?
Keduanya penting, tetapi skor per komponen
Share this content:



![7 Pola Pikir Juara Beasiswa [Wajib Tahu Agar Lolos Cepat!]](https://edusivitas.com/wp-content/uploads/2025/10/17605230450511543095058423440851-768x512.jpg)




