Bagaimana Cara Mengajukan PPG 2026? Ini Panduan Lengkapnya

Last Updated on 22 November 2025 by Suryo Hadi Kusumo

Bagaimana cara mengajukan ppg

Bagi Anda yang serius ingin meniti karir sebagai guru profesional, pertanyaan krusial pasti muncul: Bagaimana cara mengajukan PPG (Pendidikan Profesi Guru)? Banyak calon guru menganggap proses ini rumit, membingungkan, dan penuh ketidakpastian. Faktanya, banyak calon guru gagal bukan karena tidak kompeten, tetapi murni karena salah memahami alur pendaftaran.

Perlu Anda pahami, “cara mengajukan PPG” bukanlah satu jalur tunggal. Berdasarkan analisis kami terhadap regulasi Kemdikbudristek, ada dua dunia dengan alur, syarat, dan portal pendaftaran yang sangat berbeda: PPG Prajabatan (untuk calon guru/lulusan S1) dan PPG Dalam Jabatan (untuk guru yang sudah aktif mengajar). Panduan lengkap ini akan membelah keduanya secara mendalam, langkah demi langkah, agar Anda tidak salah strategi.

Poin Kunci Artikel Ini

Panduan ini akan membedah tuntas langkah-langkah mendaftar PPG untuk dua jalur yang berbeda: Prajabatan dan Dalam Jabatan. Kami akan menguraikan alur pendaftaran, analisis berkas, hingga tips lolos seleksi substantif dan wawancara.

Memahami Arena: Dua Jalur Pengajuan PPG yang Berbeda

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mencampuradukkan informasi kedua jalur ini. Sebelum kita melangkah ke tutorial pendaftaran ppg lengkap, Anda wajib mengidentifikasi di mana posisi Anda. Salah jalur berarti 100% gagal administrasi.

1. PPG Prajabatan: Jalur untuk Calon Guru

Ini adalah jalur bagi Anda, para lulusan S1 atau D4, baik dari jurusan Kependidikan (misal: S.Pd) maupun Non-Kependidikan (misal: S.T, S.Si, S.E) yang belum pernah terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

PROMO HARI INI Kamera CCTV Mini Wifi

Kamera Pengintai Mini Wifi (Pantau Lewat HP)

Tanpa kabel, baterai awet, instalasi mudah & tersembunyi.

Ambil Voucher Diskon →
  • Tujuan: Mendidik Anda untuk menjadi guru profesional baru dan mendapatkan Sertifikat Pendidik (Serdik).
  • Sifat Pendaftaran: Pemerintah membuka pendaftaran ini untuk umum (publik) sesuai jadwal nasional.
  • Proses: Anda yang aktif mendaftar dan bersaing melalui serangkaian tes ketat.
  • Hasil Akhir: Mendapat Serdik sebagai “modal” untuk melamar menjadi guru (ASN PPPK atau yayasan).

2. PPG Dalam Jabatan (Daljab): Jalur untuk Guru Aktif

Di sisi lain, pemerintah mengkhususkan jalur ini untuk Anda yang sudah aktif mengajar sebagai guru di sekolah (baik PNS maupun non-PNS/honorer) dan sudah terdaftar di Dapodik. Syarat utamanya adalah memiliki TMT (Terhitung Mulai Tanggal) mengajar sebelum tanggal *cut-off* yang ditentukan pemerintah.

  • Tujuan: Memberikan sertifikasi kepada guru yang sudah berpengalaman mengajar.
  • Sifat Pendaftaran: Bukan pendaftaran terbuka. Artinya, ini adalah sistem berbasis undangan (*invitation-only*).
  • Proses: Sistem akan “memanggil” atau mengundang Anda berdasarkan antrean, masa kerja, dan data di Dapodik.
  • Hasil Akhir: Mendapat Serdik yang digunakan untuk kenaikan pangkat dan mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Oleh karena itu, kami akan memfokuskan panduan ini pada bagaimana cara mengajukan PPG Prajabatan karena ini adalah proses yang paling proaktif dan kompetitif. Kami juga akan membahas alur PPG Daljab secara terpisah.

Panduan Lengkap: Cara Mengajukan PPG Prajabatan 2026

Jalur Prajabatan merupakan seleksi nasional yang sangat ketat. Berdasarkan analisis kami terhadap pola seleksi tahun-tahun sebelumnya, pemerintah membagi prosesnya menjadi tiga tahap besar: Pendaftaran (Administrasi & Esai), Tes Substantif, dan Tes Wawancara. Kita akan bedah tuntas tahap pendaftarannya.

Tahap 1: Persiapan Berkas (Jauh Sebelum Pendaftaran Dibuka)

Jangan menunggu pengumuman dibuka untuk menyiapkan berkas. Praktik terbaik adalah Anda wajib memiliki “map digital” di komputer Anda. Map ini berisi semua dokumen berikut dalam format PDF yang sudah dipindai dengan jelas (bukan foto pakai HP).

Anda wajib menyiapkan berkas esensial berikut, yang hampir pasti diminta setiap tahun:

  • Data Diri: Pindai KTP-el atau Suket yang masih berlaku.
  • Ijazah: Pindai Ijazah S1/D4 asli atau fotokopi legalisir. Pastikan linier dengan bidang studi PPG yang Anda tuju.
  • Transkrip Nilai: Pindai Transkrip Nilai asli atau fotokopi legalisir. IPK minimal biasanya 3.00.
  • Pakta Integritas: Portal pendaftaran biasanya menyediakan format ini. Anda tinggal mengunduh, mengisi, menandatangani di atas meterai, lalu memindainya.
  • Surat Keterangan Sehat: Jasmani dan rohani, biasanya Anda urus dari RSUD atau Puskesmas.
  • Surat Bebas NAPZA: Anda urus dari BNN, Kepolisian, atau Laboratorium yang berwenang.
  • SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian): Pastikan yang masih berlaku.

Meskipun demikian, selalu periksa petunjuk teknis (Juknis) resmi saat pendaftaran dibuka, karena mungkin saja ada sedikit perubahan syarat dari tahun ke tahun.

Tahap 2: Alur Pendaftaran PPG Online (Langkah-Langkah How-To)

Setelah pendaftaran resmi dibuka oleh Kemdikbudristek (biasanya diumumkan di media sosial dan portal resmi), inilah langkah-langkah mendaftar ppg yang harus Anda eksekusi.

  1. Langkah 1: Membuat Akun Pendaftaran

    Pemerintah biasanya mengintegrasikan pendaftaran dengan sistem SIMPKB (Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan). Kunjungi portal pendaftaran resmi PPG Kemdikbud (pastikan domain go.id, contohnya ppg.kemdikbud.go.id). Anda diminta membuat akun menggunakan NIK dan data diri yang valid. Pastikan email dan nomor HP Anda aktif.

  2. Langkah 2: Login dan Mengisi Biodata

    Setelah akun aktif, login kembali. Anda akan menghadapi serangkaian form. Isi biodata diri, data kemahasiswaan S1, dan informasi relevan lainnya. Harap sangat teliti, jangan sampai ada salah ketik nama atau NIK. Kesalahan di sini bisa fatal.

  3. Langkah 3: Memilih Bidang Studi PPG

    Ini adalah langkah krusial. Sistem biasanya akan otomatis menampilkan bidang studi PPG yang linier (sesuai) dengan ijazah S1 Anda. Jika ijazah Anda tidak linier dengan bidang apa pun yang dibuka, Anda tidak bisa melanjutkan pendaftaran. Pilih bidang studi yang paling Anda kuasai.

  4. Langkah 4: Mengunggah Berkas Administrasi

    Unggah semua dokumen yang telah Anda siapkan di Tahap 1. Pastikan setiap file tidak melebihi batas ukuran maksimal (misal: 1MB per file) dan formatnya sesuai (biasanya PDF). Beri nama file dengan jelas (cth: `Ijazah_Nama_Anda.pdf`).

  5. Langkah 5: Mengisi Esai Motivasi (Bagian Kritis!)

    Ini bukan sekadar formalitas. Esai adalah filter utama seleksi administrasi. Anda akan diminta menjawab beberapa pertanyaan esai terstruktur mengenai motivasi Anda jadi guru, pengalaman sulit, cara Anda mengatasinya, dan visi Anda. Berdasarkan analisis kami, esai yang lolos adalah yang jujur, personal, terstruktur (gunakan metode STAR), dan menunjukkan passion serta ketahanan (resilience).

Esai Anda wajib orisinal.

Cek Plagiarisme Esai (Turnitin)
  1. Langkah 6: Verifikasi dan Kunci Data (Submit)

    Setelah semua form terisi dan berkas terunggah, periksa kembali semuanya 3-4 kali. Jangan terburu-buru. Jika sudah 100% yakin, “Kunci Data” atau “Submit” pendaftaran Anda. Setelah Anda mengunci data, Anda biasanya tidak bisa mengubahnya lagi.

  2. Langkah 7: Membayar Biaya Pendaftaran

    Selanjutnya, jika Juknis mengharuskan, Anda akan mendapatkan kode bayar (Virtual Account) untuk membayar biaya pendaftaran/seleksi. Segera bayarkan sebelum batas waktu yang ditentukan agar pendaftaran Anda dianggap sah.

Alur Seleksi: Setelah Anda Mengajukan Pendaftaran

Namun, bagaimana cara mengajukan ppg tidak berhenti di tombol “submit”. Justru, perjuangan baru dimulai. Setelah pendaftaran ditutup, Anda akan menjalani proses berikut:

Seleksi Administrasi: Verifikasi Berkas & Esai

Tim verifikator akan memeriksa kelengkapan dan keabsahan berkas Anda. Selanjutnya, tim asesor akan menilai esai Anda. Banyak yang gugur di sini karena berkas tidak lengkap atau esai dianggap tidak meyakinkan. Anda harus memantau akun SIMPKB Anda untuk pengumuman kelulusan tahap ini.

Seleksi Tes Substantif: Ujian Kunci Kelulusan

Jika lolos administrasi, panitia akan mengundang Anda mengikuti Tes Substantif (biasanya berbasis komputer/CAT di lokasi yang ditentukan). Faktanya, ini adalah ujian berat yang menguji:

  • Kemampuan Dasar Literasi dan Numerasi: Mirip dengan tes potensi akademik, menguji kemampuan bernalar dan menganalisis data.
  • Penguasaan Konten Bidang Studi: Menguji kedalaman pengetahuan Anda di bidang studi PPG yang Anda pilih.

Praktik terbaik adalah mempersiapkan tes ini secara jauh lebih serius. Jangan hanya mengandalkan ingatan kuliah S1. Lakukan banyak latihan soal (tryout) untuk membiasakan diri dengan format dan tekanan waktu. Menggunakan platform kuis interaktif bisa menjadi cara belajar yang efektif.

Latihan soal CAT PPG jadi seru!

Coba Akun Quiziz untuk Latihan

Seleksi Tes Wawancara: Menilai Kepribadian Anda

Pada akhirnya, kandidat yang lolos Tes Substantif akan masuk ke tahap akhir: Wawancara. Dua asesor ahli akan melakukan wawancara ini secara daring. Wawancara ini bertujuan menggali kompetensi kepribadian dan sosial Anda. Mereka ingin melihat panggilan jiwa (passion), ketahanan mental, kemampuan berkomunikasi, dan potensi kepemimpinan Anda.

Setelah lolos ketiga tahap inilah Anda baru dinyatakan sebagai Mahasiswa PPG Prajabatan.

Bagaimana Cara Mengajukan PPG Dalam Jabatan (Daljab)?

Lantas, bagaimana cara mengajukan ppg untuk Anda yang sudah berstatus guru di Dapodik? Jawabannya: Anda tidak bisa “mengajukan” secara proaktif seperti jalur Prajabatan.

Sekali lagi, proses PPG Daljab adalah sistem undangan atau pemanggilan. Inilah alurnya:

1. Kunci Utama: Validasi Data Dapodik

Tugas utama Anda adalah memastikan data Anda di Dapodik 100% valid, mutakhir, dan benar. Ini mencakup data riwayat mengajar, TMT, jam mengajar, dan data ijazah S1. Data Dapodik inilah yang menjadi “antrean” Anda.

2. Proses Verifikasi dan Validasi (Verval)

Setiap tahun, Kemdikbud akan melakukan Verval data guru di Dapodik. Sistem akan memfilter guru-guru yang sudah memenuhi syarat (misal: TMT sebelum 2019, S1 Linier, masih aktif) untuk menjadi kandidat PPG Daljab.

3. Mendapat Undangan (Notifikasi SIMPKB)

Akibatnya, jika Anda termasuk guru yang lolos Verval dan masuk kuota, Anda akan mendapatkan notifikasi atau undangan di akun SIMPKB Anda untuk mengikuti seleksi PPG Daljab. Inilah “pengajuan” versi Daljab.

4. Seleksi Administrasi dan Akademik

Setelah menerima undangan, Anda harus melakukan konfirmasi dan mengunggah berkas administrasi yang diminta (seperti SK Mengajar, Ijazah, dll). Setelah itu, Anda akan mengikuti Seleksi Akademik (Pretest) berbasis CAT. Jika lolos, barulah Anda ditetapkan sebagai peserta PPG Daljab.

Jadi, kesimpulannya: Untuk Daljab, Anda tidak mendaftar di portal publik. Anda “mendaftar” dengan cara memastikan data Dapodik Anda sempurna dan aktif memeriksa SIMPKB untuk undangan.

Kesimpulan: Pahami Jalur Anda, Siapkan Strategi

Menjawab pertanyaan bagaimana cara mengajukan ppg menuntut Anda untuk jujur pada diri sendiri terlebih dahulu: Apakah Anda calon guru (Prajabatan) atau guru aktif (Dalam Jabatan)?

Singkatnya, jika Anda calon guru, perjuangan Anda proaktif: siapkan berkas dari sekarang, latih kemampuan esai, dan bersiap untuk Tes Substantif yang menantang. Di sisi lain, jika Anda guru aktif, perjuangan Anda lebih pasif namun krusial: pastikan data Dapodik Anda adalah “permata” yang bersinar, dan bersabarlah menunggu undangan di SIMPKB.

Keduanya adalah jalur mulia untuk menjadi guru profesional bersertifikat. Pahami jalurnya, siapkan strateginya, dan raih impian Anda.


Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apakah lulusan S1 non-pendidikan (misal: S.T, S.Kom) bisa mengajukan PPG?

Sangat bisa. Anda bisa mendaftar melalui jalur PPG Prajabatan, asalkan ijazah S1 Anda dianggap linier dengan salah satu bidang studi PPG yang dibuka. Misalnya, S.Kom seringkali linier dengan PPG bidang TIK atau Informatika.

2. Berapa biaya untuk mengajukan pendaftaran PPG?

Untuk PPG Prajabatan, biasanya ada biaya pendaftaran/seleksi (misal: sekitar Rp 200.000 – Rp 300.000) yang Anda bayar saat mendaftar. Namun, jika Anda lolos, pemerintah menanggung biaya kuliah PPG-nya (SPP) (beasiswa). Untuk PPG Daljab, biasanya tidak ada biaya pendaftaran karena sistemnya undangan.

3. Saya sudah mengajar 2 tahun tapi belum masuk Dapodik, saya ikut jalur mana?

Anda tetap harus mendaftar melalui jalur PPG Prajabatan. Syarat utama PPG Daljab adalah wajib terdata di Dapodik dengan TMT sebelum batas waktu yang ditentukan. Jika Anda belum ada di Dapodik, sistem menganggap Anda sebagai “umum” atau calon guru.

4. Di mana saya bisa melihat alur pendaftaran ppg online yang resmi?

Praktik terbaik adalah selalu memantau sumber resmi: 1) Portal ppg.kemdikbud.go.id dan 2) Akun media sosial Instagram resmi @ppgkemdikbud. Jangan percaya pada sumber tidak resmi yang meminta data pribadi Anda.

5. Seberapa penting esai dalam pendaftaran PPG Prajabatan?

Sangat penting. Berdasarkan analisis kami, esai adalah filter kritis di seleksi administrasi. Esai yang ditulis asal-asalan, klise, atau terdeteksi plagiat akan langsung menggugurkan Anda, bahkan jika nilai IPK Anda 4.00.

Share this content:

Visited 20 times, 1 visit(s) today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *