5 Trik Jitu Menulis Esai Leadership Chevening Tembus 2025
Last Updated on 7 November 2025 by Suryo Hadi Kusumo

Menembus Beasiswa Chevening adalah impian banyak profesional muda. Namun, ada satu rintangan yang seringkali menjadi penentu kelulusan: esai. Dari semua esai yang diminta, esai kepemimpinan adalah jantungnya. Memahami cara menulis esai leadership Chevening dengan benar bukan sekadar soal tata bahasa, tapi soal bagaimana Anda membingkai narasi dampak Anda. Ini adalah kesempatan Anda untuk menunjukkan bahwa Anda bukan hanya ‘manajer’ yang baik, tetapi seorang ‘pemimpin’ yang visioner.
Berdasarkan analisis kami terhadap puluhan esai yang berhasil, ada pola yang jelas. Para penerima beasiswa Chevening tidak hanya menceritakan apa yang mereka lakukan; mereka menunjukkan
Mengapa Esai Leadership Chevening Begitu Krusial?
Komite Chevening tidak sedang mencari akademisi murni. Mereka mencari
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah pelamar gagal membedakan antara ‘manajemen’ dan ‘kepemimpinan’. Manajemen adalah tentang mengelola proses, anggaran, atau tim. Kepemimpinan, di sisi lain, adalah tentang menginspirasi orang, mendorong perubahan, dan menciptakan visi. Esai Anda harus menonjolkan aspek kedua. Oleh karena itu, cara menulis esai leadership Chevening yang efektif adalah dengan fokus pada ‘influencing’ (mempengaruhi) daripada sekadar ‘managing’ (mengelola).
Pihak Chevening secara eksplisit mencari individu yang memiliki:
- Kualitas kepemimpinan yang terbukti.
- Visi yang jelas untuk masa depan.
- Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
- Komitmen untuk kembali dan berkontribusi pada negara asal.
Membongkar ‘Leadership and Influencing’ Versi Chevening
Sebelum kita masuk ke teknis penulisan, kita harus menyamakan persepsi. Apa arti ‘leadership’ dan ‘influencing’ dalam konteks Chevening? Praktik terbaik adalah membedah definisi mereka sendiri.
Ini Bukan Sekadar Jabatan (Leadership = Aksi)
Banyak pelamar terkecoh, berpikir mereka harus menjadi CEO atau pendiri startup besar untuk bisa lolos. Ini keliru. Berdasarkan analisis kami, Chevening sangat menghargai kepemimpinan yang muncul dari
Apakah Anda pernah memimpin sebuah proyek kecil di komunitas Anda yang menyelesaikan masalah lokal? Apakah Anda menginisiasi sebuah sistem baru di tempat kerja Anda yang meningkatkan efisiensi, meskipun Anda bukan seorang manajer? Itulah kepemimpinan. Ini adalah tentang melihat masalah, merumuskan solusi, dan—ini yang paling penting—
Fokus pada ‘Influencing’ (Dampak Nyata)
‘Influencing’ adalah kata kunci kedua yang sering diabaikan. Bagaimana Anda mempengaruhi orang lain? Ini bisa berarti:
- Mentorship: Anda membimbing junior Anda hingga mereka berhasil.
- Advokasi: Anda memperjuangkan kebijakan baru di organisasi Anda.
- Negosiasi: Anda berhasil meyakinkan pemangku kepentingan yang skeptis untuk mendukung ide Anda.
- Inspirasi: Anda menjadi role model yang tindakannya memotivasi tim Anda untuk bekerja lebih baik.
Cara menulis esai leadership Chevening yang cemerlang adalah dengan menenun cerita yang menunjukkan bagaimana Anda menggunakan keterampilan ‘influencing’ ini untuk menciptakan
Poin Kunci
Chevening mencari bukti bahwa Anda adalah seorang
5 Langkah Taktis Cara Menulis Esai Leadership Chevening yang Tembus
Baik, sekarang kita masuk ke bagian inti: strategi penulisan. Ini adalah proses langkah demi langkah yang telah terbukti membantu banyak kandidat menyusun esai mereka. Ini adalah panduan
Langkah 1: Dekonstruksi Pertanyaan & Brainstorming
Pertanyaan esai Chevening spesifik: “Chevening is looking for individuals who will be future leaders or influencers in their home countries. Explain how you meet this requirement, using clear examples of your own leadership and influencing skills to support your answer.”
Pecah pertanyaan ini:
- Siapa: “Future leaders or influencers in their home countries.” (Tunjukkan koneksi ke negaramu).
- Apa: “Explain how you meet this requirement.” (Klaim).
- Bagaimana: “Using clear examples… leadership and influencing skills.” (Bukti).
Sekarang, lakukan brainstorming. Ambil kertas dan tulis 2-3 pengalaman paling signifikan dalam 3-5 tahun terakhir di mana Anda menunjukkan kepemimpinan. Jangan pilih contoh yang paling mentereng jabatannya, tapi pilih contoh yang paling
Langkah 2: Gunakan Metode STAR untuk Setiap Contoh
Setelah Anda memiliki 2-3 contoh, setiap contoh harus dipecah menggunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result). Ini adalah praktik terbaik untuk penulisan esai berbasis perilaku.
- S (Situation): Jelaskan konteksnya dalam 1-2 kalimat. Apa masalahnya? Siapa yang terlibat? Buat singkat dan padat.
- T (Task): Apa peran atau tugas spesifik Anda dalam situasi tersebut? Apa yang diharapkan dari Anda?
- A (Action): Ini adalah inti dari cerita Anda (sekitar 60% dari cerita). Apa
langkah-langkah spesifik yang Anda ambil? Fokus pada kata kerja aktif: “Saya menganalisis…”, “Saya menegosiasikan…”, “Saya mendelegasikan…”, “Saya memotivasi…”. Jelaskancara Anda mempengaruhi orang lain. - R (Result): Apa hasil akhirnya? Kuantifikasi jika memungkinkan. “Kami meningkatkan partisipasi sebesar 50%,” atau “Proyek selesai 2 minggu lebih cepat.” Jelaskan juga dampaknya secara kualitatif, “Ini menciptakan budaya kerja baru yang lebih kolaboratif.”
Metode STAR memaksa Anda untuk bercerita secara terstruktur dan fokus pada hasil, persis seperti yang diinginkan komite seleksi.
Langkah 3: Menyusun Struktur Esai yang Kokoh
Anda memiliki batas kata yang ketat (biasanya 500 kata). Anda tidak bisa membuang satu katapun. Struktur yang kami rekomendasikan adalah:
- Paragraf Pembuka (± 50 kata): Mulailah dengan
tesis Anda. Apa filosofi kepemimpinan Anda? Sampaikan dengan jelas dan percaya diri. Misalnya: “Bagi saya, kepemimpinan bukanlah tentang hierarki, melainkan tentang menciptakan dampak kolektif melalui empati dan data.” - Badan Esai – Contoh 1 (± 200 kata): Gunakan metode STAR terkuat Anda di sini. Jelaskan secara mendalam ‘Action’ dan ‘Result’ Anda.
- Badan Esai – Contoh 2 (± 200 kata): Gunakan contoh kedua (dengan STAR lagi) untuk menunjukkan
aspek lain dari kepemimpinan Anda. Jika contoh pertama tentang memimpin tim, mungkin contoh kedua tentang mempengaruhi kebijakan (influencing upwards). - Paragraf Penutup (± 50 kata): Ikatkan semuanya kembali. Jangan hanya merangkum. Tunjukkan
refleksi Anda. Apa yang Anda pelajari dari pengalaman ini? Bagaimana pengalaman ini mempersiapkan Anda untuk menjadi ‘Chevening Leader’? Hubungkan kembali dengan visi masa depan Anda di negara asal.
Langkah 4: Menulis Draf Pertama (Fokus pada Substansi)
Pada tahap ini, jangan khawatir tentang keindahan bahasa atau batas kata. Fokuslah untuk mengeluarkan semua ide Anda berdasarkan struktur di atas. Tuliskan saja. Kesalahan umum adalah mencoba mengedit sambil menulis; ini akan membunuh alur kreativitas Anda. Tujuan dari draf pertama adalah menuangkan substansi dan bukti (STAR) ke dalam kerangka esai.
Langkah 5: Editing Brutal (Clarity, Impact, Word Count)
Ini adalah bagian di mana esai yang bagus menjadi esai yang brilian.
- Pangkas Lemak: Baca setiap kalimat. Apakah kalimat ini menambah nilai? Jika tidak, hapus. Ganti frasa “fakta bahwa” dengan “bahwa”. Ganti “Saya memiliki kesempatan untuk” dengan “Saya…”
- Perkuat Kata Kerja: Ganti kata kerja pasif menjadi aktif. Bukan “Proyek itu diselesaikan oleh tim saya,” tapi “Tim saya menyelesaikan proyek…”
- Cek Batas Kata: Gunakan alat penghitung kata. Anda
wajib berada di bawah batas maksimum. Melebihi batas kata menunjukkan ketidakmampuan mengikuti instruksi—sifat yang buruk bagi seorang pemimpin. - Proofread: Cek tata bahasa, ejaan, dan tanda baca. Kesalahan kecil menunjukkan kecerobohan. Proses ini mirip dengan ketelitian yang dibutuhkan dalam menyusun skripsi, namun dengan fokus yang berbeda. Anda bisa melihat panduan skripsi cepat lulus kami untuk memahami pentingnya proses penulisan yang disiplin.
Analisis Ahli: Tonton & Pelajari Video Ini
Teori saja tidak cukup. Anda perlu melihat bagaimana para penerima beasiswa sebelumnya mempraktikkan hal ini. Video di bawah ini, meskipun dalam bahasa Inggris, memberikan wawasan luar biasa langsung dari seorang ‘Chevening Alumnus’. Ini adalah salah satu sumber daya terbaik di luar sana untuk memahami
Sebagai ahli, saya ingin Anda memperhatikan beberapa hal kunci saat menonton. Perhatikan secara khusus di menit 1:30 di mana pembicara membahas perbedaan antara ‘contoh baik’ dan ‘contoh buruk’. Analisisnya tentang bagaimana mengubah cerita yang ‘biasa saja’ menjadi narasi kepemimpinan yang ‘kuat’ sangat tepat. Dia menekankan pada
Tonton: How to Write the Chevening Leadership Essay (Sumber: YouTube)
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi (Wajib Dihindari!)
Berdasarkan pengalaman meninjau ratusan draf esai, berikut adalah kesalahan fatal yang harus Anda hindari jika ingin lolos:
1. Terlalu Fokus pada Teori, Kurang Aksi
Menghabiskan paragraf pertama untuk mengutip John C. Maxwell atau Ki Hajar Dewantara tentang kepemimpinan adalah buang-buang kata. Komite tidak peduli pada definisi Anda tentang kepemimpinan; mereka peduli pada
2. Menggunakan Contoh yang ‘Standar’ Tanpa Dampak
Contoh “Saya adalah ketua panitia acara X” adalah contoh yang paling sering digunakan dan paling lemah. Mengapa? Karena itu tidak menunjukkan apa-apa selain Anda terpilih. Apa yang Anda
3. Hanya Menceritakan ‘Kita’ Bukan ‘Saya’
Ini adalah jebakan budaya kolektivis. Kita terbiasa berkata, “Tim kami berhasil…” Chevening ingin tahu apa peran
4. Melebihi Batas Kata atau Mengabaikan Format
Sudah dibahas, tapi perlu diulang. Jika batasnya 500 kata, 501 kata berarti Anda gagal. Ini menunjukkan Anda tidak bisa mengikuti arahan dasar. Ini adalah tes pertama kepemimpinan Anda: kepatuhan pada aturan main.
5. Gagal Menghubungkan dengan Visi Masa Depan
Esai Anda mungkin menceritakan masa lalu yang hebat, tetapi jika gagal terhubung dengan masa depan, itu tidak lengkap. Bagaimana studi di Inggris (dengan Chevening) akan
Link Eksternal: Pahami Visi Chevening Lebih Dalam
Untuk benar-benar memahami apa yang mereka cari, Anda harus membaca langsung dari sumbernya. Praktik terbaik adalah selalu merujuk pada panduan resmi. Dokumen panduan pelamar di situs web Chevening adalah ‘kitab suci’ Anda. Mereka menjelaskan dengan tepat kriteria yang mereka gunakan untuk menilai kepemimpinan.
Kami sangat menyarankan Anda untuk tidak hanya membaca, tetapi
Baca Panduan Resmi Pelamar Chevening Di Sini
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Jawaban: Ya, tentu saja! Terutama jika Anda adalah fresh graduate atau profesional muda. Kuncinya bukan pada apakah itu “kampus” atau “kantor”, tetapi pada
Jawaban: Praktik terbaik adalah
Jawaban: Ini adalah pertanyaan terbaik. Chevening secara eksplisit mencari kepemimpinan
Jawaban: Esai ini harus profesional, tetapi tidak kaku. Gunakan bahasa yang jelas, percaya diri, dan otentik. Hindari bahasa gaul, tetapi jangan juga menggunakan jargon birokrasi yang berbelit-belit. Anggaplah Anda sedang berbicara dengan seorang profesional senior yang cerdas dan sibuk. Hormat, jelas, dan langsung ke intinya.
Kesimpulan: Anda Adalah Pemimpin yang Mereka Cari
Menulis esai leadership Chevening adalah sebuah maraton introspeksi, bukan lari cepat. Ini adalah kesempatan Anda untuk menggali jauh ke dalam pengalaman Anda dan merangkai narasi yang koheren tentang siapa Anda sebagai seorang pemimpin. Ingat,
Jangan menceritakan kepada mereka bahwa Anda seorang pemimpin.
Share this content:








