5 Trik Cara Parafrase Jurnal dengan ChatGPT Dijamin Lolos Turnitin !
Last Updated on 18 November 2025 by Suryo Hadi Kusumo

Halo rekan-rekan mahasiswa pejuang skripsi! Apa kabar skor Turnitin kalian? Masih hijau aman, atau sudah merah membara seperti warna dosen saat marah? Saya sering sekali didatangi mahasiswa yang wajahnya pucat pasi membawa hasil cek plagiasi dengan angka similarity di atas 40%. Padahal, mereka bersumpah tidak menyalin (copy-paste) punya teman. Masalahnya seringkali satu: kalian mengutip jurnal tapi gagal melakukan parafrase dengan baik. Nah, di sinilah kita bisa memanfaatkan teknologi. Hari ini kita akan bedah tuntas teknik parafrase jurnal dengan ChatGPT agar tulisan kalian unik tapi maknanya tetap ilmiah.
Tapi ingat, ada seni dan etika dalam menggunakan AI. Jangan sampai kalian malah terjebak jadi plagiarist gaya baru. Sebelum kita masuk ke “dapur” teknisnya, saya sangat menyarankan kalian membaca dulu panduan utama di artikel rahasia memaksimalkan AI untuk pendidikan. Di sana saya bahas mindset dasarnya supaya kalian tidak salah langkah.
Kenapa Harus Parafrase? (Bukan Sekadar Ganti Kata)
Banyak mahasiswa salah kaprah. Mereka pikir parafrase itu cuma mengganti kata “adalah” menjadi “merupakan”. Tidak sesederhana itu, Ferguso. Parafrase adalah menulis ulang ide orang lain dengan gaya bahasa kita sendiri tanpa mengubah makna aslinya. Tujuannya jelas: menghargai penulis asli dan menghindari plagiasi.
Secara teknis, ChatGPT memiliki kemampuan pemrosesan bahasa alami yang luar biasa. Ia bisa memahami konteks dan menyusun ulang kalimat dengan jutaan variasi. Inilah yang akan kita manfaatkan untuk menjawab tantangan parafrase jurnal dengan ChatGPT yang sering kalian hadapi.
Langkah 1: Siapkan “Bahan Baku” yang Jelas
Jangan pernah menyuruh ChatGPT memparafrase satu halaman penuh sekaligus. Hasilnya pasti kacau dan poin pentingnya akan hilang. Lakukanlah per paragraf atau per ide pokok.
Contoh Kasus:
Kalian punya teks asli dari jurnal: “Penerapan teknologi AI dalam pendidikan dapat meningkatkan efisiensi administrasi guru, namun berisiko mengurangi interaksi emosional antara pendidik dan peserta didik.”
Jika kalian langsung copy-paste ke skripsi, Turnitin pasti berteriak. Kalian perlu mengubah strukturnya.
Langkah 2: Teknik Prompting “Role Playing”
Kunci sukses parafrase jurnal dengan ChatGPT ada pada instruksi (prompt) yang kalian berikan. Jangan cuma ketik “Tulis ulang ini”. Cobalah berikan peran.
Prompt Rahasia Dosen:
“Bertindaklah sebagai editor jurnal akademik senior. Tulis ulang (parafrase) kalimat berikut agar memiliki aliran yang lebih mengalir dan kosakata yang baku (formal), namun tetap pertahankan makna intinya. Gunakan struktur kalimat pasif untuk variasi.”
Dengan prompt ini, AI akan memberikan hasil yang jauh lebih elegan dan terdengar “pintar”. Kalian juga bisa memadukan teknik ini dengan tips yang pernah saya tulis di artikel cara menggunakan ChatGPT 4 untuk skripsi dan penelitian.
Setelah ChatGPT memberikan hasil parafrase, WAJIB BACA ULANG. Terkadang AI suka “kreatif” sendiri alias hallucination, menambahkan informasi yang tidak ada di teks asli, atau malah mengubah makna (misal: dari “berpengaruh positif” jadi “berpengaruh negatif”). Kalian adalah penanggung jawab utama skripsi kalian, bukan robot.
Langkah 3: Teknik “Double Translation” (Trik Lama tapi Emas)
Kalau hasil parafrase bahasa Indonesia masih terasa kaku atau mirip dengan aslinya, coba trik ini. Ini sering saya gunakan saat menulis jurnal internasional:
- Minta ChatGPT terjemahkan teks asli (Indo) ke bahasa Inggris.
- Minta ChatGPT parafrase teks Inggris tersebut.
- Minta ChatGPT terjemahkan balik ke bahasa Indonesia dengan gaya formal.
Proses bolak-balik bahasa ini biasanya akan merombak struktur kalimat secara total sehingga sangat ampuh untuk menurunkan skor similarity Turnitin, namun maknanya tetap terjaga.
Claude Ai Pro (Bahasa Lebih Natural & Cerdas)
Langkah 4: Validasi dan Sitasi (Wajib!)
Ingat, meskipun kalian sudah berhasil melakukan parafrase jurnal dengan ChatGPT sampai kalimatnya berubah total, sumber aslinya TETAP harus dicantumkan. Ide itu bukan milik kalian.
Banyak mahasiswa bertanya soal etika ini. Ada diskusi mendalam tentang apakah ChatGPT layak untuk penulisan akademis yang membahas batasan antara “bantuan alat” dan “plagiasi”. Intinya: Alat boleh bantu nulis, tapi otak dan integritas tetap punya kalian.
Langkah 5: Cek Turnitin Sebelum Submit ke Dosen
Jangan percaya diri dulu setelah diparafrase. Mata manusia (dosen) dan mata algoritma (Turnitin) itu beda. Kadang menurut kita sudah beda, tapi menurut algoritma masih mirip. Selalu lakukan pengecekan mandiri.
Seringkali mahasiswa panik H-1 sidang karena similarity index-nya 50%. Padahal kalau dicicil cek per bab, masalah itu tidak akan terjadi. Ingat, revisi kalimat itu butuh otak yang jernih, bukan otak yang panik.
Akun Turnitin Harian (Aman No Repository)
Dan kalau nanti kalian butuh bikin presentasi sidang yang memukau dosen penguji tanpa ribet desain:
Slider AI + Chat GPT (Auto Slide Presentasi)
Tips Tambahan: Menjaga “Suara” Penulis
Salah satu kelemahan parafrase jurnal dengan ChatGPT adalah hilangnya gaya bahasa unik kalian. Skripsi jadi terasa datar dan monoton. Tips saya: Setelah diparafrase AI, editlah sedikit. Masukkan kata sambung atau istilah yang biasa kalian gunakan. Jangan biarkan skripsi kalian terdengar seperti brosur jualan obat.
Selain itu, pastikan kalian juga paham struktur penulisan ilmiah yang baik. Kadang parafrase bagus tapi penempatannya salah di paragraf juga bikin dosen bingung. Kalian bisa belajar menyusun alur presentasi dan tulisan yang baik lewat artikel cara membuat presentasi dengan AI, karena logikanya hampir sama: Terstruktur dan Sistematis.
Kesimpulan
Menggunakan ChatGPT untuk parafrase bukanlah dosa, asalkan kalian tahu batasannya. Jadikan ia sebagai asisten editor yang membantu merapikan kalimat, bukan sebagai otak yang berpikir menggantikan kalian.
Dosen seperti saya sebenarnya tahu mana tulisan mahasiswa yang “original” hasil pemikiran (meski bahasanya belepotan) dan mana yang tulisan robot yang terlalu sempurna tapi kosong. Jadi, gunakanlah teknologi dengan bijak. Lakukan parafrase, cek maknanya, cantumkan sumbernya, dan cek Turnitin-nya. Semangat revisi!
Share this content:







