UKIN PPG Adalah Ujian Final? Ini 7 Rahasia Jitu Menaklukkannya!

Last Updated on 13 November 2025 by Suryo Hadi Kusumo

UKIN PPG adalah

Bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), pertanyaan UKIN PPG adalah apa, seringkali menjadi sumber kecemasan. Singkatnya, UKIN (Uji Kinerja) adalah “panggung” terakhir Anda. Ini adalah satu dari dua pilar Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKMPPG), selain Uji Pengetahuan (UP). Jika UP menguji apa yang Anda tahu (teori), UKIN menguji apa yang bisa Anda lakukan (praktik).

Faktanya, UKIN adalah ujian komprehensif yang menilai seluruh jejak profesionalisme Anda sebagai guru. Ujian ini terdiri dari dua komponen besar yang bobotnya sama-sama krusial: Portofolio dan Praktik Pembelajaran. Berdasarkan analisis kami, kegagalan sering terjadi bukan karena tidak kompeten, tetapi karena salah strategi dan kurang memahami detail dari kedua komponen ini. Panduan ini akan membedah tuntas pengertian uji kinerja ppg sekaligus memberikan strategi jitu untuk menaklukkannya.

Poin Kunci Artikel Ini

Artikel ini akan membedah secara mendalam apa itu UKIN PPG. Kita akan mengupas tuntas dua pilar utamanya: 6 komponen portofolio (termasuk beda Daljab vs Prajab) dan 3 bagian praktik pembelajaran (RPP, Video, Editing). Selain itu, Anda akan mendapatkan strategi taktis untuk lulus.

Memahami Definisi: UKIN PPG Adalah Apa Sebenarnya?

UKIN PPG adalah singkatan dari Uji Kinerja Pendidikan Profesi Guru. Ini adalah asesmen yang dirancang untuk mengukur kemampuan praktik dan profesionalisme seorang calon guru (mahasiswa PPG) sebelum mereka dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan Sertifikat Pendidik (Serdik).

Tujuannya adalah untuk memvalidasi bahwa Anda tidak hanya hafal teori pedagogik, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata di kelas dan memiliki rekam jejak pengembangan diri yang profesional. Oleh karena itu, UKIN menjadi penentu kelulusan yang sangat vital.

PROMO HARI INI Kamera CCTV Mini Wifi

Kamera Pengintai Mini Wifi (Pantau Lewat HP)

Tanpa kabel, baterai awet, instalasi mudah & tersembunyi.

Ambil Voucher Diskon →

Dua Pilar Utama Penilaian UKIN

Penilaian UKIN tidak didasarkan pada satu tes tunggal, melainkan gabungan dari dua pilar utama yang saling melengkapi:

  1. Portofolio (Bobot 4/7 atau ~57%): Ini adalah kumpulan dokumen dan karya yang membuktikan rekam jejak profesionalisme Anda. Ini adalah cerminan dari apa yang telah Anda lakukan.
  2. Praktik Pembelajaran (Bobot 3/7 atau ~43%): Ini adalah ujian performa Anda di “panggung” (kelas). Ini adalah cerminan dari kemampuan Anda saat ini.

Penting: Bobot ini bisa sedikit bervariasi tergantung juknis terbaru dari LPTK atau panitia nasional. Namun, praktik terbaik adalah menganggap keduanya sama penting. Anda tidak bisa lulus jika salah satu komponen gagal total.

Pilar 1: Bedah Tuntas 6 Komponen Portofolio UKIN PPG

Portofolio adalah bagian yang paling sering disalahpahami. Ini adalah kumpulan “bukti” profesionalisme Anda. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mengira portofolio ini dibuat dadakan saat PPG. Ini adalah kekeliruan fatal, terutama bagi peserta PPG Dalam Jabatan (Daljab).

Perbedaan Kunci: Portofolio UKIN Daljab vs. Prajabatan

Ini adalah strategi lulus ukin ppg pertama yang harus Anda pahami. Sumber portofolio Anda berbeda:

  • PPG Dalam Jabatan (Daljab): Portofolio adalah kumpulan karya dan bukti pengembangan diri yang Anda kumpulkan selama 1 (satu) tahun terakhir SEBELUM Anda mengikuti PPG. (Catatan: Untuk beberapa komponen seperti publikasi atau prestasi, bisa ditarik 3-5 tahun ke belakang, sesuai juknis).
  • PPG Prajabatan (Prajab): Portofolio adalah kumpulan karya dan bukti pengembangan diri yang Anda hasilkan SELAMA mengikuti program PPG, terutama saat PPL (Praktik Pengalaman Lapangan).

6 Komponen Wajib Portofolio UKIN (Wajib Diisi)

Berdasarkan analisis kami terhadap rubrik penilaian, portofolio Anda akan dinilai berdasarkan 6 komponen. Anda harus mengisi keenamnya, meskipun hanya dengan 1-2 bukti.

1. Penelitian dan Publikasi

Ini adalah bukti bahwa Anda adalah guru yang meneliti. Bentuknya bisa:

  • Publikasi Jurnal: Artikel yang terbit di jurnal ilmiah (idealnya ber-ISSN) atau prosiding.
  • Laporan Penelitian: Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau *Best Practice* yang sudah diseminarkan di sekolah.
  • Artikel Populer: Artikel opini terkait pendidikan yang terbit di media massa (koran/majalah/web berita) ber-ISSN.

Strategi: Jika Anda peserta Daljab dan belum punya, segera buat PTK sederhana di kelas Anda dan seminarkan di KKG/MGMP. Minta surat keterangan seminar dari kepala sekolah. Ini lebih baik daripada mengosongkan komponen ini.

2. Refleksi Diri

Ini adalah bukti bahwa Anda adalah guru yang reflektif. Ini BUKAN buku harian. Ini adalah tulisan kritis tentang praktik mengajar Anda.

Praktik terbaik adalah menulis refleksi per semester atau per tahun. Gunakan kerangka: Masalah (Masalah apa yang Anda temui di kelas?), Solusi (Tindakan apa yang Anda coba?), Hasil (Bagaimana hasilnya?), dan Rencana Tindak Lanjut (Apa yang akan Anda perbaiki ke depan?).

3. Pencarian Informasi/Pengetahuan Baru

Ini adalah bukti bahwa Anda adalah guru yang *up-to-date*. Isinya adalah sertifikat seminar, webinar, workshop, atau pelatihan yang Anda ikuti.

Strategi: Kumpulkan semua sertifikat webinar (minimal 32 JP untuk nilai optimal) yang relevan dengan bidang studi atau tugas Anda. Pastikan sertifikat itu mencantumkan nama Anda dengan jelas.

4. Karya Inovasi

Ini adalah “joker” Anda. Ini adalah bukti bahwa Anda guru yang kreatif. Karya inovasi memiliki nilai yang tinggi. Contohnya:

  • Media Pembelajaran: Membuat video pembelajaran (diunggah ke YouTube), media interaktif (Quizizz, Kahoot), atau aplikasi sederhana.
  • Modul/Diktat/Buku Ajar: Buku yang Anda tulis dan gunakan di sekolah (minimal dicetak internal dan disahkan Kepsek).
  • Alat Peraga: Membuat alat peraga sederhana (non-digital) untuk membantu konsep sulit.

5. Prestasi atau Kompetisi

Ini adalah bukti pengakuan atas kehebatan Anda. Misalnya:

  • Juara lomba Guru Berprestasi, OGN, Inovasi Pembelajaran (minimal tingkat Kabupaten/Kota).
  • Menjadi pembimbing siswa yang juara (Olimpiade, FLS2N, O2SN) minimal tingkat Kabupaten/Kota.
  • Tanda jasa seperti Satyalancana Karya Satya.

6. Pengabdian Masyarakat

Ini adalah bukti bahwa Anda berkontribusi di luar jam sekolah. Contohnya:

  • Menjadi pengurus/panitia di kegiatan keagamaan (Panitia Zakat, PHBI).
  • Menjadi pengurus di lingkungan sosial (RT/RW, Karang Taruna, Koperasi).
  • Aktif di organisasi profesi (PGRI, IGI, MGMP) sebagai pengurus.

Penting: Setiap karya yang Anda unggah wajib disertai Deskripsi. Deskripsi ini adalah narasi yang Anda tulis untuk “menjual” karya tersebut kepada asesor. Jelaskan apa itu, kapan dibuat, dan apa dampaknya.

Pilar 2: Menaklukkan Praktik Pembelajaran (Uji Kinerja)

Selanjutnya, kita bahas pilar kedua UKIN PPG. Ini adalah ujian performa Anda di “panggung” (kelas). Ini adalah cerminan dari kemampuan Anda saat ini. Komponen ini sendiri terdiri dari tiga bagian yang saling terkait: RPP, Video, dan Editing.

Bagian 1: RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

Anda akan diminta menyusun satu RPP (atau Modul Ajar jika Kurikulum Merdeka) untuk satu siklus pembelajaran (misalnya 2×35 menit atau 2×45 menit). Ini bukan RPP biasa.

  • Wajib Inovatif: Asesor mencari RPP yang menggunakan model pembelajaran inovatif seperti PBL (Problem-Based Learning) atau PjBL (Project-Based Learning). Tinggalkan model ceramah.
  • Wajib HOTS: Tujuan pembelajaran, soal evaluasi, dan kegiatan inti harus mencerminkan High Order Thinking Skills (C4, C5, C6).
  • Wajib TPACK: Harus menunjukkan integrasi Teknologi (Technology), Pedagogi (Pedagogy), dan Konten (Content Knowledge).

Strategi: Menyusun RPP yang inovatif sekaligus padat bisa memakan waktu. Belum lagi menyiapkan slide presentasi atau media pendukungnya.

Bantu susun slide RPP Anda.

Coba Slider AI + ChatGPT di Sini

Bagian 2: Video Praktik Pembelajaran

Anda kemudian harus melaksanakan RPP tersebut di kelas (baik PPL untuk Prajab atau kelas nyata untuk Daljab) dan merekamnya. Inilah momen krusial.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah kualitas teknis video yang buruk. Asesor tidak bisa menilai jika videonya buram, goyang, atau suaranya tidak terdengar.

Praktik terbaik adalah:

  • Gunakan Tripod: Video harus stabil. Jangan dipegang tangan.
  • Perhatikan Pencahayaan: Pastikan wajah Anda dan siswa terlihat jelas.
  • AUDIO ADALAH RAJA: Suara Anda WAJIB terdengar jelas. Suara “kresek-kresek” atau menggema akan membunuh nilai Anda. Gunakan microphone eksternal.

Pastikan suara Anda jernih & jelas.

Gunakan Microphone Clip-on Murah

Bagian 3: Editing Video

Anda tidak mengunggah rekaman mentah 2 jam. Anda wajib mengeditnya menjadi video berdurasi 15-30 menit (sesuai juknis).

Strategi Editing: Video editan harus menunjukkan sintaks RPP Anda. Pastikan ada cuplikan jelas dari:

  • Kegiatan Pendahuluan: Apersepsi, motivasi, penyampaian tujuan.
  • Kegiatan Inti: Tampilkan langkah-langkah model (misal: sintaks PBL) dengan jelas. Tampilkan aktivitas siswa, diskusi, dan penggunaan media.
  • Kegiatan Penutup: Refleksi, kesimpulan, dan asesmen.

Jangan terlalu banyak efek transisi. Fokus pada substansi pembelajaran.

Panduan How-To: 7 Strategi Jitu Lulus UKIN PPG (Daljab & Prajab)

Mengetahui UKIN PPG adalah apa itu satu hal, menaklukkannya adalah hal lain. Berikut adalah rencana aksi taktis Anda.

  1. Langkah 1: Identifikasi Status Anda (Daljab/Prajab)

    Pertama, pastikan Anda paham. Jika Daljab, mulailah “berburu” sertifikat dan karya 1 tahun terakhir. Jika Prajab, sadari bahwa setiap tugas PPL Anda adalah calon portofolio.

  2. Langkah 2: Audit & Kumpulkan Portofolio (Jauh Hari)

    Buat 6 folder digital di komputer Anda, masing-masing untuk 1 komponen portofolio. Mulai pindai (scan) dan kumpulkan semua bukti Anda. Jangan menunggu H-1 pendaftaran UKIN.

  3. Langkah 3: Unduh dan “Bedah” Rubrik Penilaian

    Praktik terbaik adalah mencari rubrik penilaian UKIN dari LPTK Anda atau panitia nasional (bisa dicari di situs resmi PPG Kemdikbud). Pahami apa yang dicari asesor untuk mendapat nilai 10.

  4. Langkah 4: Tulis “Naskah” Deskripsi Portofolio

    Jangan hanya unggah file. Tulis deskripsi yang persuasif untuk setiap file. Jelaskan konteksnya, relevansinya, dan dampaknya. Ini adalah “sales pitch” Anda kepada asesor.

  5. Langkah 5: Rancang RPP Inovatif (PBL/PjBL)

    Pilih satu materi yang paling Anda kuasai dan paling mungkin dibuat inovatif. Fokus pada RPP yang *student-centered*, bukan *teacher-centered*.

  6. Langkah 6: Lakukan Uji Coba Rekaman

    Sebelum hari-H praktik, lakukan uji coba rekaman di kelas. Tes audio, tes angle kamera, tes pencahayaan. Pastikan semuanya siap secara teknis.

  7. Langkah 7: Unggah Tepat Waktu (Manajemen Waktu)

    Platform UKIN bisa sangat lambat saat mendekati deadline. Unggahlah video dan portofolio Anda setidaknya 1-2 hari sebelum batas akhir untuk menghindari kegagalan teknis.

Kesimpulan: UKIN PPG Adalah Validasi Profesionalisme Anda

Pada akhirnya, UKIN PPG adalah sebuah validasi. Ini adalah cara negara memastikan bahwa Sertifikat Pendidik diberikan kepada guru yang tidak hanya pintar secara teori (lulus UP), tetapi juga kompeten dalam praktik (lulus UKIN).

Ujian ini mengukur dua hal: konsistensi Anda dalam mengembangkan diri di masa lalu (via Portofolio) dan keunggulan Anda dalam mengeksekusi pembelajaran di masa kini (via Praktik Pembelajaran). Dengan strategi yang tepat, persiapan yang matang, dan pemahaman mendalam tentang setiap komponen, Anda pasti bisa menaklukkan Uji Kinerja ini.


Frequently Asked Questions (FAQ)

1. UKIN PPG adalah apa? Apakah sama dengan UP?

Berbeda. UKIN PPG adalah Uji Kinerja (Praktik), yang menilai portofolio dan video mengajar Anda. Sementara itu, UP (Uji Pengetahuan) adalah tes pilihan ganda berbasis komputer (CAT) yang menilai penguasaan teori dan pengetahuan Anda.

2. Kapan portofolio UKIN PPG Daljab dikumpulkan?

Portofolio dikumpulkan saat Anda sudah menjadi mahasiswa PPG Daljab dan memasuki jadwal UKIN. Namun, bukti fisiknya (karya, sertifikat) adalah karya yang Anda hasilkan 1 tahun (atau lebih untuk item tertentu) sebelum Anda terdaftar sebagai mahasiswa PPG.

3. Apakah 6 komponen portofolio UKIN wajib terisi semua?

Ya, Anda wajib mengisi keenam komponen tersebut. Meskipun demikian, bukan berarti Anda harus punya 10 karya di setiap komponen. Mengisi 1-2 bukti di setiap komponen jauh lebih baik daripada mengosongkannya. Asesor akan menilai berdasarkan rubrik yang ada.

4. Apa yang terjadi jika tidak lulus UKIN PPG?

Jika Anda tidak lulus UKIN, Anda harus mengulangnya (menjadi *retaker*) pada periode UKMPPG berikutnya. Anda tidak perlu mengulang seluruh proses PPG dari awal, hanya mengulang bagian yang gagal (UKIN atau UP). Namun, ini memakan waktu dan biaya, jadi usahakan lulus pada percobaan pertama.

5. Apakah RPP untuk UKIN harus Kurikulum Merdeka?

Praktik terbaik adalah menyesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di sekolah Anda saat PPL atau mengajar. Jika sekolah Anda sudah menerapkan Kurikulum Merdeka, gunakan Modul Ajar. Jika masih K13, gunakan RPP K13. Yang terpenting adalah RPP tersebut inovatif (PBL/PjBL), HOTS, dan mengintegrasikan TPACK.

Share this content:

Visited 29 times, 1 visit(s) today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *