Bagaimana Membuat Tinjauan Pustaka Skripsi? Ini Trik Lolos Bab 2

Halo teman-teman mahasiswa tingkat akhir! Masih semangat atau sudah mulai “leyeh-leyeh” karena pusing melihat revisian? Kembali lagi bersama saya di sini. Kalau kemarin kita sudah bahas soal fenomena masalah, sekarang kita masuk ke fase yang sering dianggap paling membosankan tapi paling tricky: Bab 2 alias Tinjauan Pustaka. Banyak mahasiswa datang ke meja saya dengan wajah kusut dan bertanya, “Pak, sebenarnya bagaimana membuat tinjauan pustaka skripsi yang benar? Apa bedanya sama kliping makalah waktu SMA?”
Nah, ini miskonsepsi yang harus kita luruskan. Tinjauan pustaka itu bukan sekadar kumpulan kutipan yang kalian tempel-tempel (copas) biar halamannya tebal. Bukan, teman-teman. Bab 2 adalah fondasi teori. Ibarat membangun rumah, kalau fondasinya dari pasir, rumahnya bakal rubuh. Sama kayak skripsi kalian, kalau tinjauan pustakanya lemah, analisis di Bab 4 nanti bakal “kopong”. Sebelum kita bedah teknik rahasianya, pastikan kalian sudah mengantongi peta jalan utamanya di panduan lengkap skripsi cepat lulus agar kalian paham posisi Bab 2 ini ada di mana dalam perjalanan skripsi kalian.
Apa Itu Tinjauan Pustaka Sebenarnya?
Secara definisi akademis, Skripsi menuntut adanya landasan teori yang kuat. Tinjauan pustaka adalah bukti bahwa kalian tidak sedang “mengarang bebas”. Kalian sedang berdialog dengan para peneliti terdahulu.
Inti dari bagaimana membuat tinjauan pustaka skripsi adalah kemampuan kalian untuk merangkum, mengkritisi, dan mensintesis teori-teori yang relevan dengan variabel penelitian kalian. Jadi, bukan hanya memindahkan tulisan dari buku ke laptop ya!
Langkah 1: Tentukan Grand Theory, Middle, dan Applied Theory
Langkah pertama yang paling krusial adalah hierarki teori. Jangan asal comot teori. Biasanya, dosen suka kalau kalian menyusunnya dengan struktur piramida terbalik:
- Grand Theory: Teori induk/payung besar. Misal kalian bahas Manajemen Pemasaran, Grand Theory-nya mungkin teori “Marketing Mix”.
- Middle Range Theory: Teori yang menghubungkan induk dengan kenyataan.
- Applied Theory: Teori teknis yang langsung bersentuhan dengan variabel kalian (misal: indikator kepuasan pelanggan menurut Kotler).
Seringkali mahasiswa bingung mencari teori yang pas. Di era digital ini, kalian sebenarnya bisa memanfaatkan AI untuk brainstorming. Coba baca artikel saya tentang cara menggunakan ChatGPT 4 untuk skripsi. Di situ saya jelaskan bagaimana AI bisa membantu mencarikan referensi teori yang relevan, asalkan kalian tetap melakukan verifikasi ke buku aslinya.
Langkah 2: Menyusun Penelitian Terdahulu & State of The Art
Ini adalah bagian di mana kalian bisa “pamer” bahwa penelitian kalian itu baru dan beda. Kalian harus mencari minimal 5-10 jurnal terdahulu yang mirip dengan topik kalian. Lalu, apa yang harus dilakukan?
Jangan cuma ditulis: “Si A meneliti X, hasilnya Y”. Itu membosankan. Tapi lakukan perbandingan (komparasi):
- Apa persamaan penelitian kalian dengan mereka?
- Apa perbedaannya? (Bisa beda lokasi, beda metode, atau penambahan variabel).
- Di mana letak kebaruan (Novelty) kalian?
Inilah yang disebut State of The Art. Kalian menunjukkan posisi penelitian kalian di antara penelitian-penelitian yang sudah ada. Dengan begini, kalian terhindar dari tuduhan plagiasi ide.
Langkah 3: Sintesis dan Parafrase (Anti Plagiasi)
Tantangan terbesar dalam menjawab bagaimana membuat tinjauan pustaka skripsi adalah menghindari jebakan Copy-Paste. Turnitin tidak punya belas kasihan, teman-teman.
Setiap kali kalian mengambil ide dari buku atau jurnal, lakukan parafrase. Tulis ulang dengan gaya bahasa kalian sendiri tanpa mengubah makna. Ini butuh latihan, memang. Tapi ini skill seumur hidup.
Banyak perdebatan soal penggunaan tools dalam proses ini. Apakah boleh? Menurut saya, boleh asal bijak. Ada pembahasan menarik soal apakah ChatGPT 4 layak untuk penulisan akademis yang bisa membuka wawasan kalian soal etika penggunaan AI. Jangan sampai AI yang menulis skripsi kalian, tapi jadikan dia asisten untuk merapikan kalimat.
Claude Ai Pro (Jago Merangkum Jurnal)
Langkah 4: Membangun Kerangka Pemikiran
Setelah teori terkumpul, saatnya menyatukan semuanya dalam sebuah bagan yang disebut Kerangka Pemikiran. Ini adalah “peta logika” kalian.
Jika kalian penelitian Kuantitatif, kerangka pemikiran harus menunjukkan hubungan antar variabel (X berpengaruh ke Y). Jika Kualitatif, kerangka pemikiran menunjukkan alur pikir analisis dari input masalah sampai output solusi.
Tips dari saya: Buatlah gambar bagan yang rapi. Jangan pakai garis yang miring-miring. Kerapian visual di Bab 2 menunjukkan bahwa logika berpikir kalian juga rapi.
Langkah 5: Merumuskan Hipotesis (Khusus Kuantitatif)
Jika skripsi kalian kuantitatif, Bab 2 ditutup dengan Hipotesis (dugaan sementara). Hipotesis ini lahir dari teori yang sudah kalian bahas di atas. Jangan tiba-tiba muncul hipotesis tanpa ada dukungan teori sebelumnya. Itu namanya tebak-tebakan, bukan penelitian.
Faktor “X” yang Sering Dilupakan: Referensi Terbaru
Dosen biasanya akan mengecek Daftar Pustaka kalian. Apakah referensinya “basi”? Usahakan 70-80% referensi kalian (terutama jurnal) adalah terbitan 5-10 tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa kalian mengikuti perkembangan ilmu terkini.
Mungkin kalian berpikir, “Ah ribet amat Pak jadi peneliti.” Ya, memang begitu standarnya. Makanya, gaji dan status sosial dosen/peneliti itu dihargai (walau kadang curhatnya banyak hehe). Kalian bisa cek fakta lulusan S1 bisa jadi dosen kalau kalian tertarik meniti karir di jalur ini setelah lulus nanti.
Cek Turnitin Harian (Wajib Sebelum Bimbingan!)
Atau butuh hiburan edukatif saat jenuh ngerjain skripsi?
Akun Quizizz Premium (Refresh Otak)
Tips Mengelola Ribuan Referensi
Satu tips teknis: Gunakan Reference Manager seperti Mendeley atau Zotero. Jangan mengetik daftar pustaka secara manual! Selain capek, potensinya salah ketik besar. Dengan Mendeley, kalian tinggal sekali klik, sitasi dan daftar pustaka langsung jadi sesuai format kampus (APA/Harvard Style).
Kesimpulan
Jadi, bagaimana membuat tinjauan pustaka skripsi yang anti gagal? Kuncinya adalah: BACA, SINTESIS, dan STRUKTURISASI. Jangan hanya memindahkan teks.
Bab 2 adalah tempat kalian menunjukkan wawasan. Tunjukkan pada dosen penguji bahwa kalian paham betul teori yang kalian gunakan. Ingat, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Jangan terjebak perfeksionisme di Bab 2 sampai lupa lanjut ke Bab 3.
Semangat mengerjakan, dan semoga tulisan ini membantu mencerahkan “gelap”-nya Bab 2 kalian!
Share this content:








