Ini 7 Poinnya Apa Beda PAK Konvensional vs PAK Integrasi 2025

Apa Beda PAK Konvensional vs PAK

Kebingungan seputar apa beda PAK Konvensional vs PAK Integrasi sedang melanda ribuan pendidik di Indonesia. Sebagai seorang di bidang pendidikan, saya melihat ini bukan sekadar perubahan terminologi. Ini adalah pergeseran filosofis mendasar dalam cara kinerja guru dinilai. Banyak rekan guru yang cemas, “Apakah angka kredit saya hangus?” atau “Bagaimana nasib DUPAK saya?” Ini adalah pertanyaan valid.

Artikel ini adalah analisis mendalam kami untuk menjernihkan kebingungan tersebut. Kita akan membedah secara tuntas perbedaan PAK Konvensional (sistem lama yang kita kenal) dengan PAK Integrasi (sistem baru yang terhubung PMM). Memahami perbandingan PAK Konvensional dan PAK Integrasi ini sangat krusial, bukan hanya untuk kenaikan pangkat, tetapi untuk merencanakan karier profesional guru ke depan. Fokus kita adalah pada implikasi praktis di lapangan.

Membedah Akar Masalah: Apa Itu PAK Konvensional?

PAK Konvensional adalah sistem Penilaian Angka Kredit yang telah kita gunakan selama puluhan tahun. Berdasarkan analisis kami, sistem ini memiliki beberapa karakteristik kunci yang kini menjadi sumber masalah.

Fokus pada Butir Kegiatan (Administratif)

Sistem lama ini sangat berorientasi pada “butir-butir kegiatan”. Guru diwajibkan mengumpulkan puluhan, bahkan ratusan, bukti fisik untuk setiap kegiatan. Ingat tumpukan DUPAK (Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit) yang menggunung? Itulah ciri utamanya.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah guru lebih fokus pada “mengumpulkan sertifikat” daripada “dampak pembelajaran di kelas”. Sistem ini, secara tidak sengaja, mendorong guru menjadi kolektor arsip. Penilaian seringkali terasa subjektif dan prosesnya berbelit-belit, membuat banyak guru frustrasi dan mandek kenaikan pangkatnya.

Kelemahan Sistem PAK Konvensional

Berdasarkan analisis kami, kelemahan utamanya adalah:

PROMO HARI INI Kamera CCTV Mini Wifi

Kamera Pengintai Mini Wifi (Pantau Lewat HP)

Tanpa kabel, baterai awet, instalasi mudah & tersembunyi.

Ambil Voucher Diskon →
  • Beban Administratif Tinggi: Waktu guru habis untuk mengurus berkas, bukan mengajar.
  • Subjektivitas Penilaian: Tim penilai di daerah seringkali memiliki interpretasi berbeda.
  • Tidak Relevan dengan Kinerja Nyata: Guru yang sibuk mengurus berkas belum tentu guru yang baik di kelas.
  • Proses Lambat dan Panjang: Usulan kenaikan pangkat bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Paradigma Baru: Apa Itu PAK Integrasi (Sistem PAK Baru)?

PAK Integrasi, yang secara resmi diperkenalkan melalui PERMENPANRB No. 1 Tahun 2023, adalah jawaban atas semua kelemahan tadi. Ini adalah sistem PAK baru yang mengubah total cara pandang kita.

Fokus pada Predikat Kinerja (Dampak)

Inilah revolusinya. PAK Integrasi tidak lagi pusing dengan butir-butir kegiatan. Penilaian kini didasarkan pada satu hal: Predikat Kinerja (misalnya: Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang) yang diperoleh dari hasil evaluasi kinerja periodik, yang kini sangat terikat dengan Pengelolaan Kinerja di PMM (Platform Merdeka Mengajar).

Predikat kinerja ini kemudian dikonversi menjadi angka kredit menggunakan koefisien yang sudah ditetapkan. Sederhana, bukan? Praktik terbaik adalah: guru fokus pada 8 aspek RHK di PMM, lakukan observasi kelas, dan berdialog dengan atasan. Kinerja Anda di PMM itulah yang menjadi dasar PAK Anda.

Ini adalah langkah besar yang mengalihkan fokus dari “Apa yang Anda kumpulkan?” menjadi “Apa dampak Anda di kelas?” Ini adalah jawaban atas pertanyaan besar “apa beda PAK Konvensional vs PAK baru”.

7 Perbedaan Kunci PAK Konvensional vs PAK Integrasi

Untuk memahami sepenuhnya apa beda PAK Konvensional vs PAK, mari kita buat perbandingan berdampingan. Berdasarkan analisis kami terhadap regulasi dan implementasi di lapangan, berikut adalah 7 perbedaan paling fundamental.

1. Dasar Penilaian: Butir Kegiatan vs Predikat Kinerja

PAK Konvensional: Didasarkan pada pengumpulan poin dari puluhan butir kegiatan (misal: ikut seminar 0,5 poin, buat modul 2 poin, dst). Sangat rumit dan granular.

PAK Integrasi: Didasarkan pada Predikat Kinerja (hasil evaluasi kinerja di PMM). Jika predikat Anda “Baik”, Anda otomatis mendapat 100% angka kredit tahunan sesuai jenjang. Jika “Sangat Baik”, dapat 150%. Jauh lebih simpel.

2. Fokus Penilaian: Beban Administratif vs Dampak Pembelajaran

PAK Konvensional: Fokus pada kelengkapan administrasi dan bukti fisik. Tumpukan berkas lebih penting daripada cerita di balik berkas itu.

PAK Integrasi: Fokus pada dampak nyata di kelas. Melalui Observasi Kinerja di PMM, atasan melihat langsung praktik Anda. Bukti dukung di PMM pun hanya sampel, bukan segalanya.

3. Keterkaitan dengan PMM: Tidak Ada vs Sangat Wajib

PAK Konvensional: Sama sekali tidak terkait dengan PMM. PMM hanya dianggap platform belajar biasa.

PAK Integrasi: 100% terintegrasi. PMM adalah “rumah” dari sistem PAK Integrasi. Seluruh proses, dari perencanaan (RHK), pelaksanaan, hingga penilaian, terjadi di dalam PMM. Ini menjawab kebingungan soal “PAK Konvensional PMM”.

4. Dokumen Bukti Dukung: DUPAK Fisik vs Bukti Digital

PAK Konvensional: Menghasilkan DUPAK, tumpukan dokumen fisik yang harus dikirim dan divalidasi secara manual.

PAK Integrasi: Bukti dukung diunggah secara digital ke PMM (misal: RPP, sertifikat RHK). Jauh lebih ringkas dan ramah lingkungan.

Poin Penting: Akhir dari Era DUPAK

Praktik terbaik yang harus Anda pahami adalah: era DUPAK telah berakhir. Jangan lagi menimbun berkas fisik. Mulai sekarang, fokus Anda adalah mendokumentasikan kinerja Anda secara digital melalui platform yang telah disediakan, yaitu PMM. Ini adalah perubahan pola pikir terbesar.

5. Periode Penilaian: Tahunan vs Periodik (Semesteran)

PAK Konvensional: Penilaian biasanya dilakukan tahunan, bahkan bisa 2-4 tahun sekali saat guru akan naik pangkat.

PAK Integrasi: Penilaian dilakukan secara periodik, yang dalam konteks PMM adalah per semester. Ini membuat prosesnya lebih cepat dan relevan dengan kondisi terbaru guru.

6. Model Konversi: Angka Mutlak vs Koefisien

PAK Konvensional: Anda harus “mengejar” angka kredit. Misal, untuk naik dari III/a ke III/b butuh 50 poin, Anda harus kumpulkan 50 poin itu dari berbagai butir kegiatan.

PAK Integrasi: Anda tidak mengejar poin. Anda mengejar Predikat Kinerja. Jika Anda jenjang Ahli Pertama (III/a) dan dapat predikat “Baik”, Anda otomatis dapat 12,5 poin (100% x 12,5) tahun itu. Jelas dan terukur.

7. Fleksibilitas Pengembangan Diri

PAK Konvensional: Sangat kaku. Kegiatan pengembangan diri dibatasi oleh butir-butir yang tersedia.

PAK Integrasi: Jauh lebih fleksibel. Guru didorong memilih pengembangan kompetensi (RHK PMM) yang sesuai dengan kebutuhan dan rapor pendidikan sekolah. Ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar.

Analisis Ahli: Visualisasi Transisi Sistem PAK

Sebagai Profesor, saya paham bahwa kadang penjelasan visual jauh lebih mudah dicerna. Transisi dari sistem PAK Konvensional ke PAK Integrasi adalah perubahan besar yang melibatkan regulasi dan alur kerja baru. Memahaminya secara visual sangat membantu.

Video di bawah ini memberikan gambaran yang jelas mengenai alur baru ini. Perhatikan baik-baik di menit-menit awal yang menjelaskan dasar hukum perubahannya. Ini penting untuk memperkuat argumen Anda saat berdialog dengan rekan kerja atau bahkan atasan yang mungkin belum sepenuhnya “move on” dari sistem lama. Praktik terbaik adalah memahami *mengapa* kita berubah, bukan hanya *apa* yang berubah.

Sumber Video: Visualisasi Perbedaan PAK Lama dan Baru (YouTube)

“Bagaimana Nasib Angka Kredit Saya?” (Aturan Masa Transisi)

Ini adalah pertanyaan sejuta umat. “Saya sudah punya 80 poin di PAK Konvensional, apakah hangus?”

Jawabannya: TIDAK HANGUS.

Pemerintah telah menyiapkan mekanisme “Konversi PAK Konvensional ke PAK Integrasi”. Seluruh angka kredit yang telah Anda kumpulkan hingga 31 Desember 2022 akan dikonversi ke dalam sistem baru. Proses ini seharusnya sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan atau BKN.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah guru tidak proaktif. Praktik terbaik adalah: hubungi bagian kepegawaian Anda dan pastikan PAK Konvensional terakhir Anda sudah di-konversi. Setelah dikonversi, angka kredit itu “dikunci” dan seluruh perolehan angka kredit Anda per 1 Januari 2023 dan seterusnya murni menggunakan sistem PAK Integrasi berbasis PMM.

Ini adalah langkah krusial. Tanpa konversi ini, Anda tidak bisa “nyambung” ke sistem baru. Ini juga bagian dari administrasi penting, sama seperti Anda memastikan data di Info GTK selalu valid.

Skenario “How-To”: Langkah Awal Memulai PAK Integrasi

Bagi Anda yang masih bingung harus mulai dari mana, berikut adalah panduan langkah demi langkah sederhana untuk “pindah” ke sistem PAK Integrasi.

  1. Pahami Aturan Baru (PERMENPANRB 1/2023): Luangkan waktu membaca aturan mainnya. Pengetahuan adalah kekuatan.
  2. Pastikan PAK Konvensional Terakhir Terkonversi: Hubungi kepegawaian. Ini adalah fondasi Anda.
  3. Buka PMM dan Lakukan Perencanaan Kinerja: Ini adalah “entry point” Anda ke PAK Integrasi. Dialogkan RHK dengan atasan Anda.
  4. Fokus pada Pelaksanaan RHK: Laksanakan 8 aspek praktik kinerja dan kumpulkan bukti dukung pengembangan kompetensi.
  5. Lakukan Observasi Kinerja: Jalani proses observasi kelas oleh atasan dengan pikiran terbuka. Ini adalah inti dari penilaian kinerja.
  6. Dapatkan Predikat Kinerja: Di akhir semester, atasan akan memberikan predikat kinerja (Sangat Baik, Baik, Cukup, dll) berdasarkan seluruh proses tadi.
  7. Selesai: Predikat kinerja tersebut akan otomatis dikonversi menjadi angka kredit oleh sistem. Ulangi siklus ini setiap semester.

Proses ini jauh lebih manusiawi dan relevan. Ini adalah bagian dari perjalanan menjadi guru profesional, sama pentingnya dengan lulus PPG Prajabatan bagi calon guru.

Kesimpulan Ahli: Bergerak Menuju Kinerja Berdampak

Sebagai penutup, apa beda PAK Konvensional vs PAK Integrasi adalah pertanyaan tentang pergeseran paradigma. Kita bergerak dari era “kolektor berkas” ke era “praktisi reflektif”.

Berdasarkan analisis kami, PAK Integrasi adalah langkah positif yang luar biasa. Sistem ini memaksa kita untuk fokus pada hal yang paling penting: kualitas pembelajaran murid di kelas. Beban administrasi dipangkas, dan dialog antara guru dan atasan diperkuat. Meskipun awalnya terasa membingungkan, sistem PAK baru ini jauh lebih sehat untuk pengembangan profesi guru jangka panjang.

Praktik terbaik adalah: peluk perubahan ini. Fokuslah pada kinerja terbaik Anda di PMM, lakukan dialog yang konstruktif dengan atasan, dan biarkan sistem baru ini mengurus angka kredit Anda. Waktu Anda sekarang bisa lebih banyak difokuskan untuk siswa.

Tanya Jawab (FAQ) Seputar Beda PAK Konvensional vs PAK Integrasi

1. Apa itu PAK Konvensional secara singkat?

PAK Konvensional adalah sistem penilaian angka kredit lama yang didasarkan pada pengumpulan poin dari puluhan butir-butir kegiatan dan bukti fisik (DUPAK). Sistem ini sangat administratif dan rumit.

2. Apa itu PAK Integrasi secara singkat?

PAK Integrasi adalah sistem penilaian angka kredit baru (berlaku 2023) yang didasarkan pada Predikat Kinerja (hasil Pengelolaan Kinerja di PMM). Sistem ini fokus pada dampak kinerja, bukan administrasi.

3. Apakah PAK Konvensional sudah tidak berlaku sama sekali?

Benar. Sejak 1 Januari 2023, seluruh penilaian angka kredit untuk kenaikan pangkat wajib menggunakan sistem PAK Integrasi. PAK Konvensional hanya digunakan untuk mengkonversi angka kredit yang Anda peroleh sebelum tanggal tersebut.

4. Bagaimana nasib angka kredit saya di PAK Konvensional?

Tidak hangus. Angka kredit Anda sampai 31 Desember 2022 akan dikonversi (disatukan) menjadi angka kredit di sistem baru. Pastikan Anda proaktif menanyakan proses konversi ini ke bagian kepegawaian.

5. Apakah PMM wajib untuk PAK Integrasi?

Ya. Saat ini, PMM adalah satu-satunya platform yang digunakan untuk Pengelolaan Kinerja ASN Guru dan Kepala Sekolah, yang hasilnya (Predikat Kinerja) menjadi dasar mutlak untuk penerbitan PAK Integrasi.

Share this content:

Visited 129 times, 106 visit(s) today

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *